Membius Rakyat dengan ‘Janji-janji Akan’

User Rating: / 0
PoorBest 

Kalau saja Deddy Corbuzier ikut pentas pilkada, barangkali dia akan menang mutlak. Lha bagaimana tidak? Dengan kemampuan sulapnya, seorang Dedy dengan mudah bisa mengarahkan para pemilih untuk mencoblos kertas suara yang ada gambar dirinya. Lha wong Anda yang sedang nonton acara televisinyapun bisa ikut terbius oleh kemampuan sulapnya. Saya sendiri belum pernah mencoba menirukan perintahnya dalam show tv itu untuk membuktikan apakah benar-benar bisa dilakukan sulap dengan transmisi jarak jauh. Yang jelas, seorang Deddy telah membuktikan bahwa kemampuan sulap itu ada, meskipun meninggalkan pertanyaan dalam benak saya apakah Deddy menggunakan metode hipnosis juga?

 

Sulap dan hipnosis berbeda. Kemampuan sulap bisa dipelajari, intinya adalah kecepatan, pengalihan perhatian, dan penguatan. Sementara hipnosis dipelajari dari sisi alam bawah sadarnya. Sulap dan hipnosis ini sedang marak dipelajari. Saya perhatikan begitu banyak iklan- iklan kursus singkat hipnosis untuk golongan-golongan tertentu. Misalnya Clinical Hypnotherapy (Hipnoterapi), Hypno Marketing, Forensic Hypnosis, Stage Hypnosis, Metaphysical Hypnosis dan lain-lain. Hipnotis yang ini barangkali bukan seperti yang sering dikaitkan dengan tindak kejahatan di pinggir jalan.

Yang menarik, apakah kemampuan sulap dan hipnotis itu perlu dikuasai oleh para politisi. Lha kok? Jelas Anda bertanya-tanya. Apa hubungan para politisi dengan sulap dan hipnotis? Katanya, para politisi musti memiliki kemampuan ini untuk menyulap suatu keadaan dan sekaligus membawa rakyatnya ke alam bawah sadar! Wah, wah, wah, barangkali ada benarnya juga.

Mari kita cermati. Berapa kali tokoh-tokoh politik kita mengucapkan kata “akan”? Kata-kata ini sangat sering digunakan dalam promosi aksi sulap dan hipnosis. Sama seringnya kata-kata ini digunakan kaum politisi. Terutama ketika akan dan sedang berkampanye. Ya, jelaslah, lha hanya dalam kesempatan itulah adanya kesempatan untuk melontarkan janji-janji akan. Dan janji-janji akan itu harus dikemas sedemikian rupa dalam bentuk alat-alat komunikasi kampanye, yang targetnya tidak lain untuk membius rakyatnya agar terlena dengan janji-janji akan.

Berapa ratus spanduk dan ribuan poster ditebarkan di sudut-sudut jalan untuk membius rakyat? Coba saja cermati, bagaimana muatan pesan- pesan yang dituliskan. Seratus persen adalah ‘janji-janji akan’. Janji akan perubahan, janji akan pertahankan, janji akan perbaikan, janji akan kesejahteraan. Apakah kemudian ‘janji- janji akan’ itu terwujud? Tidak tahu dan tidak perlu. Biasanya rakyat sudah akan lupa akan janji-janji akan itu.

‘Janji-janji akan’ tadi tidak pernah spesifk. Dibuat secara umum. Dan tentu saja subject to change, bisa berubah sesuai keadaan. Maksudnya, ya lihat-lihat nantilah. Apa yang kemudian muncul dalam pelaksanaannya ya kemudian adalah tawar menawar untuk membuat rasionalisasi yang masuk akal agar ‘janji-janji akan’ itu tidak menjadi signifkan untuk diwujudkan. Tidak usah jauh-jauh mencari contoh. Lihat saja, setelah jabatan-jabatan itu dikuasai, apakah kemudian janji itu terwujud? Mana yang sudah terwujud? Mana yang belum? Mengapa belum terwujud? Adakah ‘janji-janji akan’ yang lain?

‘Janji-janji akan’ ini masih begitu banyak bertaburan dimulut dan telinga kita, dan seolah-olah menjadi obat mujarab atas rasa sakit dengan memberikan harapan. Dan, harus dikemas sedemikian rupa sehingga seolah bak sulap yang bahkan seorang Deddy Corbuzier pun bisa dengan mudah membalik keadaan. ‘Janji-janji akan’ ini telah menjadi budaya yang begitu lengket di telinga dan mata rakyat. Ia mampu menghipnotis rakyat sesaat untuk keluar dari penderitaan mereka dan kembali menabung harapan demi harapan. Tetapi ini khan bukan kesalahan seseorang tetapi juga toh rakyat juga sudah salah bersikap menentukan pilihan. Lagipula rakyat sangat mudah lupa bahwa seseorang telah mengatakan “akan”. Layaknya iklan panadol...sudah lupa tuh.

Jelas, ‘janji-janji akan’ ini layak dipentas kampanye yang didengungkan dikoran-koran atau dipidato-pidato. Dan karena baru berupa “akan” maka tidak ada satupun instrumen hukum yang membolehkan siapapun menagihnya. Seseorang tidak akan dihukum kalau “akan” melakukan sesuatu. Dan seseorang juga hanya bisa mendengarkan seseorang berkampanye mengucapkan akan ini dan akan itu’. Karena nanti bila saatnya rakyat sudah terbius oleh ‘janji-janji akan’, mereka tetap akan memilihnya. Selesailah sudah pentas janji, dan secepat itu juga sudah akan lupa persis seperti apa yang sudah seseorang katakan bahwa ia “akan”.

Taburan ‘janji-janji akan’ bak sulap yang digunakan untuk menghipnotis rakyat. Dan biasanya ditaburkan sedemikian kencang ketika dekat dengan kampanye dan memanfaatkan kejadian-kejadian sial. Contoh paling gampang, begitu sebuah gedung SD ambruk, seperti biasa, disebabkan kualitas yang seadanya, bukan roboh karena bencana, momentum sial ini kemudian menjadi sangat layak dipakai untuk menaburkan ‘janji-janji akan’ oleh para kandidat dengan penuh senyum.

Ya, barangkali ini sebuah peluang baru bagi para wiraswastawan politik. Adanya sebuah ladang baru untuk menjual kursus singkat dan bersertifkat untuk penguasaan teknik sulap dan hipnosis bagi para calon yang akan maju kampanye. Kursus semacam ini mustinya harus dibayar mahal.

Salam Leader!

Danang Girindrawardana

mod_vvisit_counterHari ini111
mod_vvisit_counterMinggu ini535
mod_vvisit_counterBulan ini7812
mod_vvisit_counterTotal702789

We have: 3 guests, 6 bots online
Your IP: 38.107.179.237
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next