Wanita yang akrab disapa ibu Ipunk ini merintis kariernya mulai dari bawah dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. Hasilnya adalah kesuksesan yang kini ia raih. Sebagai seorang pemimpin, ibu Ipunk melihat bahwa kejujuran, ketegasan, disiplin serta professionalitas adalah sikap yang senantiasa harus dipegang oleh setiap pemimpin dalam mengemban tugas-tugasnya. Tak hanya itu, seorang pemimpin harus selalu maximal,total dan menikmati pekerjaannya. Karena hanya dengan itu ia dapat memperoleh hasil yang maximal pula.
Ketika ditanya tentang kendala dalam memimpin, wanita yang memandang pekerjaan sebagai suatu ibadah ini mengatakan bahwa sesungguhnya kendala itu timbul atau hadir dari diri sendiri. Terkadang yang membuat sebuah tugas menjadi tampak lebih berat adalah ketika kita melihat persoalan itu sebagai sebuah halangan besar yang susah untuk dikerjakan atau selsaikan. Jadi semua berpulang kepada diri kita sendiri. Wanita yang suka mengisi waktu senggangnya dengan mengajar kepribadian ini juga begitu dekat dengan karyawannya. Sikapnya yang hangat dan sangat keibuan tak ayal membuat anak buahnya tak segan-segan untuk berbagi cerita dengannya. Ia juga sering memberikan konseling atau brifing untuk meningkatkan motivasi kerja para karyawan. Menurutnya, rasa nyaman sangat dibutuhkan guna mencapai hasil kerja yang maximal. Jadi kenyamanan dilingkungan kerja juga menjadi faktor krusial dalam jalannya sebuah perusahaan. Selain itu para karyawan juga harus mampu memisahkan antara urusan-urusan yang bersifat pribadi dengan pekerjaan, serta selalu berpikiran positif agar tercipta teamwork yang baik. Ia tak segan-segan untuk memberikan pujian kepada karyawan yang berprestasi, dan memberikan teguran bahkan tindakan tegas bila mereka melanggar aturan-aturan main yang berlaku di kantor.
Berbicara tentang emansipasi wanita, ibu dari satu orang anak ini berpendapat bahwa persamaan hak adalah suatu hal yang positf namun tak boleh “kelewatan”. Seorang wanita menurutnya jangan sampai meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita. Karena wanita dan pria adalah tetap dua mahluk yang berbeda dan memiliki kodrat yang berbeda pula. Persamaan itu lebih kepada hak-hak yang lain, seperti pendidikan, hak politik, pekrjaan dan lain-lain. Ditengah kesibukan sebagai seorang corporate leader beliau tetap meluangkan waktu untuk bersama putri semata wayangnya. Bahkan tak jarang ia mengajak putrinya untuk terlibat langsung dalam kesibukannya sebagai pengajar. “Jadi komuikasi antara ibu dan anak tetap terjalin
baik” begitu tambahnya.Tentang kesuksesan dan kegagalan ia berprinsip “siap menerima keuntungan harus siap menerima kegagalan”. ia menambahkan bahwa jangan biarkan kegagalan membuat kita terpuruk dan
meratapinya penuh penyesalan, namun kegagalan itu harus disikapi dengan bijak dan sebaik-baiknya agar kelak tak terjerembab dilubang yang sama. Dan yang terpenting adalah menjadikan kesuksesan sebagai suatu kebiasaan, agar kita selalu terbiasa melakukan yang terbaik dan tak cepat lupa diri atau hanyut oleh keberhasilan yang kita peroleh.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan perbincangan hangat kami hari itu ditutup dengan beberpa kiat yang menjadi pedoman ibu Ipunk dalam merengkuh kesuksesan. “ yakin dan ikhlas”, begitu pesannya untuk para pembaca LeadershipPark.
Terimaksih ibu Ipunk.
(Sunny)