Ketika Pemimpin Penuh dengan Nafsu

User Rating: / 1
PoorBest 

ketika-pemimpin-penuh-dengan-nafsuWajah lelaki cekung, tua dan pincang itu sungguh tidak bisa lepas dari benaknya. Betapa tidak, ketika ia melemparkan uang logam sebagai jawaban atas pinta lelaki yang kelaparan itu, tiba-tiba anak-anak muda merebut uang itu. Ia sudah membayangkan betapa laparnya lelaki tua itu. Rasa perih di perut karena lapar, haus dan penyakit lelaki itu, pasti terjadi setiap hari.

Tapi derita itu masih belum seberapa. Ia melihat begitu banyak kemiskinan yang ekstrim, kebodohan yang membutakan nurani, dan masa depan yang gelap pekat. “Aku harus berbuat sesuatu, apa pun yang terjadi dan seberapa kecil peranku di sana,” ia bertekad pada dirinya.

Inilah tekad dari seorang suster, Tereza. Ia sudah yakin bahwa di daerah sangat miskinlah sesungguhnya ladang pengabdiannya. Ia butuh waktu lebih dari satu tahun untuk meyakinkan pimpinan biaranya agar ia dibolehkan keluar dari biara itu. Sejarah mencatat betapa ia mampu mengabdi dan mengangkat derajat jutaan orang miskin di India.

Ialah sesungguhnya pemimpin sejati. Ia memiliki nafsu besar untuk mengurangi kemiskinan yang ekstrim. Ia tidak punya modal apa-apa. Ia hanya bermodalkan keyakinan, dan ternyata keyakinan itu mampu memberi energi tak terbatas untuk berjuang.

Ketika Jendral Sudirman berjuang, ia sakit dan ditandu. Ia rela terus berjuang karena ia memiliki nafsu untuk mengusir penjajah. Nafsunya tadi menular kepada para pejuang lainnya. Akhirnya penjajah harus angkat kaki dari bumi Indonesia.

Para pemimpin besar adalah orang-orang yang berjuang memperjuangkan sesuatu yang besar, sesuatu yang jauh melampaui kepentingan atau agenda pribadinya. “Bagiku, hidup tidaklah seperti lilin yang menyala singkat. Bagiku, hidup bagaikan suluh penerang yang aku pegang sebentar dan aku buat ia seterang mungkin sebelum aku serahkan kepada generasi penerus,” George Bernard Shaw.

Lihat, para pemimpin tadi ingin meninggalkan jejak, ingin meninggalkan warisan. Riset membuktikan bahwa untuk menilai keberhasilan seorang pemimpin, bukanlah pada saat pemimpin itu sedang menjabat. Orang menilai sukses seorang pemimpin setelah orang itu selesai menjabat.

Para pemimpin besar menjadi sukses karena mereka memiliki agenda tunggal. Satu agenda yang jika tercapai akan membawa kesuksesan pada bidang-bidang lainnya. Jack Welch, bekas dirut General Electric, mempunyai agenda tunggal, menjadikan ratusan perusahaan GE menjadi nomor satu atau nomor dua di industrinya. Jika tidak, perusahaan akan dijual. Temanya tunggal, tidak aneh-aneh, mudah diikuti, dan meninggalkan jejak yang luar biasa.

Soeharto (terlepas dari pro kontra di seputarnya), sukses dengan agenda tunggalnya, PELITA dan swasembada pangannya. Hasilnya, tidak ada rakyat yang kelaparan atau harus makan nasi aking seperti sekarang.

Ketika pemimpin memiliki tema tunggal, ia jadikan agenda itu sebagai misinya, sebagai curahan nafsunya. Ia tidak terbelenggu pada ukuran populer seperti nilai saham yang harus naik, pengembalian investasi yang fantastis atau bahkan ingin terpilih lagi sebagai pemimpin seperti yang marak belakangan ini. Begitu ia mencurahkan semangat, nafsu dan pengabdiannya pada tema tunggal, kekuatan yang terpancar bagaikan sinar laser yang mampu menembus logam apa pun. Temanya mudah dipahami oleh pengikutnya, semangatnya menjadi begitu menular, dan bicaranya begitu menginspirasi sehingga kepemimpinannya efektif.

