Ketika Hidup Tak Sebatas Mimpi

User Rating: / 1
PoorBest 

Astrid Wiranto

Ketika Hidup Tak Sebatas Mimpi

Hidup itu mengalir laksana air. Tapi, bahkan air pun punya muara sebagai tujuan. Lalu dimana hidup manusia? Mengalir dan membiarkan diri dihanyutkan oleh arus kehidupan yang kian deras? Bila itu sebagai aktifitas, maka dia muncul sebagai aktifisme seumpama robot. Tanpa hati, kehilangan soul, dan senyap tanpa warna. Ketika sebuah kehidupan terarah maka ada jiwa disana. Orang menyebutnya sebagai visi yang dikreasi dari hasil olah pikir dan pengalaman serta pengamatan yang obyektif. Karena visi bukanlah mimpi.

Mata itu begitu bening dan tajam. Bicaranya mengalir deras tanpa kehilangan arah. Sekali dua tawa renyah mengumandang memenuhi ruangan yang tidak bisa dibilang besar. Kami seolah dua sahabat yang lama tak sua. Keramahannya menghempas sela bahwa kami dua orang yang baru pertama kali berjumpa. “Prinsip hidup saya memang flowing tapi tidak sekedar go with the flow, harus punya strategi dan rencana,” ujar Astrid Wiranto, Exotic Leader kita. Prinsip itu begitu erat digenggam ibu seorang anak ini. Tak dinyana, inilah yang membuatnya begitu bersinar.

Kini dia hadir sebagai  product manager di PT Wyeth Indonesia dalam usia 35 tahun. Usia yang begitu muda. Karirnya memang mengkilap. Astrid, demikian dia biasa disapa, mengaku dahulu dirinya memiliki target yang begitu terencana, bahwa diusia sekian dia harus lulus kuliah, lalu harus mampu meraih pekerjaan yang bagus, selanjutnya harus punya gaji yang didambakan. “Untuk mencapai target itu saya punya strategi-strategi dari diri sendiri,” ujarnya. Apa sih strateginya, Mba? “Saya melihat sekeliling untuk melihat apakah kondisi saat ini cocok dengan kondisi saya sekarang?” katanya. Karena itu, lanjutnya, selain punya sisi ambis tapi juga punya sisi nrimo. Ah, kenapa dirimu begitu mengagumkan, Mba? Tak banyak orang yang begitu dewasa dengan berpikir strategic seperti itu.

Lulus dari Universitas Parahiyangan tahun 1992, Astrid Susanto bergabung dengan sebuah lembaga Public Relation dan komunikasi. Itu tak lama. Ketika negara ini diguncang dengan mangkirnya sejumlah bankir untuk bayar hutang. Lalu dibentuklah Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dirinya segera bergabung. “Waktu saya masuk ketua BPPN saat itu Glenn Yusuf,” katanya. Selama lima bulan dirinya dipercaya sebagai PR “klinik bagi bank sakit” ini. Waktu yang banyak berarti karena dirinya didorong untuk banyak belajar tentang dunia PR. Ketika itu BPPN kerap menjadi headline di media-media nasional dan posisinya mengharuskan dia dengan dekat wartawan. “Saya pernah marah besar kepada wartawan salah satu majalah karena dia memuat nama saya padahal saya sudah wanti-wanti untuk tidak dimuat,” katanya.

Selain itu diapun harus extra hati-hati kepada “nyamuk pers”. “Wartawan itu kan pintar mancing komentar jadi saya harus hati-hati,” lanjutnya. Yah, namanya juga cari berita, Mba. Saat dia dipindahkan pada tanggung jawab
lain untuk menjadi  investor relation, Astrid boleh bernafas lega. Betapa tidak dirinya langsung “putus hubungan” para pencari berita. Bidang yang baru ini melarangnya dekat dengan wartawan. “Pada bidang ini banyak rahasia karena ada transaksi, nilai jual, dan segala macam. Maka kalau hal ini sampai ke publik bisa gawat,” lanjutnya.

