Selama ini kita mungkin hanya mengenal kota Jakarta melalui reputasinya sebagai kota megapolitan yang dipenuh sesak oleh gedung-gedung megah, kemacetan yang memusingkan atau sebagai surganya pusat perbelanjaan dan tak ketinggalan mungkin polusinya yang memperihatinkan. Namun pernahkah anda melihat Jakarta yang ‘sesungguhnya’? budaya atau kehidupan masyarakat betawi sebagai penduduk ‘asli’ Jakarta? Nah kali ini saya akan mengajak para Leaders untuk melihat sisi Jakarta yang lain itu. Kita akan menjelajah kesebuah Kampung asli betawi yang mungkin kebanyakan orang Jakarta sendiri tak pernah tahu akan keberadaannya.
Tempat ini adalah Perkampungan Betawi Setu Babakan. Berlokasi di Serengseng Sawah kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, perkampungan ini memang di plot sebagai cagar budaya betawi yang dilengkapi dengan segala hal yang beraroma betawi. Mulai dari seni musik Qasidah, Marawis, Keroncong, gambang Keromong, Lenong dan Gambus dan juga tak lupa macam-macam tarian asli betawi seperti tari Topeng dan Ondel-Ondel. Pokoknya yang berkaitan denan kesenian betawi ada di perkampungan ini.
Dijadikannya perkampungan ini menjadi pusat perkampungan dan cagar budaya Betawi sejak tahun 2000an memang bukan tanpa alasan. Didaerah yang diapit oleh dua buah danau buatan ini, Situ Babakan dan Situ Mangga Balong, memang masih terdapat banyak perkampungan asli Betawi. Tak hanya itu masyarakat disana pun memilih untuk tetap dengan gaya hidup mereka yang tradisional dan sangat sederhana. Sebenarnya konsep ini sangat positif. Betapa tidak mereka tak hanya sekedar menjaga kelangsungan budaya dan tradisi Betawi namun juga turut melestarikan lingkungan hidup dengan tetap menjaga kehijauan lingkungan mereka.

Walau lokasinya tak jauh dari pusat kota Jakarta, namun ketika anda menginjakan kaki disana anda serasa berada di Jakarta masa lalu,dimana tak ada gedung bertingkat atau hutan beton, polusi dan kemacetan. Pokoknya terasa begitu asri dan asli. Disambut dengan Gapura Besar bertuliskan ‘Pintu Masuk I Bang Pitung Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan anda bisa memulai petualangan anda di ’Betawi’. Hamparan rumah berarsitektur khas betawi hingga panggung untuk pagelaran kesenian khas setempat menghiasi isi kampung betawi.
Ternyata tak hanya pagelaran seni yang disuguhkan disana namun ada juga perayaan tradisi seperti upacara pernikahan, sunatan, akekah, hatam quran, nujuh bulan, dan banyak lagi lainnya pada bulan Juli tiap tahunnya. Hmm..benar-benar akan menjadi sebuah pengalaman yang unik.Anda tak hanya bisa tur kampung tapi ada juga wisata air. Ya, keberadaan dua setu atau danau disana dimanfaatkan sebagai salahsatu tujuan rekreasi air. Disana anda bisa memancing atau menyisiri danau dengan menggunakan sepeda air. Dan anda tak usah takut kelaparan karena disana banyak sekali penjual makanan yang tentunya khas betawi. Sebutlah aneka jajanan khas betawi yang anda ininginkan, semua ada disana. Mulai dari soto betawi yang lezat, soto mie, roti buaya, kerak telor, serabi, gado-gado, karedok, rujak begbeg, rujak cuhi, manisan kolangkaling, sayur gabus pucung, Opor dan semur Jengkol, hingga Bir Pletok yang eksotis tersedia di cagar budaya Betawi seluas 165 hektar ini. Sebagai catatan, walaupun namanya bir namun minuman ini bebas alkohol. Minuman penyegar ini terbuat dari bahan dasar rempah-rempah seperti jahe, daun pandan wangi dan serai, jadi dijamin aman dikonsumsi siapapun.

Satu lagi yang tak boleh ketinggalan untuk dicoba adalah wisata agro. Namun jikalau biasanya wisata serupa selalu berada ditengah-tengah perkebunan atau pertanian nan luas, maka beda halnya dengan wisata agro disini. Anda akan diajak memetik buah-buahan tersebut di pelataran rumah-rumah penduduk yang terdapat tanaman-tanama khas Betawi seperti Buni, belimbing, Dukuh, Menteng, Gandaria, Mengkudu, Namnam, Kecapi, Krendang , Durian, Jengkol, Rambutan, Kemuning dan masih banyak lagi. Wahhh...sungguh mengasyikan bukan..

Tak hanya menawarkan keasrian alam dan wisata budaya, wisata model ini pun mampu memupuk rasa kecintaan kepada budaya bangsa, yang tentunya sangat cocok untuk generasi muda yang mulai hanyut terbuai oleh budaya asing dan lupa akan akarnya. Jikalau anda sempat berkunjung kesana maka nisacaya anda akan pulang dengan perasaan senang yang luarbiasa, disamping rasa lelah tentunya karena berjalan-jalan keliling kampung. Tanpa biaya tiket masuk (hanya biaya parkir) anda sudah bisa menjelajah ke atmosfir Jakarta yang begitu berbeda dari Jakarta yang anda kenal. Jadi tunggu apa lagi, ajaklah keluarga, teman serta handai tolan ke Kampung Budaya Betawi Setu Babakan. (Sun)
*(diolah dari berbagai sumber)
![]() | Hari ini | 117 |
![]() | Minggu ini | 541 |
![]() | Bulan ini | 7818 |
![]() | Total | 702795 |