Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang merasa tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali pun? Bisa dipastikan tidak ada.
Ada beragam sikap menghadapi kegagalan. Sering dalam menghibur kawan yang gagal, kita melontarkan ucapan umum, seperti “kegagalan adalah sukses yang tertunda” atau “kegagalan adalah awal kesuksesan” dan sebagainya. Tentu saja, mantra positif itu diucapkan dengan tulus untuk menambah semangat. Namun, kalimat itu sering kita pakai lantaran kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. Jadi, sekadar menghibur diri.
Sebenarnya, memiliki perbendaharaan dan frame positif tentang kegagalan merupakan salah satu benteng kokoh menghadapi serangan ‘virus kegagalan’ dalam hidup kita.
Sejarah mempunyai ribuan bukti. Banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal. Tetapi, bagaimana mereka merespons, berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan itulah yang justru mengantarkan mereka pada puncak kesuksesan.Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan. Seperti puncak gunung tak akan dicapai tanpa melalui jalan naik-turun nan terjal. Bahkan, belukar dan kebuntuan jalan.
Apabila saat ini anda sedang mengalami musibah, bencana yang sangat luar biasa dan jauh dari perkiraan anda,anda mungkin akan merasa gagal dalam hidup dan akan mengutuk semuanya yang ada didepan anda. Hari esok terasa gelap seperti matinya listrik PLN di seluruh kota di Sumatra dan Kalimantan. Dan apakah anda saat ini adalah seorang ’fresh graduate’ dari perguruan tinggi yang statusnya entah disamakan atau entah berantah tak terdengar statusnya samasekali kemudian anda dengan semangat juang yang tinggi melamar pekerjaan kesana kemari dengan meminta gaji yang tinggi? Maka janganlah bermimpi untuk mendapatkannya. Namun putus asa apalagi bunuh diri bukanlah pilihan. Anda juga tidak harus ikut- ikutan menjadi peminta-minta pekerjaan di jalanan. Menangis, menggerutu, berdemonstrasi dan membuat onar juga bukan pilihan yang dianjurkan. Masih sangat banyak pilihan lain yang dapat anda lakukan untuk menyiasati situasi sulit, baik sebagai sales, pencari kerja, pengusaha atau apapun itu. Dan untuk mendapatan hal terbaik anda harus menghindar diri dari jebakan- jebakan perasaan gagal. Bagaimana caranya mengubah dan sikap yang tepat mengenai makna kegagalan? Bagaimana merubah kegagalan menjadi peluang? Bagaimana merubah impossible menjadi I’m possible? Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai kegagalan. Kekeliruan terbesar yang membuat kita sulit bangkit dari kegagalan adalah pandangan yang salah kaprah dan asumsi yang menyesatkan jiwa. Banyak orang berpikir bahwa orang- orang yang berhasil adalah mereka yang selalu berhasil dan orang yang mengalami kegagalan tidak mungkin berhasil. Orang belum bisa dikatakan gagal sebelum ia berhenti berusaha. Bahkan bila ia memutuskan berhenti berusaha, tetapi kemudian kembali melakukan tindakan-tindakan nyata untuk mencapai apapun yang dicita-citakan ia masih mungkin akan berhasil. Seorang marketing yang belum berhasil menjual produk kepada prospeknya pada kunjungan kesepuluh atau seorang distributor MLM yang belum berhasil merekrut calon downline-nya setelah berusaha selama 1 tahun lebih atau seorang pencari kerja yang belum diterima oleh 100 perusahaan yang dilamarnya, belum dapat dikatakan gagal kecuali ia memutuskan berhenti berusaha.
Bagaimana kita mensikapi kegagalan? Andreas Harefa dalam buku ”Mematahkan Belenggu Motivasi” mengajak kita mensikapi kegagalan dengan 5 persepsi:
• Persepsi dan sikap mengenai kegagalan adalah bahwa anda belum gagal sebelum memutuskan untuk berhenti berusaha. Seperti contoh pendiri KFC Colonel Sanders yang pernah ditolak 1009 kali ketika menawarkan ide menjual ayam goreng dengan resep khusus.
• Kegagalan tidak mampu menghancurkan gairah hidup jika kita yakin masih ada hari esok. Selama kita yakin masih ada hari esok maka kegagalan, musibah, kesulitan, serta problema apapun tidak akan mampu mengikis habis motivasi dan semangat juang kita untuk bangkit
• Kegagalan juga tidak akan membuat kita kehilangan motivasi dan semangat untuk berkarya.
• Kegagalan perlu disikapi dengan selera humor yang tinggi. Tertawalah karena mungkin selama ini kita terlalu mengandalkan motivasi eksternal (gaji, fasilitas, mobil, rumah) dan kurang mengandalkan motivasi internal (tanggungjawab, keinginan berkembang, ibadah). Tertawakanlah cara hidup kita yang mungkin boros dan suka berhutang
• Kegagalan dapat dilihat sebagai satu-satunya jalan mendekatkan diri pada keberhasilan.
Masih banyak cerita lagi orang orang yang sukses bangkit kembali dari kegagagalan dalam kehidupannya. Jadi siapa bilang kegagalan itu berarti kiamat? Kegagalan itu justru penting agar kita selamat.
![]() | Hari ini | 119 |
![]() | Minggu ini | 543 |
![]() | Bulan ini | 7820 |
![]() | Total | 702797 |