Kekerasan Yang Dilakukan Pada Anak Atas Nama Cinta

User Rating: / 0
PoorBest 

Pastilah sangat sedih, kecewa, atau bahkan marah sekali. Bisa juga anda merasa begitu iba terhadap nasib si anak. Nah, dalam artikel ini saya tidak akan membahas mengenai bentuk kekerasan seperti yang saya jelaskan di atas. Bentuk kekerasan di atas adalah yang tampak oleh mata. Ada bentuk kekerasan lain, yang justru jauh lebih kejam dan sangat-sangat negatif terhadap perkembangan diri anak, yang tidak tampak oleh mata.

Berbeda dengan luka fisik yang secara otomatis akan sembuh, walau mungkin akan meninggalkan bekas, luka (batin) akibat bentuk kekerasan ini tidak akan bisa mengering dan sembuh. Luka ini akan selalu terbawa menyertai hidup anak hingga ia dewasa, tua, dan meninggal, kecuali bila ia menyadarinya dan segera dilakukan intervensi untuk menyembuhkan luka ini.

Yang lebih menyedihkan lagi, orangtua yang tidak menyadari hal ini, sering menoreh luka baru di atas luka lama yang belum sembuh. Bisa dibayangkan betapa sakitnya.

Nah, apa sih bentuk kekerasan pada anak yang tidak tampak oleh mata?

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut saya ingin menjelaskan mengapa saya menulis artikel ini. Ceritanya begini. Saya banyak melakukan terapi. Umumnya yang saya terapi adalah orang dewasa dengan berbagai masalah. Dari sekian banyak klien yang saya tangani, saat saya membimbing pikiran klien untuk mencari dan menemukan akar masalah mereka, dengan teknik terapi tertentu, lebih dari 95% masalah selalu berawal dimasa kecil mereka, yaitu umumnya pada usia sebelum 7 tahun. Ada juga yang berawal di antara usia 7 – 10 tahun.  Masalah yang paling sering saya jumpai adalah kekerasan emosi.

Nah, terjawab sudah pertanyaan di atas. Kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orangtua, yang tidak tampak oleh mata, adalah kekerasan emosi.

Kekerasan emosi didefinisikan sebagai segala sesuatu, yang dilakukan oleh orangtua, orang tua, termasuk sekolah, dan lingkungan, yang merusak harga diri atau citra diri anak.

Apa saja contohnya? Wah banyak sekali. Antara lain membiarkan anak kesepian, tidak ada kedekatan emosional, tidak memberikan anak sentuhan fisik, mengabaikan anak, menolak anak, mendiamkan anak, tidak berkomunikasi dengan anak, tidak mengijinkan anak mengungkapkan emosi yang ia rasakan, membuat anak merasa bersalah, memarahi anak dengan keras untuk hal-hal sepele, menyebut anak dengan sebutan “anak bodoh” atau “goblok”, atau tidak segera membantu saat anak diejek (bully).

Bentuk lain kekerasan emosi terhadap anak adalah saat orangtua menuntut anak menjadi anak yang manis dan sempurna menurut standar orangtua. Orangtua tipe ini beralasan bahwa mereka melakukannya karena demi kebaikan anak. Orangtua ini yang paling sering menggunakan kata “Jangan” dan “Tidak boleh” dan biasanya sangat menuntut (demanding). Mereka ingin anak bisa melakukan sempurna seperti yang mereka inginkan.

Tuntutan yang seringkali tidak masuk akal, karena tidak sesuai dengan usia anak, atau melebihi kemampuan anak untuk memenuhinya, membuat anak menjadi cemas dan akhirnya menutup diri.

Orangtua, yang biasanya memaksa anak berkembang menurut kecepatan yang tidak masuk akal, demi memuaskan ambisi dan nafsu pribadi, beralasan bahwa semua ini dilakukan demi kebaikan dan masa depan anak. Orangtua beralasan bahwa bila anak tidak di(h)ajar sejak dini, dengan berbagai les atau pelajaran, maka anak akan tertinggal dan akan sulit bersaing di masa depan.

Benarkah demikian?

Kekerasan emosi yang tejadi pada anak saat ini terjadi secara intens dan sistematis terutama di sekolah. Kurikulum pendidikan yang begitu berat, proses pembelajaran yang tidak membelajarkan dan tidak berpihak pada anak, tuntutan untuk perform, baik yang diminta oleh sekolah maupun oleh orangtua, atas nama cinta dan masa depan anak, membuat emosi anak kerdil dan akhirnya berhenti berkembang.

Seorang klien, sebut saja Bu Reni, marah besar saat ia merasa sekolah tempat putrinya menuntut ilmu tidak bisa mengajar seperti yang ia harapkan. Bu Reni tanpa banyak bicara langsung memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain yang ia rasa bagus.

Bagaimana hasilnya? Malah tambah parah. Di sekolah baru ini putrinya merasa semakin berat dan tersiksa. Begitu banyak PR yang harus dikerjakan dan setiap hari ada ulangan. Padahal putri Bu Reni baru kelas 4 SD. Apa yang membuat Bu Reni marah besar dan memutuskan memindahkan anaknya ke sekolah lain?

Ternyata Bu Reni merasa malu karena putrinya kalah fasih berbahasa Inggris dibandingkan dengan anak temannya. Di sini tampak sekali bahwa keputusan yang ia buat untuk memindahkan putri lebih didasarkan pada gengsi semata dan bukan dengan pertimbangan demi kebaikan putrinya.

Saat ini Bu Reni pusing dan stress karena harus membantu dan menemani putrinya belajar setiap hari. Bu Reni merasa putrinya merampok waktu senggangnya. Tekanan yang dialami oleh Bu Reni akhirnya berimbas kepada putrinya juga.

Satu kasus lagi adalah seorang Ibu yang marah sekali dan berkata bahwa anaknya sangat bodoh karena tidak bisa menguasai bahasa dan tulisan Mandarin padahal sudah dileskan kepada guru yang sangat terkenal. Saat saya tanya berapa usia anak Ibu ini  saya mendapat jawaban yang sungguh mengagetkan dan memprihatinkan. Ternyata anak Ibu ini baru berusia 3 (tiga) tahun. Ini yang bodoh dan goblok apakah anaknya atau Ibunya ya?

Anak usia 3 tahun tidak butuh pelajaran Mandarin. Anak butuh bermain dan bermain. Mengapa? Karena dengan bermain anak akan berkembang. Anak butuh kasih sayang, perhatian, dan dukungan orangtua.

Sudah saatnya kita sebagai orangtua berani berkata jujur pada diri sendiri, “Apakah yang saya lakukan ini sungguh-sungguh demi anak ataukah sekedar demi memuaskan ego atau gengsi saya? Apakah yang saya lakukan ini benar-benar suatu kebaikan ataukah kekerasan yang dengan mengatasnamakan cinta?”


Yang lebih penting lagi adalah beranikah orangtua bertanya kepada diri sendiri, “Jika posisinya dibalik, saya menjadi anak dan anak menjadi saya, maukah saya diperlakukan seperti ini?”

Sumber: www.adiwgunawan.com

 

mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterMinggu ini1184
mod_vvisit_counterBulan ini6666
mod_vvisit_counterTotal673867

We have: 2 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.238
 , 
Today: Feb 23, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next