Bandingkan dengan pemimpin reaktif yang banyak bertebaran di sekitar kita. Mereka tidak punya agenda jelas, baru menganjurkan menanam pohon setelah terjadi tanah longsor, atau baru berkata “Kita harus jangan membuang sampah sembarangan,” ketika banjir mulai menggenang di mana- mana.

Para pemimpin sejati tadi bagaikan air. Air mengalir dari atas ke bawah, membagikan kesegaran, kesuburan, kemakmuran. Tapi air juga mampu menampung dan membawa segala sampah, kotoran, dan limbah lainnya. Kemudian kotoran tadi yang hitam, pekat, disulapnya menjadi air laut yang jernih, yang siap mencurahkan hujan yang menyegarkan. Bagi air, tema pengabdiannya hanya satu, menyegarkan, menghidupkan kembali dan setelah itu kembali kepada ibu laut sambil membawa apa pun yang diceburkan ke sana.

Pemimpin itu juga seperti air itu. Dipacunya otak, jiwa dan raganya untuk mengabdi kepada sesama. Ia siap menyegarkan, menghidupkan sekaligus mampu menanggungkan keluhan, kesakitan, dan kepedihan hati pengikutnya. Ia ingin ketika kembali kepada Tuhannya, ia mewah menerima raport yang yang cemerlang dan menerimanya dengan tangan kanan. Ia menyadari bahwa betapa pun gemerlap dunia ini, tidak mampu menandingi nikmatnya di akherat. Bahkan tempat cambuk di akhirat, nyatanya lebih bagus dari pada dunia beserta mobil dan permata-permatanya.

Pemimpin sejati ini, tidak terbelenggu oleh slogan should dan shouldn’t. Seharusnya saya melakukan ini atau tidak melakukan itu. Itu semua hanyalah harapan-harapan populis yang sering melemahkan semangat. Baginya, pendapat kebanyakan orang bukanlah faktor penting. Ia menyadari bahwa pendapat orang sangatlah relatif. Ia mengabdi pada nuraninya, pada panggilan jiwanya sebagaimana Sultan Yogya yang mewajibkan dirinya mengabdi hingga mati, walau tanpa harus menjadi gubernur, walau sebagian besar rakyat Yogya menghendaki ia menjadi gubernur lagi.

Pemimpin-pemimpin seperti itulah yang sering dikatakan sebagai servant leadership oleh Greenleaf, atau Kepemimpinan tingkat lima oleh Jim Collins atau kepemimpinan transformasional sebagaimana disuarakan oleh Bass.

Ketika ia berjuang dengan ikhlas, rela hati dan kebesaran jiwa, selalu saja terjadi keajaiban. Orang-orang tiba-tiba mampu melihat prestasinya. Ia ternyata menjadi begitu menonjol di antara pemimpin biasa lainnya. Tiba-tiba ia bagaikan mercu suar yang mampu memandu orang-orang yang sedang berputus asa. Ia ternyata mampu membangkitkan harapan. Dan orang- orang tiba-tiba dengan suka rela mengikuti perintah dan harapannya. Mereka menyadari bahwa kepada pemimpin seperti itulah mereka rela mengorbankan segalanya, dan inilah sukses besar seorang pemimpin.

Tapi ia bukanlah pemimpin semu, ia tidak akan pernah mengkhianati amanat orang lain. Di dasar hatinya yang terdalam terdapat roh yang begitu rindu untuk bertemu dengan Penciptanya untuk melaporkan tugas-tugas yang sudah diembannya di dunia fana ini…

 

mod_vvisit_counterHari ini119
mod_vvisit_counterMinggu ini543
mod_vvisit_counterBulan ini7820
mod_vvisit_counterTotal702797

We have: 2 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next