Melakukan lobi sungguh bukan sebuah pekerjaan mudah. Tak semua orang memiliki keahlian untuk hal yang satu itu. Apalagi jika yang perlu dilobi adalah pejabat instansi pemerintah, maka dibutuhkan keahlian lebih untuk membuat mereka memahami dan yakin akan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan.
Inilah bidang yang digeluti oleh Exotic Leader kita yang sudah malang melintang dibidang lobi melobi. Kemampuannya dapat dilihat dari kedudukannya sebagai Superintendent Export Import pada sebuah korporasi multinasional terkemuka dunia yang bergerak dibidang pertambangan, PT. Freeport Indonesia. Redia, namanya. Singkat, mudah diingat.
Redia yang memulai karirnya di PT. Freeport sejak tahun 1992, menjelaskan soal pekerjaannya yang banyak bertugas melakukan kegiatan PR untuk untuk urusan perizinan yang terkait dengan export import dari instansi pemerintahan, yang sebagian besar berlokasi di Jakarta. ”Kegiatan lobi yang dimaksud salah satunya adalah bagaimana cara meyakinkan bahwa barang- barang yang akan dibeli, dipakai, atau disewa oleh PT Freeport Indonesia itu adalah barang- barang yang sangat dibutuhkan untuk kegiataan operasional perusahaan di lapangan”, jelasnya. ”Saya menjembatani kepentingan perusahaan dengan pemerintahan dalam arti yang sederhana”.
Tak heran, dengan bidang pekerjaan yang dilakukannya, sosok Redia, demikian dia biasa dipanggil, cukup populer dikalangan instansi pemerintah terkait export import. Redia mengaku pada awalnya ia tak tertarik dengan bidang PR yang kini ia geluti, namun ketika karir membawanya ke posisi sebagai asisten pimpinan yang mengurusi lobi dengan pemerintahan maka ketertarikan itu pun tumbuh. ”Di sinilah saya mulai mengerti bagaimana cara kerja yang baik, bagaimana membuat pelaporan yang baik, bagaimana menghadapi sikap dan sifat berbagai macam pejabat di pemerintahan, bagaimana menjadi tegas tanpa menyinggung perasaan pejabat, bagaimana meyakinkan mereka, dan sebagainya” katanya. ”Pekerjaan ini sangat memacu adrenalin saya” katanya bersemangat.
Redia juga menuturkan cerita suka dan duka yang ia hadapi ketika berhadapan dengan birokrasi pemerintahan menyangkut urusan pekerjaannya. ”Sukanya adalah jika kita bisa meyakinkan kepada para birokrat apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, dan mereka menerima kita dengan tangan terbuka. Apalagi jika bertemu dengan birokrat yang open minded, malahan menambah ilmu saya” ujarnya.
Namun tak selalu berjalan sesuai harapannya. Kadang ia harus berhadapan dengan birokrat yang menutup diri untuk informasi atau susah untuk ditemui dan atau terlalu sering ingin ditemui.”Secara garis besar, birokrasi di Indonesia saat ini juga sudah terbuka dan mempunyai sistem yang terarah. Hanya saja masih ada beberapa birokrat yang pemikirannya masih feodal, masih ketinggalan zaman”, lugasnya.
Antara Karir dan Waktu untuk Keluarga
Redia tidak merasa berat melakukan pekerjaannya. ”Bagi saya, tidak ada hal yang berat dalam menjalani pekerjaan di kantor”. Justru yang terberat yang ia rasakan adalah saat ia harus membagi waktunya untuk keluarga. ”Semakin hari saya semakin menyadari bahwa anak-anak dan suami saya membutuhkan kehadiran saya lebih banyak”, ujarnya.
Menjalankan dua peran sekaligus, sebagai ibu rumah tangga dan perempuan karir, memang penuh tantangan. Butuh mental yang tangguh serta kecerdasan untuk berbagi peran. Redia sendiri mengakui hal ini bahwa apa yang sudah ia capai dalam karirnya tak lain juga adalah berkat restu sang suami.
”Sepanjang waktu untuk keluarga tidak banyak terkurangi” Tegas perempuan dengan senyumnya yang menawan ini.
