Drs. H. Parhan Ali, MM Bupati Bangka Barat
Disebuah sudut di Kampung Ulu Muntok, Bangka, Parhan Ali lahir dan menikmati masa kecilnya, jauh dari hingar bingar kehidupan kota. Bermain kesana kemari bersama kawan-kawan sebayanya dipulau yang masyur akan keindahan dan potensi alamnya itu. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah ia habiskan didaerah asalnya itu. Namun ada satu hal yang membedakan ia dan rekan- rekannya kala itu yang membuat seorang Parhan Ali memiliki nilai lebih dimata orang-orang, semangat nya yang membaja! Ya, ketika teman-temannya yang lain melanjutkan ke sekolah menengah atas di daerahnya, Parhan kecil lebih memilih melanjutkan sekolahnya di Bandung. Hal ini terdengar cukup berani, karena berarti ia harus memulai segalanya dari awal lagi disebuah daerah yang sangat jauh dari tempat asalnya. Namun itulah Parhan Ali, semangatnya yang luar biasa membuat rintangan sebesar apapun tak kan mampu menghalangi niatnya untuk menjadi lebih baik. Disebuah sudut di Kampung Ulu Muntok, Bangka, Parhan Ali lahir dan menikmati masa kecilnya, jauh dari hingar bingar kehidupan kota. Bermain kesana kemari bersama kawan-kawan sebayanya dipulau yang masyur akan keindahan dan potensi alamnya itu. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah ia habiskan didaerah asalnya itu. Namun ada satu hal yang membedakan ia dan rekan- rekannya kala itu yang membuat seorang Parhan Ali memiliki nilai lebih dimata orang-orang, semangat nya yang membaja!
Ya, ketika teman-temannya yang lain melanjutkan ke sekolah menengah atas di daerahnya, Parhan kecil lebih memilih melanjutkan sekolahnya di Bandung. Hal ini terdengar cukup berani, karena berarti ia harus memulai segalanya dari awal lagi disebuah daerah yang sangat jauh dari tempat asalnya. Namun itulah Parhan Ali, semangatnya yang luar biasa membuat rintangan sebesar apapun tak kan mampu menghalangi niatnya untuk menjadi lebih baik.
Hidup harus punya target perubahan, seperti itulah ungkapan paling tepat menggambarkan semangat hidup dari Parhan Ali. Karena setiap kesuksesan itu memang tidak dicapai dalam waktu sehari melainkan butuh proses dan di dalam proses ini harus ada target pencapaian.
Setamat SMA ia melanjutkan ke Akademi Akuntan Pajak di kota yang sama. Kerja kerasnya di Bandung terbayar ketika ia memperoleh predikat sebagai lulusan terbaik ditempat ia menuntut ilmu dan ia pun diterima bekerja di Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan. Jalan terang kian terbuka untuknya ketika ia diberi kesempatan untuk memperdalam ilmu akuntan-nya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan mampu lulus dan memperoleh gelar S1 nya dengan predikat yang sama, yaitu lulusan terbaik. Tak hanya puas dengan gelar S1 yang telah ia kantongi, ia pun melanjutkan sekolahnya di IPWI Jakarta dan memperoleh gelar S2 (master).
Setelah 33 tahun mengabdi di Departemen Keuangan, hati kecil seorang Parhan Ali tergerak untuk kembali ke kampungnya dan membangun daerahnya yang ia cintai itu. Ya, walaupun telah mengecap keberhasilan di Ibukota tak membuat Parhan lupa akan asal usulnya. Pada Oktober 2002 Ia memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan berpindah tugas kembali ke Bangka Belitung. Dan akhirnya pada 2005 suami dari Ny. Annisa Hadidjah ini dipercaya rakyatnya untuk mempin Bangka Barat, melalui proses pemilihan pilkada langsung bupati yang pertama.
Mengabdi untuk Kesejahteraan
Menjadi Bupati bukan berarti puncak dari segala-galanya bagi ayah dari empat orang anak ini. Justru itu berarti ia memulai dari awal lagi sebuah kerja untuk mewujudkan mimpinya, yaitu mengabdi dan menghadirkan kesejahteraan bagi dikampung halamannya. Hal itu bukanlah perkara mudah bila mengingat Bangka Barat memang benar- benar baru saja ’lahir’ sebagai hasil dari pemekaran, pada tahun 2003 yang lalu. Tugas yang tak mudah menanti dihadapannya. Mulai dari SDM yang masih rendah, alam yang tereksploitasi dan rusak dan juga kondisi perekonomian yang kurang bergairah. Namun semua itu tak menyiutkan nyalinya. Seluruh pikiran dan waktunya ia curahkan untuk menyelsaikan tugas-tugas itu.
