Senyum ramah terpancar dari wanita kelahiran Jakarta, 30 tahun yang lalu ini, di usianya yang semakin matang, bukan hanya pengalaman belaka yang ia reguk melainkan kebijaksanaan yang menyertai hidup dan prilaku budinya.
Kali ini LeadershipPark berkesempatan mengangkat satu lagi tokoh Exotic Leader yang kompeten di bidangnya. Wanita yang memiliki nama lengkap Niken Junia Wulansari memulai awal karirnya sebagai Junior Flight Attendant di PT. Garuda Indonesia selama tiga tahun. Selepas itu pada tahun 2008 wanita cantik ini pun bergabung di PT. Grha 65, Tbk sebagai Marketing Saham. Tidak puas dengan pekerjaan ini Niken kemudian mendapat penawaran jabatan sebagai Executive Secretary and GRO. Berkat ambisinya yang ingin terus maju ia pun kini menggeluti Divisi Operasi Sub. Divisi MICE ( Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) sebagai seorang MICE manager.

Dibalik kerudungnya, Niken sebetulnya adalah wanita yang sangat dinamis, fleksibel dan cepat dalam bekerja. Kepiawaiannya sebagai seorang pemimpin terbentuk dari sebuah pandangan dimana pemimpin itu harus memiliki sifat TUT WURI HANDAYANI yakni sikap mendorong orang- orang yang di asuhnya, berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Lebih dari itu memiliki sikap memimpin, mempergunakan wewenangnya dalam mengarahkan orang lain, dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai suatu tujuan. Sisi kewanitaan yang identik lemah justru ia ubah menjadi keluwesan dalam menghadapi segala permasalahan. Bisa mengayomi dan memberikan bimbingan yang baik kepada para bawahannya.
Ketika LeadershiPark menanyakan model kepemimpinan apa yang ia lakukan, terasa betul bahwa Niken adalah tipe pribadi yang serius dan cekatan. "Dalam memimpin, saya selalu mencoba menilai segala aspek. Namun yang sangat prioritas untuk di jalankan yaitu disipilin, SOP, Terbuka, Team Work, On Time, Kaderisasi, Rewards dan Punishment . Komunikasi dua arah pun memegang peranan penting untuk menopang prioritas tersebut" ujarnya. Apalagi menurutnya MICE adalah bidang Hospitality yang sangat dinamis. Ketika dihadapkan suatu masalah, wanita yang gemar membaca buku ini menyikapinya dengan cara menyadari bahwa setiap masalah yang ada timbul sebagai suatu proses dalam rangka menuju perbaikan dan kebaikan kedepannya. Jadi tidak ada dalam kamus hidupnya untuk tidak menyelesaikan masalah tersebut.
Baginya untuk bisa menjadi pemimpin kita harus memiliki sikap Never Say No! Keyakinan harus selalu ditanamkan didalam hati, jika tidak bagaimana kredibilitas kita akan dilihat oleh mereka ( bawahan) ? Kita juga harus berani Action. Acungkan JEMPOL (IBU JARI) ketika mereka (bawahan kita) melakukan tugasnya dengan baik, dan berikan jari TELUNJUK ketika mereka melakukan kesalahan dan dalam hal memberikan tugas. Show your finger! Tak tanggung – tanggung, Niken kini adalah wanita yang membawahi para Dept. Head yang dipimpin oleh laki-laki . Hal ini dijadikan Niken sebagai suatu tantangan yang menjadikannya terus semangat, menyatu dengan konsep pikiran dari sisi kepemimpinan laki-laki, serta menyamakan pemikiran dalam rangka mencapai tujuan yang baik untuk hasil yang positif bagi perusahaan.
Kesuksesan Niken dalam meniti karir di Menara 165 Convention Centre tak lepas dari pembelajaran hidup yang ia dalami. Walaupun sebagai pemimpin, ia tidak melupakan kodratnya sebagai kaum Hawa. Dengan keluwesan, ia selalu meyakini sikap bekerja dengan hati. Mendalami sisi rohani kepada Sang Pencipta yang memberikannya keikhlasan. Serta niat baik yang ia tanam diawal telah membentuknya menjadi manusia yang dapat menghasilkan cipta dan karya yang bermanfaat bagi kehidupan. Masih terpana dengan uraian yang diucapkan, ia pun menyampaikan mimpinya ke depan untuk menjadi seorang pemimpin dalam usaha yang akan ia bangun sendiri. Niatnya adalah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Mengeksplor dan mengembangkan hasil cipta karyanya secara bebas. Memang terkesan ambisius!
Namun, ketika disinggung bahwa wanita juga sering diidentikan dengan hal yang berkaitan dengan gemerlapnya dunia dan harta. Wanita ini dengan tegas memberikan pandangannya. " Didalam kehidupan, kita dituntut untuk sukses, dan sejahtera namun gunanya untuk menolong orang- orang disekitar kita! Hidup adalah suatu perjalanan untuk menuju suatu tujuan yang mulia, kehidupan yang baik bukan karena berlimpahnya harta maupun tingginya jabatan / kekuasaan, melainkan tujuan yang mulia itu adalah dimana tenaga, hati dan pikiran tersebut berguna untuk orang lain dalam hal kebaikan". Jika seseorang perempuan itu memiliki kekuasaan karena dia memimpin atau dia menjadi pemimpin, itu bukanlah suatu kekuasaan semata, itu adalah amanah untuk berbuat kebaikan membantu orang lain. Alangkah nikmatnya hidup ini, jika selama hidup kita dapat berguna bagi orang banyak bukan?
Sungguh wanita yang memiliki bakat sebagai motivator dan penyejuk jiwa. Gaya bicaranya yang hakiki, sesaat telah memberikan pelajaran bagi kita sebagai pembaca untuk memetik makna yang tersirat. Salam leader! (dya)
![]() | Hari ini | 117 |
![]() | Minggu ini | 541 |
![]() | Bulan ini | 7818 |
![]() | Total | 702795 |