Karena itu Redia selalu dalam setiap akhir pekan menghabiskan waktunya bersama keluarga tercintanya. Ia dan suaminya saling bahu membahu, saling mengerti menuju hubungan idealnya sebuah keluarga. Dalam hal ini suaminya memahami dan mengerti konsekuensi pekerjaannya. Baik tentang sepak terjangnya yang membuatnya sering berhubungan dengan para birokrat yang nota bene kebanyakan adalah kaum pria atau sering bepergian ke luar kota. ”Pekerjaan mengurus anak juga kami buat mudah” serunya. ”Jika saya yang keluar kota, dia akan mengurus tetek bengek anak dibantu dengan para pengasuh anak, tapi kalau dia yang keluar kota, saya yang mengurus semuanya mulai dari anak sampai pergi ke bengkel jika perlu” ia menjelaskan.
Peran Perempuan
Perempuan, menurutnya memiliki banyak keahlian, mulai dari mengurus rumah, mengurus anak, kantor, bahkan mengurus kegiatan bisnis lainnya. Ia berpendapat bahwa segala sesuatu itu dimulai dari rumah. Jika pasangan mengizinkan istrinya mengaktualisasikan dirinya, pasti akan lebih banyak lagi kemajuan-kemajuan yang akan bisa dilihat. Redia menganggap bahwa media massa kurang menyoroti kegiatan perempuan baik di rumah atau di luar rumah. ”Coba disiarkan bagaimana dan apa yang dilakukan seorang ibu sehari-hari di rumah terhadap anaknya yang juara berprestasi, mulai dari juara oliampade sains, pejabat terkenal atau publik fgur di Indonesia, bagaimana seorang ibu bisa menjadikan anaknya pengusaha yang maju, dan sebagainya” sarannya.
”Perempuan adalah makhluk yang setara dengan laki-laki” tegasnya.
”Bahkan perempuan lebih hebat. Ia melahirkan dan menyusui bayinya sambil terus berkarya dalam dunia profesi”. Redia menyebut kaum perempuan sebagai makhluk yang sempurna, ”Itu sebabnya, mengapa surga ada di bawah telapak kaki ibu” ujarnya.
Laki-laki selalu menjadi pemimpin? Menurutnya itu hal yang biasa, meskipun baginya tidak berarti kepemimpinan laki-laki 100 persen baik. ”Tidak semua pemimpin laki-laki tahu bagaimana seharusnya menjadi pemimpin dan saya tidak setuju pengkultusan laki-laki selalu menjadi pemimpin”.
Ia menambahkan bahwa jika memang perempuan lebih mampu memimpin, kenapa tidak? Sepanjang untuk kepentingan kemajuan organisasi, siapapun semestinya bisa menjadi pemimpin di organisasi itu.
”Kepemimpinan laki-laki is ok, tapi kepemimpinan wanita juga is no problem,” katanya.

Pembelajaran dan Kepemimpinan
Selama menjalani hidup selama ini, Redia mendapatkan pembelajaran bahwa betapa menyenangkan jika bisa berbagi dengan sesama dan bisa ikhlas dengan takdir yang kita terima. ”Berbaik sangka selalu atas takdir Tuhan dan bahwa semua yang kita miliki adalah milik Dia, hak kita hanyalah amalan di dunia” terangnya. Karena itu kepemimpinan yang diterapkannya selalu berpijak pada pembelajaran hidup yang ia dapatkan selalu. ”Kepemimpinan yang saya terapkan adalah bekerja dengan baik tanpa merugikan orang lain, tanpa merugikan perusahaan, dan mencegah melakukan kesalahan semaksimal mungkin, serta menuntaskan pekerjaan mulai dari yang mudah sampai yang sulit, dan dimulai dari sekarang”.
Sosok seorang Redia, exotic leader yang memandang perempuan seksi adalah perempuan yang cerdas, bersahaja, tahu menempatkan diri dan posisinya, peduli terhadap lingkungan sekitar dan mampu menjaga penampilan diri. Jangan tanggalkan senyummu Red…semoga sukses selalu dan terus berkarya.
Salam leader.. Ndy & Sun
![]() | Hari ini | 117 |
![]() | Minggu ini | 541 |
![]() | Bulan ini | 7818 |
![]() | Total | 702795 |