Tahap 3 Consolidating
Setelah berhasil menyelesaikan masalah antar pribadi di Tahap 2, tim mulai memiliki kepercayaan diri, keterbukaan dan dipercaya untuk mencoba cara kerjanya. Biasanya tim akan memilih cara kerja yang lebih sistematik atau bermetode.
Aturan-aturan dan cara kerja yang kaku diubah dengan aturan baru yang disepakati bersama, dimana setiap anggota memiliki peran agar tujuan dapat dicapai. Walau hubungan antar pribadi telah mejadi lebih erat, mereka sadar akan pentingnya aturan-aturan dasar dan cara kerja yang akan dipakai oleh tim. Bukti-bukti yang paling nyata dari tahap ini adalah cara untuk mencapai suatu keputusan, yaitu dengan sebagai berikut adanya kejelaskan tujuan dari aktivitas/tugas, adanya penetapan sasaran, pengumpulan informasi yang dibutuhkan, adanya kemauan memikirkan kemunginan-kemungkinan yang ada pada tim, adanya perencanaan rinci mengenai apa yang harus dilakukan, kemauanmeninjau kembali hasil kerja dan menggunakannya sebagai dasar untuk memperbaiki cara kerja di masa yang akan datang.
Hubungan antar pribadi yang lebih baik pada Tahap 2 tetap dipertahankan, tetapi mereka membangun aturan dasar dan cara kerja yang akan dipakai oleh tim.
Tahap 4 Mature
Setelah Tahap 3 dilalui, maka tersusunlah dasar bagi terbentuknya suatu tim yang matang. Keterbukaan, kepedulian dan peningkatan hubungan pribadi pada Tahap 2 serta pendekatan yang sistematik dari Tahap 3 modal dasar bagi terbentuknya tim yang benar-benar matang.
Fleksibilitas menjadi hal yang utama, karena setiap kebutuhan-kebutuhan memiliki prosedur kerja yang berbeda. Seseorang tidak lagi khawatir untuk mempertahankan posisi mereka.
Kepemimpinan ditentukan oleh situasi bukan oleh ketentuan-ketentuan yang kaku. Tim mengenali tipe kepemimpinan yang dibutuhkan dan pemimpin mengenali kebu-
tuhan untuk melibatkan anggota-anggotanya.
Penggunaan energi dan kemampuan secara maksimal dari tiap anggota disebabkan karena adanya komitmen. Ada perasaan bangga akan keberhasilan tim dan hal tersebut tidak menghambat keberhasilan individu.
Anggota tim menyadari bahwa mereka adalah bagian dari suatu organisasi ataupun bagian dari suatu masyarakat. Oleh karena itu keputusannya juga mempertimbangkan aspek-aspek sosial maupun hal-hal yang universal sifatnya.
Pengembangan menjadi prioritas, karena mereka sadar bahwa sukses yang berkesinambungan membutuhkan pengembangan yang juga berkesinambungan. Keinginan untuk memperbaiki diri dilakukan dengan membuka diri terhadap bantuan dari luar.
Saling percaya, keterbukaan, kejujuran, kerja sama dan ‘konfrontasi’ maupun review berkala terhadap hasil kerja, menjadi gaya hidup tim. Tim akan selalu bersedia untuk membantu tim-tim lain yang mengalami kesulitan maupun yang belum sampai ke tahap mereka. Tetapi lebih dari itu, tim ini adalah tempat yang menyenangkan dan membawa hasil.
KARAKTERISTIK TIM KINERJA TINGGI
(Huszczo, 1990)
1. Tujuan
Tim memiliki arah dan tujuan yang jelas yang terhubung dengan visi misi organisasi. Dan tentu saja ada komitmen tinggi dari pada anggotanya.
2. Potensi
Tim memiliki potensi dan keahlian untuk melakukan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi. Dan dilakukan upaya terus menerus untuk mendorong anggotanya untuk mengembangkan potensi mereka lebih jauh.
3. Peran
Para anggota tim memahami perannya dan bagaimana mereka bisa berkontribusi demi mewujudkan kesuksesan organisasi. Para anggota tim memiliki komitmen pada peran dan memahami kontribusi masing-masing.
4. Prosedur
Ada prosedur atau tata cara operasi. Pertemuan dan perencanaan musti dibuat secara efektif dan setiap anggota tim memahami bagaimana membuat keputusan, bagaimana memecahkan permasalahan dan bagaimana berbagi informasi antara anggota tim.
5. Hubungan antar pribadi
Anggota tim memiliki hubungan yang baik dengan anggota lain, berkomunikasi dan mampu mereduksi konfl ik. Para anggota saling mendukung dan memberikan kesempatan. Tampak adanya perhatian dan adanya aliran feedback yang konstruktif sehingga masing-masing kemampuan anggota meningkat.
6. Penghargaan
Sistem penguatan keberhasilan dengan metode penghargaan (reinforcement) dilakukan secara efektif untuk meningkatkan kinerja tim. Biasanya dilakukan oleh pemimpin kelompok. Di tingkat personal, penghargaan diperlihatkan dan menekankan pada perilaku yang berorientasi pada kelompok. Organisasi juga tampak menunjukkan penghargaan terhadap keberhasilan-keberhasilan yang terjadi.
WHAT IS A TEAM ?
1. Collections of people who must rely on group collaboration if each member is to experience the optimum sense of success and goal achievement.
(Dyer, 1977)
2. A group of people that share common objectives and who need to work together achieve them.
(Woodcock, 1989)
3. A team is a workgroup or unit with a common purpose through which members develop mutual relationships for the achievent of goals/tasks. Teamwork, implies cooperative and coordinated effort by individuals working together in the interests of their common cause which reques the sharing of talent, leader
ship and the playing of multiple roles.
(Hams, 1986)
4. Groups that function like teams typically have a clear and common purpose, while in a team, team members understand where their interdependence on others lies.
(Albert, 1988)
![]() | Hari ini | 132 |
![]() | Minggu ini | 556 |
![]() | Bulan ini | 7833 |
![]() | Total | 702810 |