Alangkah Lucunya (Negeri ini)

User Rating: / 1
PoorBest 

Alangkah Lucunya (Negeri ini)

”...orang yang berpendidikan yang nyopet itu tidak disebut pencopet, tapi koruptor...”

Hidup dikota besar memang serasa dalam dongeng. Kadang terasa lebih manis dari madu, lebih pahit dari empedu dan kadang terasa begitu berat bagai memanggul bukit. Ada yang katanya tak berpendidikan tinggi tapi bisa kaya raya makmur sejahtera, tapi ada pula yang sudah sarjana tapi tak kunjung dapat kerja. Usaha demi usaha kadang selalu menemui jalan buntu. Nah disinilah kadang manusia tergiur untuk mencari jalan pintas, tak peduli halal atau haram. Mulai dari rakyat jelata sampai pejabat-pejabat yang ’terhormat’ semua bisa tergiur perngkap yang sama.

Hal ini pula yang dirasakan Muluk (Reza Rahardian) seorang sarjana muda yang hampir dua tahun lulus dari bangku kuliahnya namun tak kunjung mendapat pekerjaan yang bisa dibanggakan kepada ayahnya Makbul (Dedi Mizwar). Meski Ia sudah keluar masuk banyak perusahaan untuk melamar namun manis tak kunjung didapat. Sampai akhirnya sebuah pemandangan (yang sebenarnya umum terjadi di kota besar) terpampang didepannya. Muluk mendapati seorang bocah tanggung ,Komet (Angga), yang seenaknya sedang mencopet seorang lelaki tua di pasar dan memergokinya yang akhirnya membawa Muluk pada pekerjaan barunya.

Perjumpaan tak terduga antara Muluk dan Komet membawanya kepada Jarot (Tio Pakusadewo) yang adalah bos para pencopet. Alangkah terkejutnya Muluk ketika tahu bahwa Jarot dengan rapi mengorganisir sejumlah pencopet yang yang hampir seumuran dengan Komet. Tak hanya itu, Jarot ternyata juga membagi-bagi daerah oprasional para copet cilik ini menjadi tiga kelompok copet yang terdiri dari copet pasar, copet mall dan copet angkot. Walau awalnya sedikit kaget dengan apa yang ia lihat dirumah tua yang kumuh yang dijadikan sebagai basecamp para pencopet cilik itu, namun dari sinilah Muluk mendapatkan ide cemerlang untuk para pencopet cilik ini. Berbekal ilmu manajemen yang didapatinya dibangku kuliah ia menawarkan jasa untuk mengelola keuangan para copet ini dengan meminta imbalan 10% dari hasil copetan anak-anak ini.

Hasilnya, Muluk dipercaya untuk mengelola uang hasil ’jerih payah’ mereka. Namun ternyata Muluk punya rencana lain untuk anak-anak ini. Ia membuat program untuk mendidik agar para pencopet itu kelak ’insyaf’ dan tak mencopet lagi. Muluk meminta bantuan dari dua kawannya, yaitu Syamsul ( Asrul Dahlan), seorang sarjana pendidikan yang senasib dengannya (menganggur) yang tiap hari menghabiskan waktunya dengan bermain gaple di gardu Hansip, dan Pipit (Tika Bravani) yang juga sarjana/D3 yang kerjaan sehari-harinya hanya mengikuti kuis di TV. Bertiga mereka memberikan pendidikan agama, budi pekerti, dan kewarganegaraan kepada para pencopet muda tersebut. Tanpa kenal lelah ketiga sahabat ini mencoba mengubah pola pikir bocah-bocah itu agar tidak lagi mencopet.

Mendengar anaknya telah bekerja dibagian SDM (sebagaimana yang diakui Muluk kepada bapaknya) Pak Makbul senang bukan kepalang. Pak Makbul pun segera memberitahu H Sarbini, ayah Rahma, calon besannya. Demikian juga H Rahmat (Slamet Rahardjo), ayah Pipit, ikut senang melihat anaknya sudah dapat pekerjaan dan tidak lagi hanya mengharapkan menang kuis di TV.

Namun suatu hari, alangkah terkejutnya Pak Makbul, Haji Sarbini, dan Haji Rahmat, ketika mengetahui bahwa anak-anak mereka ternyata mendapat gaji dari hasil copet. Kekecewaan mereka tak terbendung,  mereka menangis di Mushola mohon ampun kepada Allah atas kelakuan anak-anak mereka. Ditingah berbagai rintangan yang menghadang, sanggupkah ketiga serangkai itu mewujudkan cita-cita mereka yang mulia? Berhasilkah Muluk, Samsul, dan Pipit mendidik para pencopet itu?

Film ini menjadi sangat menarik bukan hanya karena bintang-bintang besar yang terlibat didalamnya, namun juga karena isi cerita yang sangat berbobot dan bersentuhan dengan realita yang ada. Ditengah fenomena ’jalan pintas cepat kaya’ yang begitu ’digandrungi’ dinegeri ini, film ini niscaya dapat memberikan pencerahan dan harapan. Selamat menonton...

mod_vvisit_counterHari ini117
mod_vvisit_counterMinggu ini541
mod_vvisit_counterBulan ini7818
mod_vvisit_counterTotal702795

We have: 4 guests online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next