Kini, perlahan namun pasti mimpi-mimpi itu mulai tampak menjadi nyata. Bangka Barat menggeliat menuju masa keemasannya. Denyut pembangunan terasa hampir diseluruh penjuru Bangka Barat. Cita-cita mewujudkan Kabupaten Bangka Barat yang sejahtera melalui pemerintahan yang amanah dengan peningkatan kualitas masyarakat serta memberdayakan semua potensi daerah secara arif dan berwawasan lingkungan mulai terwujud. Kualitas SDM mulai merangkak naik, tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat mengalami kemajuan yang membanggakan. Sektor ekonomi kian bergairah dan pendapatan asli daerah pun terus meningkat. Dan yang terhebat adalah, pengolahan dan pemanfaatan SDA dilakukan dengan arif dan bijaksana sehingga tetap terjaga kelesetariannya, hal yang jarang dijumpai sebelumnya.
Prinsip Agama dan Kejujuran
Ada sisi lain yang mewarnai dan memberi pengaruh sangat mendalam dari sosok dan kepemimpinan Parhan Ali, yaitu penghayatannya terhadap filosofi hidup yang telah dipegangnya. Dirinya sangat kuat memelihara sikap memuliakan orang tua, guru, pemimpin yang bijaksana dan sahabat atau teman, memiliki kekuatan besar dalam menentukan jalan hidup seseorang. Empat hal inilah yang selalu dijungjung tinggi olehnya.
Dalam berumah tangga, Parhan Ali selalu menganggap bahwa anak-anak merupakan amanat Allah SWT dan orangtua memegang peranan penting di dalam pembentukan jati diri seorang anak, selain ada pengaruh dari lingkungannya. Prinsip bahwa anak merupakan amanat Allah SWT ini dipegang teguh oleh Parhan Ali. Bersama istri tercintanya, Ny. Annisa Hadidjah anak-anak mereka diberikan pendidikan sejak dini, khususnya akhlak.
Sedari kecil anak-anak di keluarga ini diperkenalkan dengan tuntunan agama yang benar, nilai kejujuran dan harga diri yang baik. Suasana demokratis juga diterapkan Parhan Ali bagi anak-anaknya. Anak tidak hanya diperintahkan mendengarkan perkataan orangtua, melainkan anak diajak untuk berkomunikasi. Hampir semua keputusan keluarga ini merupakan hasil dari diskusi dan perdebatan antar keluarga.
Diakuinya, kunci sukses seorang pemimpin adalah keteladanan, yang juga datang dari kehidupan keluarga. Sebagai kepala keluarga, peran ganda yang sekaligus sebagai Bupati dapat dipentaskannya dengan apik. Menanamkan sikap saling menghargai, mempercayai dan pengertian adalah sisi indah wujud sukses kepemimpinannya selaku kepala keluarga. Dia memerankan bahwa selaku Bupati dirinya tak hanya milik keluarga tapi juga milik masyarakat. Terlepas kekurangan dan kelebihannya, Parhan Ali selalu berusaha untuk berbuat untuk mencapai hasil yang maksimal
Bertumpu Semangat Perubahan
Sebagai seorang Bupati Bangka Barat, Parhan Ali tidak memikirkan persoalan penghargaan yang diterimanya. Baginya lebih penting Bangka Barat Maju dan rakyatnya sejahtera. Atas kerja keras, semangat dan kecintaan terhadap Bangka Barat, Parhan Ali meraih penghargaan Piala Adipura (2009), Satya Lencana Karya Satya (2006), penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Departemen Keuangan RI Berkat penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sektor Pedesaan dan Perkotaan Tahun 2007 yang melampaui target, serta penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2009 dari Menakertrans.
Perjalanan panjang kehidupan telah dilakoni Parhan Ali. Ada satu masa berisi kenekatan memperjuangkan hidup rakyat Bangka Barat, sementara lainnya berisi kegetiran menghadapi kenyataan pahit, kebingungan menentukan langkah dan kepasrahan menghadapi kegagalan. Ada kesedihan tetapi tidak berkepanjangan dan justru ada harapan mendapatkan kemenangan dan kegembiraan setelah meraih sukses. Takdir seseorang tidak dapat dipastikan, mutlak di tangan Allah Yang Maha Kuasa. Tampaknya dititik inilah takdir Parhan Ali selalu hadir, berada dan bersama rakyat Bangka Barat.
Tidak takut pada kegagalan bertumpu pada semangat perubahan mensejahterakan rakyat Bangka Barat seperti itulah, kata kunci dari keberhasilan yang sekarang diraih Parhan Ali saat ini. Justru tantangan itu harus dijadikan peluang. Karena kegagalan dan tantangan itu merupakan bagian dari proses mencapai keberhasilan.
Inilah sosok Bupati Bangka Parhan Ali, kerja keras yang selalu diiringi doa adalah prinsip yang selalu dianutnya. Putra asli Bangka berniat tuk terus mengabdi dan mewujudkan Bangka Barat yang sejahtera bersama seluruh elemen masyarakat yang ada.