Detik demi detik berlalu. Menit pun berganti jam tapi suasana kian hangat. Sedikit demi sedikit  nervous ini lenyap. Kehangatan dari setiap kata yang meluncur mampu menetralisir perasaan setiap lawan bicaranya. Panjang “cerita” di BPPN. Dirinya pun merasakan semua petinggi yang pada pucuk di badan ini dari mulai Glenn Yusuf, I Putu Ary Sutta, Cacuk Sudaryanto, Edwin Kawilarang sampai Syafruddin Tumenggung. Disinilah dia merasakan kentalnya perbedaan setiap model kepemimpinan. Apalagi hal itu terkait dengan politik. Ya, ketika itu BPPN menjadi salah satu institusi yang kental dengan tarik-menarik kepentingan politik.

BPPN, sebagai lembaga  ad hoc yang didirikan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1998 untuk mengatasi krisis moneter melalui penyehatan perbankan, akhirnya tutup buku. Astrid lalu bergabung dengan PT Wyeth Indonesia. Pengalaman itu begitu berharga. Rasanya hal ini cocok dengan dirinya. Tanggung jawab yang diemban sangat berat. Sebagai salah satu ujung tombak perusahaan, Astrid dituntut jeli melihat pasar. Tak bosan rasanya diri ini meman-dang setiap senyum yang mengembang. Perpaduan yang nyaris sempurna dari setiap anggota wajah. Yakinlah saat itu Tuhan sedang tersenyum saat mencipta dirinya.

Sebagai  produk manager dirinya dituntut untuk memahamai setiap produk. Penjelasan panjang lebar pun diberikan tentang siapa dan bagaimana potensi pasar, kompetitor, dan langkah jitu strategi yang harus diraih. Bak Yudhistira, sang panglima pasukan pandawalima pada perang Baratyudha, Astrid dengan jeli memaparkan strategi untuk meraih kemenangan. “Intinya kita harus menguasai pasar dan mengenal setiap kompetitor kita. Dari situ kita baru bisa membuat sejumlah langkah,” katanya yakin. “Modalnya kepercayaan diri,” katanya. Seantero nusantara pun dirambah untuk memberikan pelatihan kepada  sales dilapangan, melihat kondisi pasar, atau sekedar memantau peredaran produk. “Yah ternyata sejak awal saya sudah pada bidang marketing untuk  create strategi,” jelasnya. setiap bulan dirinya harus terbang menjelajahi pelosok Indonesia. Namun dukungan orang-orang terdekat membuatnya nyaman. “Suami, orang tua, mertua, kerabat mendukung saya,” ujar penggemar semua warna tapi tidak untuk pink ini.

Pemimpin itu juga mengatur diri sendiri

Kepemimpinan dimata Astrid adalah kemampuan untuk mengatur banyak hal. Dimatanya pemimpin itu tidak harus memiliki anak buah. “Memang akan lebih terlihat kalau memiliki anak buah sebagai sub-ordi-nate, tetapi bagi saya tidak selalu demikian,” katanya. Yang paling penting bagi Astrid seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab terhadap semua hal yang diembannya. “Jadi kepemimpinan itu lebih kepada skill seseorang untuk bisa mengatur dan memiliki tanggung jawab”, katanya. Walaupun saat ini dia tidak memiliki anak buah  on direct  tetapi dia pernah punya sepuluh anak buah saat di BPPN.  Disana dia belajar untuk mampu memberi dorongan pada anak buah dan bisa duduk sama-sama untuk menyelesaikan masalah.

Tak terasa satu jam lebih “kencan” kami berlangsung. Suasana yang begitu hangat sangat terasa menyenangkan bersama perempuan nan cerdas ini. Karena itu tak salah kita menyebutnya sebagai sang exotic. Ah, Mba Astrid dibalik elok rupamu ada kekaguman yang begitu kuat, hadir dihati ini. (lui)

mod_vvisit_counterHari ini117
mod_vvisit_counterMinggu ini541
mod_vvisit_counterBulan ini7818
mod_vvisit_counterTotal702795

We have: 5 guests, 2 bots online
Your IP: 38.107.179.239
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next