Anthony robin, seorang konsultan motivasi sekaligus pengarang buku laris pernah mengatakan, ada dua hal yang bisa memotivasi orang untuk bisa sukses; inspirasi dan keputus- asaan. Inspirasi sebagai motivasi dicontohkan oleh Edwin land, penemu fotografi instans dan pendiri Polaroid corporation, konon putri kecilnya ingin foto dirinya saat itu juga, lalu bertanya pada bapaknya mengapa butuh waktu lama untuk proses mencetak film. Pertanyaan ini member inspirasi pada Edwin land untuk melakukan proses pencetakan pada film itu sehingga bisa dihasilkan foto langsung jadi.
Keputusasaan sebagai motivasi juga dicontohkan oleh Anthony robbins, ia pernah menjadi salesman vacuum cleaner dan pengelola seminar kesehatan. Ia pernah mengalami kesuksesan keuangan juga mengalami kegagalan habis-habisan. Saat kehidupannya merosot ia pernah tinggal di rumah petak dan terpaksa mencuci piring dan pakaian di bath tub, jelas bukan perasaan sukses yang membuatnya maju, keputusasaan akan kondisi kehidupan itu yang membawanya melangkah maju.
Gaya memotivasi secara personal dapat ditunjukan dalam tindakan yang berbeda, perhatikan saat anda bangun tidur di pagi hari, saat alarm berbunyi, apakah anda mengabaikan alarm yg berbunyi dan kembali tidur dengan berkata dalam diri akhh masih bisa 15 menit lagi,.. kemudian alarm berbunyi lagi maka otak akan berkata "akh tak masalah, bangun siang juga tak apa-apa", dan terus hingga terbayang dalam otak anda bos anda marah-marah sehingga otak anda akan berkata "Ok saya akan bangun" dan akhirnya anda bangun dengan keterpaksaan, hal tersebut adalah scenario memotivasi diri dengan pola menghindari, yg terbayang si bos marah-marah sehingga anda harus bangun untuk menghindari marahnya si bos.
Lalu ada tipe lain dari motivasi, saat anda tertidur di tempat peristirahatan yang dingin, kemudian jam 4 pagi anda terbangun dan melihat apa yang bisa anda lakukan hari itu. Terbayang jelas di pikirannya tentang peluang-peluang besar dan menggiurkan justru bekerja seperti magnet raksasa yang menyedot anda dari tempat tidur yang tenang dan nyaman. Anda bisa melihat gambar-gambar diri anda melakukan hal-hal itu dan melangkah maju untuk meraihnya.
Melalui kedua contoh diatas dirumuskan adanya dua elemen arah motivasi, arah itu bisa berbentuk menuju (apa yang kita inginkan), seperti kasus cerita kedua dan meninggalkan (apa yang tidak kita inginkan), seperti kasus pertama karena takut dimarahi oleh bos anda sehiingga anda harus terbangun. Arah motivasi adalah program mental yang berdampak pada keseluruhan hidup kita. Dalam level fisik atau biologis, setiap orang mengembangkan motivasi menuju atau meninggalkan.
Orang dengan motivasi menuju akan lebih sering mengatakan,”selalu ada cara lebih baik untuk menjalani hidup, bayangkan saja apa yang kau mau dan kerahkan segala upaya untuk mencapainya”. Sedangkan dengan arah motivasi meninggalkan, seperti jika anda seorang pebisnis maka memori tentang kemiskinan, mengingat masa-masa sulit, adalah cara tepat untuk arah motivasi yang meninggalkan.
Dr. Martin Zweig adalaha peramal saham yang sangat terkenal karena kehebatannya, mengelola asset bernilai lebih dari 1 miliar dollar dan juga buku-buku karangannya menjadi panduan para investor. Dia menggunakan arah motivasi meninggalkan, ia memiliki rasa takut akan kerugian dan segera meninggalkan pasar untuk keluar dari pasar, hal ini yang membuatnya kaya. Ada tiga hal yang dibutuhkan untuk setiap pengguna motivasi meninggalkan ini: Partama, saat seseorang mengambil motivasi meninggalkan, mereka melakukannya karena karena menghadapi ketidaknyamanan, bahkan ketakutan atau kesakitan. Kedua, karena pendekatannya adalah ketidaknyamanan, tertekan atau terancam, maka mereka tidak memberi terlalu banyak perhatian pada dimana mereka akan berakhir. Ketiga, terkadang karena kecemasan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatannya.
