INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2011

User Rating: / 0
PoorBest 

Pelaksanaan Undang- undang Nomor 32 Tahun 2004 yang berkaitan dengan otonomi daerah menimbulkan konsekuensi bertambahnya kewenangan pemerintah daerah sebagai akibat dari pelimpahan urusan (wewenang) yang semula dilakukan oleh pemerintah pusat kemudian dialihkan kepada pemerintah daerah. Kebijakan otonomi daerah ini pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan yang luas bagi daerah untuk membangun struktur pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan responsif terhadap kepentingan masyarakat luas; membangun sistem pola karir politik dan administrasi yang kompetitif; mengembangkan sistem manajemen pemerintahan yang efektif; meningkatkan efisiensi pelayanan publik di daerah, serta meningkatkan transparansi pengambilan kebijakan dan akuntabilitas publik.

 

 

Berkaitan dengan upaya pengelolaan pemerintahan yang lebih baik atau upaya mewujudkan good governance sebagai faktor dominan pendukung keberhasilan otonomi daerah, menurut UNDP minimal ada enam elemen yang menunjukan bahwa suatu pemerintahan memenuhi kriteria good governance, yaitu :

1. Competence, artinya bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah harus dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas dan kompetensi birokrasi. Untuk itu, setiap pejabat yang dipilih dan ditunjuk untuk menduduki suatu jabatan pemerintahan daerah harus benar-benar orang yang memiliki kompetensi dilihat dari semua aspek penilaian, baik dari segi pendidikan/ keahlian, pengalaman, moralitas, dedikasi, maupun aspek-aspek lainnya;

 

2. Transparancy, artinya setiap proses pengambilan kebijakan publik dan pelaksanaan seluruh fungsi pemerintahan harus diimplementasikan dengan mengacu pada prinsip keterbukaan. Kemudahan akses terhadap informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif mengenai penyelenggaraan pemerintahan oleh birokrasi daerah merupakan hak yang harus dijunjung tinggi;

 

3. Accountability, artinya bahwa setiap tugas dan tanggung jawab pemerintahan daerah harus diselenggarakan dengan cara yang terbaik dengan pemanfaatan sumber daya yang efisien demi keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, karena setiap kebijakan dan tindakan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan ke hadapan publik maupun dari kacamata hukum;

 

4. Participation, artinya dengan adanya otonomi daerah, maka magnitude dan intensitas kegiatan pada masing-masing daerah menjadi sedemikian besar. Apabila hal tersebut dihadapkan pada kemampuan sumber daya masing-masing daerah, maka mau tidak mau harus ada perpaduan antara upaya pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan demikian pemerintah daerah harus mampu mendorong prakarsa, kreativitas, dan peran serta masyarakat dalam setiap upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan keberhasilan pembangunan daerah;

 

5. Rule of Law, artinya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah harus disandarkan pada hukum dan peraturan perundang- undangan yang jelas. Untuk itu perlu dijamin adanya kepastian dan penegakan hukum yang merupakan prasyarat keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah

 

6. Social Justice, artinya penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam implementasinya harus menjamin penerapan prinsip kesetaraan dan keadilan bagi setiap anggota masyarakat. Tanpa adanya hal tersebut, masyarakat tidak akan turut mendukung kebijakan dan program pemerintah daerah.

 

Dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat, pemerintah daerah melakukan berbagai terobosan atau inovasi program dan kebijakan. Inovasi yang dilakukan pemerintah daerah ini memiliki beberapa alasan atau pertimbangan. Pertama, inovasi bisa muncul dari adanya pemikiran baru atau dari kajian terhadap sesuatu fokus yang berhubungan dengan kepentingan. Pemerintahan daerah juga menghadapi adanya tuntutan internal dalam organisasi itu sendiri, misalnya: inefisiensi pengelolaan anggaran, ketidakpuasan pelaku birokrat dalam hal peningkatan kesejahteraan, sistem renumerasi, sistem jenjang kepangkatan, mekanisme promosi jabatan yang lebih adil, ketersediaan sumber daya alam yang besar atau kecil. Selain itu pemerintahan daerah pun bisa menghadapi tuntutan eksternal, misalnya bersaing dengan daerah lain dalam hal mendatangkan investasi, menghadapi tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan publik, tuntutan transparansi kebijakan, tuntutan terlibatnya stake holder yang lebih luas, dan berbagai peraturan perundang-undangan yang musti disikapi dengan arif.

 

Inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah ini dapat dilaksanakan dalam tataran proses-proses pembentukan dan pelaksanaan kebijakan serta dalam tataran teknis penyelenggaraan pelayanan publik. Beberapa kategori inovasi pemerintah daerah tersebut terdiri dari: Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Pelayanan Publik, Pemberdayaan Masyarakat ̧ Peningkatan Daya Saing Daerah.

 

Kreativitas dan inovasi ini diwujudkan dengan melihat karakteristik potensi, peluang, tantangan dan kekuatan daerah yang dijalankan dalam koridor NKRI sesuai dengan kebijakan agenda pembangunan nasional dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, sehingga mendorong kepala daerah agar terus melakukan inovasi di daerah masing-masing.

 

Kebijakan otonomi daerah ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang baik, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Oleh karena itu, masyarakat senantiasa berharap agar pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan publik yang lebih baik, pemberdayaan masyarakat yang lebih meningkat, dan daya saing perekonomian daerah yang terus meningkat. Hal ini dapat diwujudkan melalui kreativitas dan inovasi pemerintah daerah. Dalam kenyataannnya, banyak pemerintah daerah yang melakukan upaya inovatif dalam berbagai bidang penyelenggaraan pemerintahan daerah.

 

Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah daerah yang memiliki program inovasi sebagai salah satu bentuk pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan Pasal 219 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

 

Pemberian penghargaan ini didasarkan pada upaya untuk memotivasi pemerintah daerah agar senantiasa mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat.

 

Dan akhirnya, mengingat daya tampung di Majalah Kepemimpinan LeadershipPark ini yang begitu terbatas, tetapi kami melengkapinya di majalah online kami di www.leadership-park.com. Harapan kami, kajian mengenai innovator daerah ini bisa mendorong munculnya inovasi-inovasi di daerah lain dan terus menjadi lebih baik sehingga percepatan pembangunan kesejahteraan bisa terwujud.

mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterMinggu ini1184
mod_vvisit_counterBulan ini6666
mod_vvisit_counterTotal673867

We have: 3 guests, 3 bots online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: Feb 23, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next