Keberadaan Mokhamad Muslikh Abdussyukur memang tak dapat dipisahkan dari segudang prestasi yang kini direngkuh oleh Kota Sukabumi. Figurnya yang mengayomi, diakui mampu membimbing seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bekerjasama membangun dan menjaga situasi aman, damai dan nyaman di Kota Sukabumi. Mokhamad Muslikh Abdussyukur dengan sabar berusaha merajut setiap helai komponen masyarakat Sukabumi yang memiliki berbagai macam latar belakang agama, kultur dan budaya yang berbeda. Pembawaannya yang tenang dan berwibawa namun tegas juga cerdas terbukti mampu mengangkat harkat dan martabat daerahnya tak hanya di wilayah Jawa Barat namun harum hingga kancah nasional.

Ia adalah tipikal pemimpin yang tak segan-segan untukberbaur dengan masyarakat. Mulai dari jajaran aparatur pemerintahan, kalangan pengusaha hingga tingkat akar rumput terbawah. Semuanya ia rangkul tanpa membeda-bedakan status sosial. Hal ini tak ayal kian mendekatkannya dengan jajaran aparaturnya dan masyarakatnya yang menjadi kekuatan tersendiri bagi aparat Pemkot Sukabumi menggerakan roda pembangunan bersama dengan masyarakat. Dengan kata lain ia sukses memberdayakan segenap jajarannya untukmemberi pelayanan yang terbaik bagi rakyat Kota Sukabumi.
”Kita dalam bekerja serta melayani masyarakat harus sesuai dengan koridor dan peraturan yang ada, sehingga semuanya dapat berjalan dengan tertib dan lancar”, begitu senantiasa wejangannya kepada seluruh aparatur pemerintahan disana. Kepekaan dan kejeliannya jelas terlihat dalam setiap kebijakan yang ia gulirkan bagi rakyatnya. Kartu bebas biaya sekolah dan program penuntasan rehabilitasi gedung sekolah serta program-program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk rakyat adalah bukti betapa seorang Muslikh Abdussyukur memang memiliki kriteria sebagai pemimpin yang aspiratif. Tak heran bila Kota Sukabumi begitu mencintainya.
Dibawah kepemimpinannya Kota Sukabumi bertransformasi menjadi sebuah ”kekuatan” baru di level nasional. Tingkat kesejahteraan masyarakat terus membumbung naik. Indikasi ini dapat terlihat dari pendapatan rata-rata penduduk kota Sukabumi yang sudah mencapai Rp 600.000 per bulan atau sekitar 2 USD per hari atau jauh lebih besar dari kategori miskin yang ditetapkan dalam MDGs yaitu dibawah 1 USD perhari. Sebuah capaian yang sangat mebanggakan. Tak salah rasanya bila antrian penghargaan ditujukan kepada dirinya dan daerah yang ia pimpin. Banyaknya praktisi pemerintahan daerah yang datang dan berguru kesana adalah bukti konkrit betapa kebijakan yang ia gulirkan tergolong inovatif dan bermanfaat bagi rakyat banyak. Berkat inovasinya itulah ia kerap dianugrahi berbagai macam penghargaan, salah satunya adalah Satya Lancana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Ditengah dahaga negeri ini akan pemimpin yang berkualitas, kehadiran sosok seperti Muslikh Abdussyukur ibarat oase dipadang gersang. Begitu menyejukan. Sesejuk atmosfir udara Kota Sukabumi.
![]() | Hari ini | 53 |
![]() | Minggu ini | 1184 |
![]() | Bulan ini | 6666 |
![]() | Total | 673867 |