Jual Diri ?

User Rating: / 1
PoorBest 

Wuuihhh…andaikata kalimat itu tidak memiliki konotasi negatif! Lha wong begitu dengar, rasanya kita sudah dihadapkan pada dagangan tubuh. Kayaknya begitulah kebanyakan orang mendapatkan kesan kalimat ini. Tetapi, sebenarnya kalimat ini memiliki kebenaran universal. Tergantung dalam situasi apa. Tergantung waktu. Jual diri itu perlu, kata sobat saya, seorang manager HRD. Ia menjelaskan, bagaimana bisa mengukur kemampuan kalau tidak bisa presentasikan dirinya sendiri dengan cara yang meyakinkan.
Ya… Lha iya tho, sekarang khan jamannya jual diri. Saya sependapat, masalahnya jual diri yang bagaimana?

Mari kita lihat contoh. Para calon bupati, walikota, gubernur,  jual diri untuk memenangkan massa, supaya sebanyak mungkin orang memilih mereka. Banyak cara dilakukan untuk jual diri di bursa massa. Wahana yang digunakan adalah media massa, media tatap muka, atau memakai kedua jenis media. Kampanye diri, bukan sekadar sosialisasi visi misi, tetapi menunjukkan keunggulan komparatif diantara calon lain.

Contoh lain: para calon direktur BUMN mengemas CV-nya sebagus mungkin. Membekali dirinya dengan presentasi yang aduhai   di depan TPA (Tim Penilai Akhir). Lagi? Apa yang dilakukan ketika melamar pekerjaan? Apa yang sedang terlintas dalam benak para  Leader supaya mendapatkan promosi jabatan? Dunia semakin kompetitif. Orang memiliki begitu banyak pilihan. Kita tidak hanya menjual produk dan jasa, tetapi juga diri kita. Kita menjual diri mulai dari menulis resume, mendesain karir, memprospek orang lain.

Jadi, jual diri yang ini adalah untuk memenangkan persaingan. Jual diri untuk memenangkan bursa massa, jual diri untuk memimpin, untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih tinggi, untuk mendapatkan job. Tantangan buat para  Leader adalah bagaimana jual diri untuk memenangkan persaingan?

Jual diri hampir sama dengan jual barang. Sama-sama membutuhkan perencanaan. Sama-sama membutuhkan  blue print  yang bisa dimulai dalam bayangan para  Leader, lengkap dengan tujuan dan sasaran yang perlu dicapai. Tetap membutuhkan  forecasting, atau semacam  bisnis plan. Bagaimana kira-kira para  Leader mempunyai rencana untuk mencapainya, tidak sekadar di bayangan kepala! Mengejawantahkan impian yang masih bercokol di kepala menjadi aktivitas motorik. Tidak hanya sebuah mimpi tetapi melibatkan fisiologi untuk mencapai sasaran! Tindakan awal yang konkrit yang bisa dilakukan. Tanpa rencana, tidak akan pernah tahu bagaimana mewujudkannya. Dengan rencana bisa mengukur apakah capaian-capaian antara mengarah ke tujuan besar.

Satu hal penting untuk memenangkan persaingan memposisikan diri kita sebagai sumber bagi orang lain bila perlu bantuan. Di sinilah diperlukan positioning strategy. Bukan hanya merek saja yang perlu positioning, tetapi pribadi-pun sangat membutuhkan. Persepsi kita mengenai diri kita tidak akan sama persis dengan persepsi orang lain terhadap kita.
Kesan orang lain terhadap diri kita, menentukan sejauh mana orang lain berkontribusi dalam hidup kita. Siapa saya adalah apa kesan dibenak orang lain mengenai diri saya.

Dengan banyaknya persaingan, bursa massa memiliki banyak pilihan. Walaupun pilihan seseorang tidak secara objektif menggambarkan kualitas orang yang dipilihnya. Karena sebenarnya kualitas itu sangat relatif. Bagaimana mereka memilih diantara Leader-Leader lain yang sedang jual diri? Sementara mungkin kualitas pilihan kurang lebih sama. Ternyata ada faktor-faktor lain yang turut berperan dalam menentukan pilihan orang.

"Bagaimana mengemas diri kita, merefleksikan bagaimana kita pantas diandalkan."Ada dimensi lain yang perlu dicermati dalam hal ini, yaitu kognitif dan psikologis. Orang memilih karena akal sehatnya mencerna bahwa apa yang dipresentasikan masuk akal. Atau kebetulan orang sudah tahu bahwa pilihannya terbukti sudah berpengalaman. Ini dimensi kognitif. Dalam komunitas terbatas, mudah bagi para  Leader untuk meyakinkan sekelompok kecil orang, tetapi di bursa massa? Komunitas individu-individu yang tidak saling kenal? Lantas bagaimana memenangkan massa? Artinya, diperlukan strategi yang fokus pada dimensi psikologis. Apa perlunya? Bukankah orang cenderung senang membeli dari orang lain yang sudah dikenalnya. Orang cenderung senang melakukan transaksi dengan orang lain yang memiliki kesamaan latar belakang, geografis, gaya hidup, dan perhatian yang sama pada suatu topik.

Hanya ada tiga kata penting dalam dunia jual diri kenal orang banyak! Bangun networking  dengan  intens. Investasi kita adalah waktu. Tidak kurang tidak lebih. Menemui sebanyak mungkin orang dengan cukup waktu sehingga orang lain bisa mengenal kita secara cukup. Barangkali, yang paling esensial untuk membangun networking adalah kepandaian bergaul atau bisa disebut kecerdasan sosial. Kemampuan berempati, menunjukkan keterlibatan dan mengaktualisasikan diri pada kepentingan orang lain. Gabungan dari kemampuan-kemampuan ini merefl  eksikan karakter seseorang.Kesempatan tercipta untuk siapa saja. Hanya bagi para  Leader yang mampu jual diri-lah yang dipilih. Well, intinya, jual diri itu perlu! Yang lebih perlu lagi adalah bagaimana mengemas diri kita, merefleksikan bagaimana kita pantas diandalkan. Bagaimana khalayak massa menilai penampilan saya juga akan mempengaruhi bagaimana kesuksesan saya di masa depan. Kesan pertama begitu menggoda, kata sebuah iklan parfum. Sekarang kan jamannya selera!

Dan G

mod_vvisit_counterHari ini134
mod_vvisit_counterMinggu ini558
mod_vvisit_counterBulan ini7835
mod_vvisit_counterTotal702812

We have: 3 guests, 7 bots online
Your IP: 38.107.179.237
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next