“SEC SEC” Secretary in a SECRET
Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan berita hangat dengan cepat!
Rahasia! Secret! Seru sekali mempunyai banyak rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain, dan akan lebih seru bila diharuskan untuk menjaga rahasia agar tak terbongkar karena dapat mempengaruhi lingkungan pekerjaan di perusahaan. Menjaga rahasia sebuah perusahaan demi pekerjaan termasuk salah satu keahlian seorang sekretaris. Bukan karena gaji yang telah diperolehnya cukup besar, ataupun tambahan uang menutup mulut agar rahasia itu tidak terbongkar, ataupun ancaman yang dapat membungkam sekretaris agar tidak macam-macam bergossip kepada sesama teman lainnya.
Ada alasan tertentu bagi seorang sekretaris menjadi penjaga rahasia pribadi para atasan ataupun yang menyangkut keterkaitan usaha pekerjaan perusahaan yang ditempatinya itu. Demi kepentingan kebersamaan, demi kebijaksanaan perusahaan dan demi…demi…demikianlah adanya. Bila yang dibicarakan adalah rahasia yang masih dalam pembicaraan scope perusahaan kecil mungkin tidak begitu signifikan pengaruhnya, bagaimana dengan scope perusahaan besar dan pemerintahan yah? Waaaahhh? Berat sekali sepertinya pekerjaan menjadi seorang sekretaris yang pandai menyimpan banyak rahasia para atasannya itu yah?
Rahasia? Apaan sih?
“Mulut memang bisa membungkam, tapi jendela mata siapa tahu tidak bisa berkata bohong”
Rahasia seperti apa sih yang menjadi kendala seorang sekretaris yang terkadang bertolak belakang dengan nurani yang ada didalam batinnya? Tentu rahasia besar sekali bila menyangkut kehidupan pribadi atasannya karena sang isteri sudah mulai bertanya-tanya jadwal pekerjaan meeting suaminya yang gemar pulang kepagian ataupun keluar kota berhari-hari.
Bagaimana yah kiat sekretaris untuk menjadi bemper atasannya bila rahasia itu terungkap oleh kejadian yang tidak bisa terelakkan olehnya? Misalkan, sang isteri mendapatkan informasi dari sumbernya yang terpercaya dan melihat sang suami ketangkap basah kepalang tanggung di kamar hotel bersama WIL (wanita idaman lain) yang katanya sedang meeting bersama klien besarnya?
Wah? Kalo ini namanya sudah apes! Mau dibilang apa lagi yah? Hasilnya si sekretarispun bisa-bisa kehilangan pekerjaannya toh? Yah, kalo perusahaannya itu perusahaan keluarga dimana sang isteri lebih dominan menjadi atasan dari atasannya si sekretaris, bisa gawat juga yah? Dan bagaimana bila kebalikannya terjadi bila atasan sekretaris itu adalah seorang wanita dan melakukan hal yang sama dengan kejadian diatas, membuat sekretaris itu diterror oleh suami atasannya? Bisa jadi kesempatan sekretaris bekerjapun menjadi sama. Kehilangan pekerjaannya!
Ada rahasia yang diketahui oleh seorang sekretaris yang menyangkut tentang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan yang baru dan akan direalisasikan oleh perusahaan, dan berita gossip ini terkadang membuat sekretaris diterror oleh pegawai yang bekerja satu atap dengannya karena ingin mencari informasi akurat mengenai perusahaan mereka.
Virus gossip di perkantoran cepat sekali menyebar bagaikan dinding yang berkuping membocorkan rahasia yang belum seharusnya terungkapkan. Dan seorang sekretarispun harus bisa memainkan peranan sebagai actor/actress Hollywood atau Bollywood untuk menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan pegawai sekantornya. Contohnya: Kebijaksanaan pemotongan gaji pegawai, kebijaksanaan pemecatan pegawai, kebijaksanaan jam kerja pegawai, kebijaksanaan pembelanjaan dapur pegawai, dan kebijaksanaan SP (Surat Peringatan), dan kebijaksanaan bonus dan kebijaksanaan lainnya yang belum diungkapkan ke dalam sebuah meeting perusahaan atau melalui HRD(Human Resources Development)nya. Skill (keahlian) sekretaris mengambil sikap diam tentu menjadi bagian dari pekerjaannya juga yah! No comment!
