“Anda memberi maka anda akan menerima”, ya sesederhana itu memang pola hubungan yang di tawarkan alam semesta ini kepada kita sebagai penghuni diatasnya. Tak terlalu rumit bahkan cenderung sangat sederhana. Namun sayangnya kita kerap melupakan prinsip yang sederhana itu. Kita kerap hanya mengedepankan nafsu untuk ‘mengambil’ tanpa mau memberi kepada alam. Lihatlah betapa banyaknya luka bumi ini akibat ketamakan manusia. Hasil bumi dikeruk tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Pohon-pohon ditebang digantikan ponggahnya hutan beton. Namun dibalik itu semua, sadarkah kita akan sesuatu yang akan kita terima karena ulah kita itu? Siapkah kita menerima akibat dari setiap kerusakan dan keserakahan yang kita lakukan? Karena sesungguhnya dibalik itu semua bahaya mengintai dengan seksama. Bahaya yang dengan tangan kita sendiri kita membuatnya.
Sejak sekolah dasar setiap dari kita diajarkan betapa penting dan vitalnya peran dari sebatang pohon. Mulai dari pohon sebagai ‘dapur nya’ oksigen, filter udara yang menjadikan udara yang kita hirup menjadi layak, hingga fungsi peresapan air hujan. Begitu banyaknya pelajaran yang diberikan tentang manfaat dan kegunaan sebatang pohon hingga kita mampu hafal di luar kepala. Namun seiring kita bertumbuh kembang, banyak dari kita yang seakan ‘lupa’ (atau melupakan ?) peran penting sebatang pohon. Dengan mudahnya kita ‘menyingkirkan’ sebatang pohon untuk sebuah kepentingan yang sesaat. Contohnya terlalu banyak di negeri ini. Atas nama pembangunan pohon-pohon yang berdiri tegak nan rindang meneduhkan digusur untuk dijadikan bangunan. Kita seakan lupa betapa tumbuhan-tumbuhan itu sarat akan manfaat.
Sebatang Pohon dan Segudang Manfaatnya
Dari sebuah penelitian, terungkap sebuah fakta yang sangat sederhana namun sarat makna. Semakin tinggi dan besar sebuah pohon yang tumbuh subur diatas sebuah lahan atau tanah berarti semakin banyak oksigen yang diproduksi, yaitu menghasilkan sekitar 1,2 Kg O2 (oksigen)/pohon setiap hari. Pohon lah yang berjasa mengubah CO2 ,yang bisa menjadi racun bagi tubuh ,menjadi O2 atau oksigen yang sangat dibutuhkan tubuh kita, melalui proses fotosintesisnya. Lantas bayangkan jikalau sejumlah pohon tumbuh subur menjulang disekitar tempat kita tinggal berarti akan semakin sejuk dan banyaknya oksigen yang bisa kita peroleh untuk bernafas.
Sementara dibawah tanah, pohon lagi-lagi memiliki peran yang sangat sentral sebagai penunjang kehidupan dimuka bumi. Maksudnya? Ya, akar-akar pohon yang menjalar dibawah kulit bumi bagai pembulu darah di tubuh manusia ini berfungsi menyerapkan air ke tanah, mengikat butir-butir tanah, mengikat air dari pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan. Singkat kata, akar pohon menyerap air hujan ke tanah sehingga tidak mengalir begitu saja tanpa manfaat. Pohon-pohon lah yang menahan laju air sehingga akan lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah. Menurut penelitian, tegakan hutan yang berdaun jarum mampu membuat 60% air hujan terserap tanah, bahkan tegakan hutan yang berdaun lebar mampu membuat 80% air hujan terserap tanah. Akar-akar pohon lah yang mengikat butiran- butiran air ini dipori tanah dan menjadikannya sebagai cadangan air di musim kemarau, sehingga ketersediaan air tanah tetap terjaga secara berkesinambungan dan menjadikan debit mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi.
Tak cuma itu, akar pohon juga mengikat buti-butir tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan terjadinya tanah longsor. Pohon-pohon dihutan mendaur ulang hujan dan membangun iklim mikro terjaga, kelembaban terkendali dan curah hujan turun.

Dari sedikit paparan diatas, begitu tampak jelaslah betapa umat manusia amat berhutang dan bergantung pada alamnya. Mulai dari udara bersih yang dibutuhkannya untuk bernafas, air yang layak untuk untuk dikonsumsi, hingga benteng pertahanan dari bencana dan lain-lain, semua berkat peran pohon-pohon itu.
Begitu banyaknya manfaat yang lahir dari sebatang pohon bagi kita. Begitu banyak yang diberikan oleh sebatang pohon bagi kelangsungan hidup umat manusia, namun kita kerap ‘memilih’ lupa akannya. Terus menukik tajamnya angka lahan hijau dibumi adalah bukti nyata betapa rendahnya kesedaran dan pemahaman terhadap keberadaan pohon dan manfaatnya. Padahal seperti tertulis diawal tulisan ini, “anda memberi, anda akan menerima”, apabila kita menyanyangi bumi ini maka bumi ini pun akan menyayangi kita. Dan bila kita acuh dan tak acuh pada kelestariannya maka cobalah terka sendiri sedahsyat apa kiranya bencana yang akan kita terima...
*diolah dari berbagai sumber
![]() | Hari ini | 117 |
![]() | Minggu ini | 541 |
![]() | Bulan ini | 7818 |
![]() | Total | 702795 |