Yang dikeluhkan masyarakat langsung terbukti, harga-harga langsung membubung tinggi. Rakyat menjerit, mengeluh, kemudian hanya terdengar bisikan penuh rasa putus asa, “Apa yang dilakukan oleh pemimpin negeri
ini? Apakah memang tugas mereka membuat rakyat sengara? Tidak adakah cara lain selain menaikkan BBM?”
Ini adalah pelajaran besar bagi para pemimpin. Bukankah pemimpin ada untuk mensejahterakan yang dipimpinnya? Bukankah pemimpin harus bisa mengatasi persoalan besar yang dihadapi oleh pengikutnya? Pertanyaannya adalah, bagaimana cara mendeteksi keinginan mereka yang terdalam, setelah itu bagaimana mengkomunikasikan strategi mengatasi masalah secara efektif.
Tulisan ini menawarkan konsep Kepemimpinan Tipping Point yang bisa dijadikan alternatif. Tipping point adalah keadaan di mana mode, produk, gagasan yang setelah mencapai tahapan tertentu, bisa berkembang secara masal, tanpa perlu campur tangan pemilik gagasan atau produk itu. Penyebarannya bisa seperti virus. Contoh, buku yang tadinya tidak terkenal tiba-tiba menjadi omongan setiap orang, dan menjadi mega best-seller. Larisnya buku itu, ternyata tanpa campur tangan penerbit buku itu.Prinsip itu sebenarnya bisa dimanfaatkan dalam kepemimpinan.
Mengurus negeri yang demikian penuh masalah jelas sangatlah sulit. Agar masyarakat bisa merasakan bahwa kepemimpinan Presiden SBY memang bisa memajukan rakyat, maka SBY harus memilih beberapa prioritas. Untuk memperoleh prioritas ini, tim SBY harus melakukan dua proses yaitu breathe-in dan breathe-out.
Breathe-in berarti mencari masukan sebanyak-banyaknya dari internal, bisa dari menteri, dirjen, staf dsb, pokoknya dari internal. Breathe-in ini juga termasuk meneliti pada naskah-naskah (termasuk naskah pidato) untuk menemukan tema sentral. Kemudian dilakukan breatheout, yaitu mencari prioritas utama melalui pihak eksternal, bisa LSM, tokoh masyarakat, masyarakat bawah, pakar dan sebagainya. Perhatikan dua motif manusiaManusia bertindak karena dua motif, menghindari susah dan mengejar kesenangan. Namun, menghindari susah lebih kuat daripada mengejar kesenangan. Dengan serius mengenali, mempelajari, dan menganalisis apa saja yang membuat rakyat susah, maka akan bisa ditentukan strategi prioritas. Pesimisme masyarakat terhadap pemerintahan SBY terjadi karena rakyat merasa kurang tersentuh dengan berbagai upaya pemerintah. Walau sudah banyak upaya, namun karena tidak pas dengan kebutuhan mereka, maka upaya itu sering tidak mereka rasakan.
Ini adalah dilema yang dihadapi pemimpin. Pemimpin cenderung ingin menyelesaikan banyak hal sekaligus. Namun pemimpin seperti ini kebanyakan gagal. Ia harus berkonsentrasi pada satu atau dua masalah utama,
dan setelah itu menyelesaikan dengan tuntas, yang akibatnya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak.
Setelah diperoleh berbagai masukan, maka harus dipilih yang memang bisa dilaksanakan dan yang paling membawa dampak dramatis dalam kehidupan masyarakat. Artinya, sekali dilakukan perubahan itu, mereka langsung bisa merasakan manfaatnya. Contoh yang sifatnya merugikan adalah naiknya harga minyak. Begitu
minyak naik, seluruh sendi kehidupan terpengaruh. Melalui pencarian yang sistematis, namun cepat, tim SBY pasti bisa menemukan prioritas itu. Contoh di masa lalu, Presiden Soeharto dengan Pelita, Haryono Suyono dengan KB, dan sebagainya.
Cari para Sneezer
Setelah itu carilah para Sneezer. To sneeze berarti bersin. Ketika anda bersin-bersin, anda kemungkinan akan menulari orang lain. Para sneezer adalah orang-orang yang suka berbicara apa saja. Kita akan mudah menemukan orang-orang ini di lingkungan kita. Mereka adalah orang yang bicara tentang apa saja, bahkan tanpa ada yang menyuruh. Tim SBY tinggal mencari sneezer ini, dan menyuruh mereka cerita apa saja tentang prioritas utama presiden. Sneezer ini ada yang
powerful dan ada yang tidak.