Ada banyak orang, termasuk Dr. Martin Zweig dan banyak para pengambil keputusan lainnya secara efektif, yang bisa belajar bereaksi lebih awal saat level ketidaknyamanan masih rendah sehingga menghindari stress berlebihan.
Bagaimana anda sebagai leader menerapkan arah motivasi ini.
Oleh karena baik motivasi menuju maupun meninggalkan sama-sama penting, kita bisa menggunakan keduanya untuk memotivasi diri kita. Misalnya beberapa anak buah lebih gampang dimotivasi dengan insentif, dengan bonus, dengan hadiah, dan bahkan Cuma dengan pujian. Ada juga karyawan yang akan bekerja lebih keras jika tahu akan mendapatkan liburan ke luar negeri, mendapat mobil baru atau sekedar diusulkan untuk naik pangkat. Dengan orang seperti ini anda akan efektif jika menggunakan pendekatan berupa motivasi menuju.
Bagi mereka yang menggunakan arah motivasi meninggalkan, hadiah atau target tidak akan berarti banyak. Sebagai pemimpin, anda harus berpikir,"saya sudah tawari mereka berbagai hadiah, tetapi mereka koq masih duduk disini?”. Lalu anda jengkel dan meneriaki mereka, "Jika kalian tidak menghasilkan sesuatu enyah saja dari sini!" atau dengan kata yg lebih lembut namun sama maknanya pemecatan. Setelah melihat reaksi anda tiba-tiba para anak buah bekerja edan- edanan dan memproduksi begitu banyak hasil yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Orang ini hanya termotivasi untuk menghindari hal-hal yang mereka tidak sukai atau situasi-situasi yang negative.
Ingat, anda memiliki anak buah yang beragam dan mereka juga memilki arah motivasi yang mungkin saling bertentangan sehingga bisa dimaklumi jika mereka cenderung saling "bertengkar" dulu jika anda tidak memberikan bimbingan dan pengarahan. Anda harus mendayagunakan arah motivasi mereka dalam tahap perencanaan.
Anggap saja anda ingin kelompok atau tim anda merumuskan sasaran organisasional mereka. Saat anda mulai mengajukan apa yang anda inginkan, pandang sekeliling ruangan untuk mencari anggota tim yang member respon positif bagi pesan anda. Individu-individu yang memiliki motivasi menuju itu bisa tampak sekedar memberikan anggukan, atau dengan sangat bergairah ikut berdiskusi, menambahi apa yang baru anda lontarkan hingga menggambarkan peluang- peluang.
Ada beberapa kemungkinan beberapa saat kemudian muncul individu yang termotivasi meninggalkan, ia atau mereka akan menyeruak,”akhh, tidak akan berhasil” atau dengan kata-kata yang membeberkan daftar alasan kemungkinan gagal, anda sebagai pemimpin harus mengdengarkan nya secara respek. Ingat bahwa setiap perilaku pada dasrnya adalah kehendak positif. Niatan dia sebenarnya positif- begitu juga dengan niatan semua anggota lain dalam tim yang tidak menolak tawaran anda. Mereka sudah menjadi pemain dalam tim, Cuma waktunya mungkin terlalu dini.
Pertama, biarkan para pemimpi bisa bermimpi sepenuhnya, menggambarkan visi terbesar mereka dan mengekplorasi batas-batas kemungkinan, sehingga para motivasi menjauhi mempunyai sesuatu untuk dituntaskan. Bahkan anda bisa bagi ke dalam dua kelompok berdasarkan motivasi mereka, kemudian masing-masing menyampaikan hasilnya. Tim motivasi menuju menggambarkan kemana kita akan pergi, kemudian tugas tim meotivasi meninggalkan adalah mendiskusikan segala sesuatu yang mungkin menghambat kita mencapai sasaran itu, mengidentifikasi masalah- masalah potensial dan membantu merumuskan solusi. Yang tak kalah penting juga adalah proses nya, yaitu yang memiliki motivasi menuju dahulu baru motivasi meninggalkan.
Bagaimana dengan anda, apakah anda lebih menggunakan motivasi menuju atau meninggalkan....
Meidi Wibowo Penulis buku efisiensi perusahaan, Integrasi proses bisnis dan buku-buku efisiensi lainnya, beliau juga menjadi pengajar untuk manajemen, bisnis, dan efisiensi untuk perusahaan dan praktisi.
![]() | Hari ini | 53 |
![]() | Minggu ini | 1184 |
![]() | Bulan ini | 6666 |
![]() | Total | 673867 |