GENUINE LEADER

User Rating: / 0
PoorBest 

genuine leaderDua belas tahun yang lalu tepatnya sebelum reformasi, tokoh- tokoh daerah berpacu ke Jakarta. Motifnya, apalagi kalau bukan menjadi orang pusat. Mereka berharap, dengan menjadi orang pusat segalanya akan mudah di daerah, sejak dari memperoleh jabatan, fasilitas, hingga mendapatkan popularitas.

Begitulah memang pada masa sentralistik itu, tokoh daerah yang dekat dengan pejabat pusat banyak yang memetik keuntungan politik. Bahkan ada beberapa orang yang tidak popular di daerahnya, asal pandai melobi pusat, mereka bisa menjadi bupati, walikota, gubernur, atau anggota DPR/D.

Masyarakat pun hanya bisa tercenung bila Jakarta sudah menghendaki seseorang memimpin daerahnya.

Tak bisa protes, tak kuasa melawan, sekalipun ingin sekali melakukannya. Sebaliknya, orang titipan pusat itu seakan tak peduli dengan penerimaan warga setempat; tokoh yang penting orang pusat tetap menyukainya. Untuk dikenang kembali, pada masa sentralistik itu, terutama tokoh-tokoh muda di daerah mencoba peruntungan nasib di Jakarta. Fenomena akar jenggot pun merebak di mana-mana.

Sementara pemuda dengan akar rumput amat langka kalau tidak dikatakan tiada sama sekali. Arus balik terjadi justru segera terjadi usai reformasi. Tokoh- tokohpusat, tepatnya orang-orang daerah yang selama ini mengadu peruntungan politik di Jakarta, ramai-ramai mudik. Mereka berlomba menjadi tokoh yang sebenarnya di daerahnya.

Dengan semangat demokratisasi, otonomi daerah hadir dan member semangat orang-orang pusat, eh tokoh- tokoh daerah yang tinggal di Jakarta, kembali ke daerahnya. Satu sama lain berharap dirinyalah yang paling beruntung mewakili daerahnya sebagai anggota DPR atau DPD. Atau, sekalian menjadi kepala daerah selaku gubernur, bupati, atau walikota.

Masyarakat awam kembali hanya bisa tercenung menyaksikan orang-orang yang semula tak dikenalnya, tiba-tiba muncul di daerahnya. Siapa mereka itu? Di manakah mereka berkiprah selama ini? Belum tuntas mendapatkan jawaban, orang-orang pusat, eh tokoh- tokoh daerah yang tinggal di Jakarta itu berkampanye dan berjanji akan berbuat ini dan itu demi daerahnya.

Alih-alih menunjukan akar rumputnya, para politisi baru itu sibuk mencari identitas lokalnya. Maka klaim putra daerah pun segera mengemuka. Ada yang berdasarkan kelahiran, keturunan, perkawinan, kepemilikan rumah dan asset, bahkan ada yang sekedar karena punya KTP.

Tentu saja kehadiran mereka tetap berjarak dengan masyarakat di daerahnya. Kehadiran tetap tak tersentuh seperti tak tersentuhnya generasi mereka sebelumnya dalam ikut serta dalam sentralisme kekuasaan. Para pendatang baru ini tetap saja menjadi orang asing bagi sebagian masyarakat di daerahnya.

MASIH ADA GENUINE LEADER

Beruntungnya, memang tak semua tokoh politik local seperti itu. Di samping ada yang mendadak politik local, masih ada ada yang termasuk kategori pemimpin local yang tulen (genuine local leader). Meski sangat langka, sang genuine ini sejak awal bertumbuh dan berkembang bersama masyarakatnya. Ia besar bersama masyarakatnya karena terus-menerus berada di tengah masyarakatnya sejak pagi hingga petang; siang maupun malam. Ia tak tergoda oleh gemerlapnya metropolitan sebagai arena pertarungan kekuasaan sekalipun harus hidup di pulau atau kawasan terpencil. Ia membiarkan naluri politiknya berkembang secara alamiah sesuai dinamika komunitasnya.