Sneezer powerful ini pengaruhnya sungguh besar. Ketika Inul dengan goyang ngebornya, seketika itu di negeri ini demam goyang ngebor. Inul adalah sneezer powerful. Ketika dicari sungguh-sungguh, akan terdapat begitu banyak sneezer di mana saja. Sebagaimana bersin yang menular, sneezer itu akan juga menulari sneezer yang lain, begitu seterusnya, dan akhirnya seluruh rakyat menjadi peduli terhadap program utama presiden. Terhadap powerful sneezer, tim SBY harus memperhatikan dan mendukung mereka. Jika perlu, berikan fasilitas kepada mereka dalam ujud handphone, milist, email, web, dan sebagainya. Intinya, mudahkan mereka ‘bersin’ dan ‘menulari’ orang lain.
Karena sneezer itu juga ada dalam masyarakat, maka mereka akan mempengaruhi masyarakat dalam menyukseskan program prioritas itu. Namun agar prioritas utama itu bisa bergerak cepat dan mempengaruhi masyarakat, pesan itu harus sederhana dan mudah dimengerti. Pesan itu sebaiknya memuat tentang kesenangan yang akan diperoleh, sekaligus bisa menghilangkan kesusahan dalam masyarakat.
Agar proses penyebaran gagasan itu bisa efektif, strategi itu harus dirancang dengan rapi, termasuk proses pencarian sneezer powerful, metode penyampaian pesan, dan fasilitas pendukungnya. Tanpa perencanaan, gagasan itu akan hilang ditelan oleh kesibukan strategi yang lain.Agar pesan dan penularan efektif, para sneezer harus memilki kredibilitas di masyarakat. Ketika dulu para ulama menyumbang emas untuk mengatasi krisis moneter, tindakan itu segera diikuti oleh anggota masyarakat. Para ulama itu memiliki kredibilitas, oleh karenanya, mereka bisa menulari orang-orang untuk berbuat baik. Jadi, sebaiknya dipilih sneezer yang memang menjadi panutan dalam masyarakat.
Agar para sneezer bergerak makin giat, mereka harus dimotivasi. Mereka harus disadarkan bahwa upaya itu adalah demi rakyat, demi bangsa. Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang diajak untuk berbuat sesuatu yang luhur, tinggi, besar, orang akan cenderung bertindak, walau tidak ada imbalan yang pasti. Semua orang, jauh di lubuk hatinya, ingin melakukan sesuatu yang besar. Presiden SBY harus ‘mengusung’ gagasan itu
Adanya kecenderungan manusiawi seperti itu, harus dimanfaatkan sepenuhnya oleh pemerintah. Di atas segalanya, Presiden SBY sendiri harus ‘mengusung’ gagasan itu. Mantan CEO General Electric, Jack Welch, menghabiskan puluhan juta kilometer setahunnya untuk berkeliling ke seluruh cabang GE untuk menjelaskan gagasannya. Ia rela berdebat, adu argument, dikritik, namun ketika orang-orang mulai memahami gagasannya, akhirnya mereka ‘memeluk’ gagasan itu dan menganggap itu sebagai gagasan mereka. Ketika gagasan pemimpin sudah menjadi milik mereka, maka bola salju perubahan akan segera terjadi.
Ini pula yang nampaknya perlu dilakukan SBY. Ia harus berani mengemukakan gagasan kepada masyarakat, dan siap berdebat, adu argumentasi, bahkan siap dikritik. Ia harus lakukan terus dari waktu ke waktu, dengan tema sentral seperti di atas. Ketika masyarakat sudah memahami pentingnya menjalankan strategi itu, maka rakyat akan melaksanakannya dan seolah gagasan itu milik mereka. Ingat, gagasan itu harus bisa mengatasi kesusahan mereka, dan syukur bisa membuat mereka senang. Ketika mereka melaksanakan gagasan itu, dan mereka merasakan ‘kenikmatan’ mereka tidak akan pernah lagi pesimis kepada prestasi presidennya.
Keteladanan
Betapa pun besar pengaruh sneezer, gema itu kurang berarti jika tidak diikuti oleh para petinggi negeri ini. Jika dari hasil breathe-in dan breathe-out diperoleh prioritas penghematan BBM, maka mereka harus memberi contoh. Mereka harus mengirit, jika perlu pergi ke kantor dalam mobil jemputan dengan pejabat lain, memakai mobil umum dan sebagainya.
Jelas dibutuhkan berbagai pengaturan, misalnya tentang keamanan, kepraktisan, fleksibilitas dan lain-lain, tapi, jika memang itu sudah jadi prioritas, maka sebaiknya harus dilakukan. Sekali lagi, prioritas itu harus yang benar-benar bisa menghilangkan kesusahan rakyat dan menimbulkan kesenangan mereka. Jika hal itu dilakukan secara konsisten, waktu sat tahun yang tersisa akan memberi dampak yang besar terhadap kepercayaan rakyat kepada presidennya.
Penulis adalah doktor SDM, pengarang buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul, dan pengelola web www.pemimpin-unggul.com
![]() | Hari ini | 119 |
![]() | Minggu ini | 543 |
![]() | Bulan ini | 7820 |
![]() | Total | 702797 |