Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati dan bertanya-tanya mengapa ada tim yang memiliki performa tinggi dan ada yang biasa-biasa saja. Mengapa bisa terjadi perbedaan yang sering kali mencolok seperti ini? Dalam salah satu hukum kesuksesannya - The Law of Correspondence, Brian Tracy sebagai seorang pembicara dan pembimbing kesuksesan kelas dunia mengatakan bahwa “your outer world is the reflection of your inner world”.
Kita juga sering mendengar sebuah jargon kepemimpinan yang kurang lebih memiliki makna yang sama dengan hal tersebut. “Lead by example!” Sebuah jargon kepemimpinan sarat makna ini memang sering kali kita dengar, akan tetapi sering pula tidak kita hayati maknanya. Kita seringmelupakan bahwa untuk membentuk sebuah tim yang mempunyai performa yang luar biasa, seorang leader terlebih dahulu harus membuat dirinya memiliki performa yang luar biasa. Hal ini terkait erat dengan “karakter produktif” yang harus dimiliki oleh leader tersebut. Tantangannya, sekalipun proses pembentukakarakter adalah sebuah prosesederhana akan tetapi tidak mudah untuk dilakukan, karena proses ini melibatkan pembentukan “kebiasaan” yang semuanya bersumber dakeputusan-keputusan yang diambil dalam tindakan kita.
Pada awalnya saya berpikir bahwa buku ini adalah seperti buku produktivitas pada umumnya, akan tetapi dugaan saya meleset, karena pesan kuat sarat makna di atas inila yang saya tangkap di bab-bab awal buku Beyond Productivity ini. Sugeng juga melengkapinya dengan proses detail mengenai bagaimana mengatasi masalah “internal” di dalam diri kita dan menemukan mentalitas negatif dalam diri kita, diantaranya perasaan merasa sudah tahu segalanya, berprasangka buruk sebelum mencoba dan menjalani perubahan, tidak memiliki rencana lebih lanjut, tidak memiliki kesabaran, tidak antusias, tidak terlibat total, dan tidak merasa harus.
Sugeng bahkan tidak segan memaksa kita melakukan komitmen dan membimbing kita untuk melakukan perubahan yang dapat diterapkan baik untuk diri sendiri maupun untuk tim kerja kita secara selangkah demi selangkah serta membuatnya menjadi sebuah kebiasaan dalam hidup. Sekali lagi, patut kita sadari bagi seorang Pemimpin (leader), “komitmen” juga adalah salah satu nilai penting yang harus kita miliki.
Setelah kita berhasil mengatasi masalah “internal” tersebut dan berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang produktif, buku ini juga membimbing kita untuk menemukan prioritas pekerjaan yang mempunyai nilai tertinggi dan memberikan kontribusi terbesar terhadap perusahaan, kehidupan dan penghasilan kita.
Untuk menentukan pekerjaan mana yang mempunyai nilai tertinggi, Penulis menggunakan prinsip “the law of three” dari Brian Tracy, prinsip pareto 80/20, mempertimbangkan potensi konsekuensi dari aktivitas/pekerjaan kita, menentukan urgent – important, sekuens/urutan pekerjaan, dan menggunakan metode zero based thinking. Untuk lebih melengkapi buku “Beyond Productivity” ini, Sugeng juga membeberkan rahasia bagaimana agar kita dapat bekerja lebih cepat, lebih baik, dan lebih berkualitas.
Apabila Anda siap untuk menjadi seorang pemimpin yang berperforma tinggi dan memenuhi peran Anda sebagai “leader” dalam mewujudkan tim yang berperforma tinggi, buku ini layak dibaca dan dijadikan panduan. Penulis sudah membuktikannya, bagaimana dengan Anda? Selain itu, Sugeng juga mengajak kita untuk turut membantu mewujudkan impian dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu melalui royalti dari buku ini yang didonasikan untuk mereka. Dengan membeli buku ini, berarti anda juga telah ikut serta menyumbang untuk anak-anak tersebut.
![]() | Hari ini | 111 |
![]() | Minggu ini | 535 |
![]() | Bulan ini | 7812 |
![]() | Total | 702789 |