Kecantikan selalu menebarkan pesona pada para penikmatnya. Itu benar. Tetapi bila bicara tentang Inspiring Wheel kali ini, kami bisa berkomentar bahwa sosok sebuah CX 7 itu tergantung pada inspirasi para penciptanya.
Tentu saja bukan hanya dihasilkan dari sekedar observasi konsumen mengenai apa yang dipandang cantik oleh mereka akan sebuah dream car. Tetapi hasil observasi itu telah dientaskan dan diimajinasikan sedemikian rupa menjadi platform desain yang realistis bisa diwujudkan men-jadi sebuah bentuk.
CX 7 adalah master piece, sebuah maha karya yang demikian cantik, hasil kolaborasi para perancang yang mencintai kecantikan + kekuatan.
Salut untuk tim Mazda...!

Mazda bukan nama asing di Indonesia. Anda bakal dengan mudah menemukan berbagai jenis Mazda berseliweran di jalan-jalan raya. Tetapi barangkali saat ini untuk menemukan sosok Mazda CX 7 Anda harus benar-benar membuka mata mencarinya. Karena, menurut berita yang dilansir detikOto, Brand and Communication Manager MMI Astrid Ariani Wijana, sosok CX 7 versi 4X4 sejak 2007 sampai 2009 baru terjual sebanyak 300 unit lebih. Tetapi meningkatnya permintaan membuat Mazda Indonesia memutuskan untuk memproduksi CX-7 di Indonesia dengan perubahan penggerak roda dari 4x4 menjadi 4x2. Pasar Indonesia saat ini hanya diladeni oleh Mazda CX-7 4X2. Sementara versi 4X4 hanya untuk pemesanan khusus.
Nah, bagi Anda yang termasuk penikmat visual, jelas si CX 7 bakal lebih mencekat pandangan Anda. Ia tampil lebih cantik daripada varian anyar CRV keluaran Honda atau Escudo anyar keluaran Suzuki ataupun Fortuner milik Toyota. Tetapi barangkali Anda bisa membandingkan dengan Harrier.
Tim pemolek Mazda tidak sembarangan memproduksi consumer car. bukti menunjukkan, deretan produk keluaran Mazda tidak diposisikan sebagai mobil kelas menengah bawah. Tetapi selalu dilansir untuk konsumsi kelas menengah atas. Hanya sedikit dari varian sedan lansiran Mazda yang bisa dibeli oleh pemilik kocek dibawah 200 juta rupiah. Apalagi dengan sosok anyar CX 7 yang dikeluarkan sejak 2007 ini, harus ditebus dengan harga lebih sedikit dari setengah milyar rupiah. Ia dilahirkan sebagai kelas premium untuk pecinta mobil molek.
Hasrat besar untuk melahirkan exotic customer car oleh team Mazda ini pantas dihargai. Di dunia internasional, Mazda CX-7 dianugerahi banyak penghargaan dari industri, termasuk 2007 Best SUV pada RSJ (Automotive Researchers’ and Journalists’ Conference of Japan) Car of the Year. Sejak pertama kali diperkenalkan di dunia otomotif Indonesia pada tahun 2007, Mazda CX-7 telah memenangkan banyak penghargaan, termasuk Best SUV pada ajang Indonesia International Motor Show 2007, dan dua penghargaan lain dari publikasi lokal yang prestisius. CX-7 meraih penghargaan Favourite Medium SUV 4X4 pada penghargaan Autocar Indonesia Readers Choice Awards 2009, sebuah penghargaan tahunan yang digelar oleh majalah Autocar. Dalam kesempatan itu, Yoshinori Nishihara, Presiden Direktur PT. Mazda Motor Indonesia (MMI) beserta tim Mazda berterimakasih pada majalah Autocar dan pembacanya atas terpilihnya Mazda CX-7. “Ketika kami memutuskan untuk memperkenalkan CX-7 di Indonesia, kami menyadari bahwa kunci sukses dalam mengembangkan brand Mazda adalah dengan memperkenalkan produk yang tepat pada saat yang tepat,” jelas Nishihara.
Team perancang memiliki semangat yang sama yaitu keinginan meningkatkan ekspektasi konsumen akan pengalaman mengemudi sebuah kendaraan SUV. CX-7 merupakan SUV yang terpilih, dikarenakan kemampuannya untuk mengantar pengemudi dalam pengalaman Zoom-Zoom yang penuh kebebasan.
Tidak heran bila rekor penjualan CX-7 meningkat signfikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir (2007-2008), dengan peningkatan lebih dari 55%, menjadikannya kendaraan SUV premium 4X4 dengan penjualan tertinggi kedua di Indonesia hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun semenjak perkenalannya pertama kali di Indonesia International Motor Show 2007.
