Ketika tersebut nama Bali maka yang pertama terbesit dibenak kita sudah barang tentu adalah hamparan pantai yang menakjubkan, udara yang agak panas atau sinar matahari yang hangat hampir sepanjang tahun. Sebut saja Kebun Raya yang sangat indah dan sejuk, bahkan dinginnya bisa mencapai 10 - 15 drajat Celcius ketika malam hari ?
Kebun Raya Eka Karya adalah nama resmi dari kebun raya ini. Nama Eka Karya memiliki arti sebagai berikut, " Eka " berarti Satu dan " Karya " berarti Hasil Kerja . Jadi " Eka Karya " dapat diartikan sebagai Kebun Raya pertama yang merupakan hasil kerja bangsa Indonesia sendiri setelah Indonesia merdeka. Jadi kebun raya Bogor bukanlah yang pertama, karena kebun raya bogor sendiri dibangun oleh Rafles yang notabena adalah orang asing.
Diresmikan pada tanggal 15 Juli 1959 Kebun Raya Eka Karya memiliki luas sekitar 157,5 hektar atau merupakan yang terluas di Indonesia. Kebun raya ini memiliki koleksi yang bisa dibilang cukup kaya yaitu sekitar 2100 jenis dan 18,000 spesimen tumbuhan yang berasal dari pegunungan kawasan Indonesia timur, meliputi: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Koleksi ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini tak lepas dari usaha eksplorasi yang kerap dilakukan oleh pihak pengelola Eka Karya dengan melakukan pertukaran biji antar Kebun Raya, perbanyakan tanaman dan dari pembibitan komersial. Bahkan koleksi tanaman disana juga ada yang berasal dari luar negeri yang merupakan hasil dari impor secara legal. Diantara tanaman yang menghuni kebun raya ini adalah tanaman penghijauan (Altingia excelsa Noronha., Podocarpus imbricatus, Manglietia glauca Bl., Schima wallichii Choisy, Michelia alba DC., Michelia champaca L., Dysoxylum caulostachyum Miq., dll.), tanaman obat (Alstonia scholaris R. Br., Vitex trifolia L., Mentha arvensis L., dll.) dan tanaman upacara agama Hindu Bali (Hibiscus sp., Jasminum sambac Soland., Cordyline spp., Hydrangea macrophylla Ser., dll.).
Dan tentunya tak ketinggalan adalah beragam tanaman hias (Begonia spp ., Callistemon coccineus F. Muell, Phylodendron sp., Brunfelsia uniflora D. Don., Gerbera jamesonie Bolus, dll.) yang kian mempercantik kebun raya ini. Anda bisa bayangkan betapa beraneka ragamnya tumbuhan yang dimiliki kebun raya Eka Karya.
Walau koleksi pepohonan disana tak sebesar dan sekokoh seperti yang terdapat di kebun raya Bogor namun beberapa pohon yang tinggi menjulang, seperti deretan pohon rasamala, kian membuat kebun raya EkaKarya terasa begitu istimewa.
Salah satu yang membuat tempat ini menjadi begitu luarbiasa adalah koleksi Begonia yang dimiliki Eka Karya. Bahkan kebun raya ini menyandang predikat sebagai pemilik koleksi Begonia terbesar di dunia. Begonia adalah jenis tanaman hias yang memiliki keistimewaan karena memiliki daun yang tidak simetris dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik dan diramalkan akan menjadi salahsatu trend dimasa depan. Lebih dari 200 jenis Begonia alam dan Begonia eksotik telah menjadi koleksi tempat ini. Koleksi Begonia ini tertata dalam sebuah taman yang diberi nama Taman Begonia, dalam sebuah "rumah kaca" seluas 692.35 m2 dengan konsep natural yang dibangun serupa habitat aslinya.
Dari begitu banyak jenis Begonia yang telah dikoleksi, terdapat beberpa jenis yang sangat menarik seperti misalnya Begonia acetosa yang memiliki bentuk daun yang indah berwarna hijau dan permukaan bawah berwarna merah menyala dengan tekstur lembut seperti beludru. Jenis-jenis lain yang termasuk dalam kategori Begonia rex juga mempunyai tampilan daun yang beraneka warna dan sangat menarik seperti hijau muda, hijau tua, hijau menyala, merah, lembayung, keperakan atau kombinasi warna-warna yang indah. Tekstur daunnya juga menampilkan bentuk yang unik misalnya lembut seperti beludru, kasar, berbingkul, mengkerut dan keriting.