Karena selalu berada dalam denyut sosial masyarakatnya, sang genuine menjadi tahu persis apa yang menjadi keinginan warganya. Karena merasa bagian dari masyarakatnya, ia tidak memperlakukan warganya berdasarkan hak pilihnya. Ia menganggap warganya adalah kesatuan sosial yang mesti maju secara bersama-sama. ia tidak memimpin warganya dengan matematika pilkada, tetapi dengan etika politik komunitarian.

Karena genuine, ia menjadikan komunikasi politiknya sebagai alat intervensi sosial dalam kerangka perubahan sosial (social change) bukan sekedar retorika politik demi pencitraan. Sang genuine, sadar betul bahwa perubahan sosial harus dimulai dari pemimpinnya. Karena itu ia secara sukarela menjadikan dirinya sebagai inner agent of change.

Selaku agen perubahan, sang genuine bukan saja secara sengaja memilih informasi yang mampu memberi corak dan arah perkembangan masyarakatnya; melainkan juga mengajak komunitasnya itu berdiskusi dan mengajak mereka terlibat dalam proses pengambil kebijakan serta dalam pelaksanaan dan pengawasnnya.

Oleh karena itu ia sangat dekat dengan masyarakatnya. Kapan saja ia siap berkomunikasi dengan warganya. Inilah yang disebut Mai dan Akerson (2003) dalam buku mereka dengan The Leader as Communicator. Betapa tidak, sebagai pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan warganya, mereka memiliki cirri- ciri berikut seperti digambarkan kedua penulis ini:

  • Komunikasi yang dilakukannya selalu terkait dengan komitmennya pada kehidupan komunitas dan tujuannya
  • Dalam melaksanakan komunikasi, sang pemimpin sadar dan memahami tujuan dan prioritas kehidupan masyarakatnya
  • Sang pemimpin mau dan mampu membantu komunitas mencapai kehidupan yang paling baik.

Karena komitmennya begitu kuat pada masyarakatnya, maka sang genuine akan mendayagunakan komunikasi kepemimpinannya untuk tiga hal utama:

  • Untuk menyatukan komunitas. Melalui komunikasi yang dibangunnya, pemimpin bertindak selaku pembina masyarakat (The Leader as Community Developer)
  • Untuk menunjukan jalan bagi komunitasnya. Dalam kaitan ini pemimpin menjadikan komunikasi sebagai penunjuk jalan (The Leader as Navigator)
  • Untuk memperbaharui tujuan-tujuan sosial. Selaku pemimpin, ia tak puas dengan status quo, selalu berupaya menemukan tantangan baru (The Leader as Renewal Champion) karenanya ia terus menerus berkomunikasi dengan warganya.

THE LEADER AS COMMUNICATOR

Bagi sang genuine leader, berkomunikasi itu jelas sangat penting. Seperti diuraikan Mai dan Akerson, fungsi komunikasi dalam rangka membina masyarakat (The Leader as Community Developer), memiliki arti sebagai:

  • Meaning Maker, pemimpin sebagai pembuat makna. Melalui penyampaian pesan-pesannya, pemimpin menghadirkan makna yang relevan lagi konstruktif untuk komunitasnya. Misalnya, dengan mengatakan bahwa komunitasnya adalah komunitas yang pantang menyerah!
  • Story Taller, pemimpin sebagai tukang cerita. Sudah pasti bukan sekedar cerita, tetapi cerita yang membangun perasaan kebersamaan dalam komunitasnya. Boleh jadi cerita heroik.
  • Trust Builder, pemimpin sebagai pembangun saling kepercayaan. Melalui proses komunikasinya, pemimpin menciptakan rasa saling percaya diantara anggota komunitas. Semua dilakukan demi solidaritas komunitas.