How to be a good secretary with the attitude and keep the secret as the secret and when have to keep and when how to tell?
Ini kembali kepada kepribadian si sekretaris tentunya. Menjadi seorang sekretaris yang mempunyai aturan tersendiri sebagai sekretaris yang bersikap tegas dan tidak mau terlibat dalam kehidupan pribadi atasannya, di luar jadwal pekerjaan kantor tempat dia bekerja.
Misalkan dia(sekretaris) telah mengambil sikap non aktif di awal pekerjaan sebelum memasuki area private atasannya. Sebuah komunikasi bersikap tegas bagi seorang sekretaris dapat membuat atasannya berpikir dua kali sebelum menyita waktu sekretaris untuk menjadi tameng sang istri-istri atasan bila wawancara ala detektif dilontarkan.
Bahasa komunikasi yang lugas dan bahasa tubuh yang mengisyaratkan ketidakterikutannya dalam area private atasan untuk masalah yang dapat mengundang petaka tersebut. No is a no, and yes is a yes.
Menjadi seorang sekretaris yang baik dalam bersikap untuk mengatakan kejujuran yang ada dalam benaknya. Bagaimana sih bahasa komunikasi lugas tegas itu? Bukan karena atasan yang mempunyai label “bos” yang dapat mempengaruhi sekretaris dalam setiap gerak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh si sekretaris. Nah! Sekretaris juga bisa membuat si bos/atasannya mempunyai rasa sungkan bila ingin mengadakan koalisi untuk berbohong demi kepentingan kesenangan pribadi atasannya.
Walaupun para kaum atasan/bos-bos ini lebih pintar dan lebih lihai bermain sandiwara otodidak tanpa skrip, si sekretaris juga harus lebih jeli membaca keadaan setempat dikala mana yang termasuk sandiwara dan mana yang termasuk keseriusan sebuah pekerjaan. Malahan, ada juga atasan yang meminta bantuan sekretaris untuk mengatasi problema pribadi yang tidak bisa diselesaikannya sendiri, disinilah tugas lebih si sekretaris menjadi asbak rokok penampungan debu curahan hati atasannya dan penasehat bosnya bila memang diperlukan tanpa sebuah beban. Lha? Kog jadi terbalik yah? Namanya juga curhat (curahan hati), bos/atasan kan juga manusia yang punya kelebihan dan kekurangan. Dan ini bisa terjadi bila sekretaris itu telah bekerja lumayan lama dengan atasannya dan telah membentuk ikatan persaudaraan toh?
Bahasa komunikasi lugas tegas itu akan tercermin dari perilaku sekretaris dalam menghadapi pekerjaan yang dikerjakannya dalam setiap level tekanan yang ada di perkantoran. Menjawab pertanyaan-pertanyaan tanpa keragu-raguan sikapnya, berbicara (komunikasi) tanpa berbelit-belit, dan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan dapat dipertanggungjawabkan tertulis ataupun lisan dengan jujur benar, tanpa harus menunggu atasannya yang sedang sibuk dengan kegiatan-kegiatannya. Wow! Dimana yah mencari sekretaris tanpa sikap termehek-mehek ini?
Saya yakin, masih ada dan banyak sekretaris yang mempunyai kepribadian sikap solid tanpa bisa dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan pribadi yang diluar jangkauan kemampuannya untuk bertindak.
So secret? Who can tell a lie if the secret have been brought up for the truth!
Penulis, JKC
Referensi : Pengalaman
pengetahuan cerita-cerita
![]() | Hari ini | 132 |
![]() | Minggu ini | 556 |
![]() | Bulan ini | 7833 |
![]() | Total | 702810 |