Berkat koleksi ini kebun raya Eka Karya kerap dijadikan pusat koleksi dan Pengembangan Begonia terutama di Indonesia.
Posisi kebun raya Eka Karya yang berada pada ketinggian 1250-1450 meter di atas permukaan laut memang menghadirkan sensasi kesejukan tersendiri. Jikalau pada siang hari temperatur udara berkisar antara 17 - 25 drajat celcius maka kondisi yang lebih dingin akan menyelimuti tempat ini ketika malam hari tiba, yaitu sekitar 10 - 15 darjat Celcius, dengan kelembaban 70 - 90%. Sebuah sensasi yang luar biasa bukan, imej Bali sebagai daerah yang hangat lenyap seketika saat anda berada ditempat ini pada malam hari. Anda seperti berada didaerah puncak jawa barat.
Tak hanya kaya akan variasi tumbuhan, Kebun Raya Eka Karya juga tertata begitu elok dan begitu kental akan sentuhan khas Bali didalamnya. Anda akan dibawa menyusuri jalur-jalur yang telah ditata sedemikian rupa agar anda bisa menikmati seluruh pesona kebun raya ini tanpa melewatkan satupun aset yang dimilik tempat ini. Jalur tersebut dibagi menjadi lima yaitu jalur kuning, jalur ungu, jalur merah, jalur biru, jalur Burung. Jalur kuning merupakan jalur terusan dari jalur masuk di gerbang utama. Jalur ini akan membawa anda menjumpai rimbunan pepohonan cemara pandak yang tinggi menjulang dimana Pohon –pohon tersebut juga menjadi inang bagi tumbuhan lain seperti paku dan anggrek. Masih dijalur kuning, anda juga akan melewati bunga bangkai, tanaman pandan, Pura Batu Meringgit, dan dua buah patung yaitu patung Rahwana Jatayu dan Patung Kumbakarna Laga.
Setelah jalur kuning, anda akan masuk ke jalur ungu yang didalamnya terdapat berbagai koleksi tanaman anggrek liar di Indonesia dan koleksi kaktus yang berbunga hampir sepanjang tahun. Dijalur biru kita akan disambut oleh tanaman tradisional yang digunakan masyarakat Bali sehari-hari sebagai makanan, pakaian {serat}, obat, bumbu masak, bahan bangunan, mainan, hingga bahan upacara dan tak ketinggalan berbagai susunan rumah tradisional Bali yang unik. Menyusuri jalur Merah kamu akan mengelilingi taman tumbuhan paku. Dan yang terakhir adalah jalur Burung yang dirancang sedemikian rupa agar kita bisa melihat burung- burung langsung di habitatnya. Pengelolaan yang profesional memang terasa ketika kita singgah disini.
Tempat ini juga menjadi salah satu pusat penelitian keanekaragaman hayati dan konservasinya, yang dilengkapi dengan fasislitas yang cukup komplit. Kebun Raya juga memiliki program pendidikan yang disebut Rute Pendidikan Lingkungan (REPLING) yang terbuka bagi siswa SD, SMP,SMA hingga tempat magang dan penelitian bagi mahasiswa, dosen dan peneliti.
Tak Cuma hamparan tanaman yang menghijau asri serta hawa sejuk yang menjadi daya tarik kebun raya ini. Beberapa objek seperti Candi Bentar, Jalan Ramayana dan juga Pemandangan Danau Beratan menghadirkan kesan megah dijamin akan membuat anda larut dalam rasa takjub. Dan satu lagi, anda tak perlu khawatir kelaparan atau masalah parkir karena dibagian depan terdapat lapangan parkir luas yang di sekitarnya dipadati pedagang makanan dan minuman.
Jadi mulai sekerang ketika anda berkesempatan berkelana ke pulau dewata jangan lupa untuk singgah ke ’surganya’... Kebun Raya Eka Karya...(sunny) *diolah dari berbagai sumber
![]() | Hari ini | 117 |
![]() | Minggu ini | 541 |
![]() | Bulan ini | 7818 |
![]() | Total | 702795 |