Ketika pemimpin melaksanakan tugas sebagai penunjuk jalan (The Leader as Navigator) komunikasi memiliki arti sebagai:

  • Direction Setter. Sebagai pengatur arah, komunikasi yang dilakukan digunakan untuk menunjukan arah mau dibawa kemana komunitas yang dipimpinnya. Mungkin ia berkata, kita semua ingin jadi masyarakat yang maju dan modern.
  • Transition Pilot. Sebagai juru mudi yang mengantarakan komunitas ke tujuannya, pemimpin mampu menyampaikan pesan kepada komunitasnya bahwa mereka sedang berada di mana dan berapa lama lagi akan sampai tujuan!
  • Linking Agent. Sebagai agen yang menghubungkan dengan pihak-pihak terkait, pemimpin berkomunikasi dengan pihak terkait itu untuk menyambungkan komunitasnya dengan berbagai pihak yang diperlukan untuk kemajuan komunitas.

Tatkala pemimpin berupaya menemukan tantangan baru (The Leader as Renewal Champion), komunikasi memiliki peran:

  • Critic. Pemimpin yang baik ternyata tak cepat puas dengan prestasi yang telah diperolehnya. Ia mengajak komunitasnya untuk mengkritisi apa yang telah dicapainya.
  • Provocateur. Untuk kebaikan dan kemajuan, pemimpin pada waktunya yang tepat diperlukan untuk menjadi provokator bagi timbulnya ide-ide brilian dari komunitasnya.
  • Learning Advocat. Tetapi pemimpin yang arif juga bukan sekedar pandai menciptakan diskusi publik; tetapi member pemberdayaan bagi publiknya untuk kemajuan dan kebaikan.

SEBERAPA GENUINE PEMIMPIN KITA?

Siapapun di antara kita pasti punya pemimpin. Tidak perlu dibilang bahwa sekalipun posisi Anda sekarang adalah pemimpin, sebagai pribadi Anda juga memiliki pemimpin. Pertanyaannya, seberapa genuine kah pemimpin Anda? Sungguh ideal memiliki pemimpin yang genuine!

Uraian diatas, dapat dijadikan tolak ukur kesejatian pemimpin kita masing-masing. Pertama, apakah komunikasi merupakan fungsi yang selalu melekat pada diri pimimpin Anda? pemimpin yang genuine tentu mampu berkomunikasi untuk menyampaikan gagasannya, menggali aspirasi masyarakat kemudian mengolahnya serta menuangkannya ke dalam suatu kebijakan, bahkan melalui komunikasi yang dilakukannya pemimpin niscaya mampu membangun dinamika di tengah komunitasnya.

Kedua, apakah pemimpin Anda pandai berkomunikasi dengan masyarakatnya, dalam berbagai peran sesuai waktu dan tempatnya. Kalau tidak bisa secara lisan, maka bisa melalui tulisan. Jika tak sempat kedua- duanya, bisa mengangkat juru bicara. Oleh sebab komunikasi merupakan hal yang sangat esensial untuk menghubungkan pemimpin dengan masyarkat yang dipimpinnya, maka jangan harap ada keterhubungan di anatara keduanya jika tidak ada komunikasi.

Ketiga, dan inilah yang paling penting: apakah tindakan komunikasi pemimpin Anda selalu menunjukan corak dan arah yang lebih maju untuk masyarakatnya? Apakah tulisan- tulisannya, ucapan-ucapannya, dan pesan-pesan non-vebalnya, member pengaruh pada corak dan arah masyarakat yang dipimpinnya.

Sebagai catatan akhir, tentu saja komunikasi bukan satu-satunya alat yang mesti digunakan oleh pemimpin untuk mengembangkan masyarakatnya. Lagi pula, jika komunikasi digunakan sebagai alat intervensi untuk pengembangan masyarakat ke arah yang lebih maju, maka dalam komunikasinya mesti ada kesesuaian antara kata dan perbuatan dari sang pemimpin tersebut. Bagi sang genuine leader, dengan sendirinya persayaratan ini akan terpenuhi.

mod_vvisit_counterHari ini118
mod_vvisit_counterMinggu ini542
mod_vvisit_counterBulan ini7819
mod_vvisit_counterTotal702796

We have: 1 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.239
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next