Apa kehebatan si CX 7 ini? Cobalah duduk dalam jok lembutnya dan rasakan sensasinya ketika Anda menginjak pedal gas dengan pelan Anda akan mendengar desis khas suara turbo untuk mesin tipe MZR berkapasitas 2,3 liter. Dengan mesin sekecil itu (relatif kecil bagi sebuah SUV), empat silinder lengkap dengan hembusan turbocharger, intercooler dan Direct Injection Spark Ignition (DISI), si CX 7 sanggup menghadirkan lebih dari 235 HP pada putaran 5000 rpm. Torsinya? 350 NM di kitiran 2.500 rpm. Tidak akan ada tanjakan jalan raya yang tidak sanggup dilahap dan akselerasi anti ngempos. DISI adalah tehnologi computer untuk memberikan sinyal perintah pengiriman bahan bakar bertekanan tinggi langsung ke ruang bakar agar memaksimalkan pembakaran.
Menariknya, sebagaimana SUV exotis yang relatif berbodi tinggi, badan bongsor dan lebar yang mencapai hampir 1.9 meter, Anda tidak akan khawatir dengan gejala rolling. Karena si CX 7 ini telah di tuning dengan suspensi rigid, dan dilengkapi dengan Dynamic Stability Control (DSC).
Seakan sudah menjadi nafas sehari-hari bagi tim Mazda perancang seri CX yang focus pada lini SUV, mereka memberikan aksentuasi kental pada tampilan dan sekaligus performa. Nama CX-7 sendiri diambil berdasarkan strategi penamaan global yang ada di Mazda yaitu kendaraan berjenis crossover SUV menggunakan nama CX, sedangkan core vehicletetap menggunakan nama Mazdadan angka (Mazda2, Mazda3, Mazda5 dan Mazda6). Sport car yang menggunakan mesin rotarydinamai seri nama RX (RX-8), sport car yang bermesin piston menggunakan nama MX (MX5).
Tim kerja CX 7 berani menciptakan si cantik CX 7 dengan garis-garis revolusioner yang membuat saingannya tampak kuno. Di balik meja rancangan, filosofi mereka adalah menciptakan sport car bermodel SUV. Dengan filosofi ini munculah hasil akhir yang merupakan kombinasi kekuatan dan kenyamanan. Motonya adalah berikan rasa ”its fun to drive”. Maka lahirlah interior dengan dominasi warna ganda kontras dan aksentuasi aluminium. Kualitas adalah nomor satu, perhatikan sentuhan kulit di setang kemudi, knob pemindah transmisi. Lingkaran ventilasi, glove box door knob, sandaran tangan di pintu dengan bahan dan pengerjaan kualitas tinggi. Jelas ini membuktikan tim kerja yang penuh perhatian terhadap detail.

Karena si SUV ini bakal dipakai sebagai mobil jalan raya, maka aerodinamik harus dipertimbangkan. Perhatikan bagaimana team kerja mewujudkan kaca depan dengan sudut kemiringan 66 derajat, ini jauh lebih lebih miring dari kebanyakan mobil sport dan satu-satunya di SUV. Tampak sebagai SUV sporty dengan garis mengalir dari A-pillar sepanjang sisi moncong hingga ke ujung depan. Buritan yang menepis hambatan anginpun menjadi perhatian serius. Perhatikan bagaimana susunan atap body yang demikian melengkung sampai ke buritan. Ujung knalpot kembar itu memperkokoh kesan sport. Disain itu membukukan rekor terbaik angka coefficient of drag di kelas SUV medium.
Bagaimana dengan keselamatan penumpang? Ini yang tidak pernah diabaikan oleh tim CX 7. Memanfaatkan sasis unibody, CX-7 tetap menggunakan Mazda Advanced Impact Energy Distribution and Absorption System yang membantu melindungi penumpang dari aneka jenis benturan. Struktur kerangka menggunakan baja berkekuatan tinggi dan koneksi subframe yang membantu menyerap energi benturan. Dengan enam airbag, dan penumpang depan dilindungi dengan pretensioner dan load-limiter. Bahkan tangki bahan bakarpun terlindung dari benturan belakang. Jadi, jika Anda bukan sekedar butuh mobil, maka Anda layak mengemudikan CX 7. Bukankah performa Anda sebagai leader layak diekspresikan oleh hasil kerja team perancang yang hebat? Silahkan Anda putuskan...
Salam Leader
DanG
![]() | Hari ini | 117 |
![]() | Minggu ini | 541 |
![]() | Bulan ini | 7818 |
![]() | Total | 702795 |