Reputasi Kalimantan sebagai paru-paru dunia memang tak perlu dipertanyakan lagi. Potensi alam disana, terutama hutannya , begitu kaya dan tak ternilai. Dan salah satu bagian terindah dari Kalimantan adalah Kota Palangka Raya. Kota yang berada di Kalimantan Tengah ini ternyata menyimpan begitu banyak tempat wisata yang sangat menggoda. Sebut saja Danau Tahai yang memiliki keunikan dengan airnya yang berwarna merah—yang disebabkan oleh akar-akar pohon di lahan gambut. Di sekitar danau Tahai pengunjung disuguhkan oleh pemandangan yang unik, yaitu banyak terdapat rumah- rumah terapung—yang oleh penduduk setempat disebut sebagai rumah lanting. Selain memiliki panorama yang sangat indah, obyek wisata Danau Tahai juga dilengkapi dengan sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap.

Tak cuma Danau Tahai, bagi anda yang gemar bertualang dalam rerimbunan hutan, maka Hutan wisata Arboretum Nyaru Menteng adalah tempat yang anda cari. Arboretum Nyaru Menteng adalah sebuah objek wisata alam yang juga merupakan wilayah konservasi dan penelitian tanaman langka, yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Kelurahan Tumbang Tahay Kecamatan Bukit Batu. Di lokasi ini banyak terdapat koleksi kehutanan dengan berbagai jenis seperti tanaman geronggang, meranti, cemara, dan tampan.
Satu hal yang membuat lokasi hutan wisata ini semakin menarik adalah keberadaan proyek reintroduksi sekitar 200 ekor orangutan di bawah pengawasan kalangan peneliti satwa. Bukan hanya andalan Kota Palangka Raya, Arboretum Nyaru Menteng juga menjadi andalan kepariwisataan Provinsi Kalteng.
Flora dan Fauna yang hidup kawasan ini adalah jenis-jenis yang tumbuh dalam ekosistem hutan rawa. Berdasarkan hasil identifikasi, jenis pohon yang tumbuh di Arboretum Nyaru Menteng dapat digolongkan ke dalam 43 famili dengan jumlah species sebanyak 139 jenis. Bahkan di Arboretum Nyaru Menteng terdapat beberapa jenis tanaman yang tergolong langka seperti Nepenthes raffesiana, N. maxima, N. ampullaria dan N. Gracilis, yang masuk ke dalam jenis Kantung Semar. Beberapa jenis satwa liar yang menjadi penghuni tempat ini antara lain adalah beberapa jenis burung seperti Beo (Gracula religiosa) dan Cucak Rowo (Pyocnonotus zeylanicus). Jenis lain seperti Biawak (Varanus sp), Ular, Monyet dan sesekali masih dijumpai orangutan liar (Pongo pygmaeus), Owa-owa (Hylobates muelleri) dan Tupai/Bajing.
Untuk masuk ke dalam hutan ini anda tak usah khawatir dengan tanah yang berupa gambut yang tergenang air karena sudah tersedia jalan berupa jembatan-jembatan kayu yang mengelilingi areal hutannya. Didalam hutan kita bisa merasakan udara yang sejuk dan masih segar dan juga bisa mendengarkan kicauan burung dan jika beruntung bisa bertemu dengan Uwak-uwak, salah satu jenis kera yang hanya terdapat disini yang juga dilindungi.

Palangka Raya dan keindahan serta kekayaan alamnya memang layak dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di nusantara. Dengan perhatian dan pengelolaan yang sungguh- sungguh dari pihak-pihak terkait niscaya Palangka Raya akan menjelma menjadi magnet pariwisata baru yang mampu menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selamat bertualang....
*Diolah dari berbagai sumber
![]() | Hari ini | 114 |
![]() | Minggu ini | 538 |
![]() | Bulan ini | 7815 |
![]() | Total | 702792 |