Memang tidak mudah bagi sebuah tim untuk dapat selalu menunjukan “high performance” mereka. Keberhasilan dan kegagalan hanyalah dipisahkan oleh sebuah lapisan tipis. Tetapi tim tidak mampu menembus lapisan tipis itu. Sebuah kegagalan tim dapat berdampak tinggi dan perusahaan harus membayarnya dengan mahal.
Tetapi, faktor kepemimpinanlah yang paling dominan untuk mewujudkan keberhasilan tim kerja atau membentuk serangkaian alasan untuk membangun kegagalan tim.
Belajar dari Kim Kanaga, seorang maha guru bidang Leadership, ia mengatakan ”Permulaan yang bagus dapat menciptakan perbedaan diantara tim, terkadang perbedaan itu bisa baik atau tidak”.
”Sebagai leader, tugas Anda adalah membuat team work. Para anggota yang terdiri dari bermacam-macam keahlian, pengalaman dan gaya mereka, harus mampu Anda letakkan dalam sebuah kerja sama dan merumuskan satu tujuan yang sama. Dengan cara ini, Anda dapat mengatur tim tersebut untuk masa depan yang sukses.” Kata Kim Kanaga.
Mengatur tujuan - tujuan yang baik Banyak penelitian mengindikasikan bahwa ketidakjelasan tentang maksud dari tim merupakan penyebab utama dari kegagalan dan masalah tim. ”Untuk memperoleh tujuan sebuah tim terutama dibentuk dari rapat
pertama antara Anda dengan tim.” Pesan Kanaga.
Kanaga menambahkan lebih lanjut, “Selama proses – proses pengaturan tujuan dan misi, anggota mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang lingkungan kerja dan dapat mempercayai diskusi terbuka itu untuk memahami isu –isu strategi tingkat tinggi. Investasi waktu leader secara pribadi dengan membuat dialog dapat memperkuat kontribusi masing-masing anggota dan menjadi komitmen untuk bekerja sama.”
Berikut membantu Anda melakukan analisa sederhana mengenai performa tim kerja Anda.
Tim dengan Perform yang tinggi
- Tim mempunyai misi yang jelas dan memiliki komitmen tinggi.
- Anggota tim dilibatkan dalam pengaturan tujuan dan sasaran.
- Anggota dapat mengerti tentang target dan tujuan tim.
- Anggota sepakat dengan target atau tujuan yang akan dicapai.
- Tujuan – tujuan tim merupakan tantangan dan dapat dicapai secara nyata
Tim dengan perform yang rendah
- Tim tidak tahu kenapa mereka harus bekerja sama.
- Anggota tim tidak memberikan masukan atas tujuan – tujuan dan sasaran tim.
- Tujuan dan target tim tidak jelas sehingga anggota tim tidak dapat memahami tujuan atau target tim.
- Tujuan dianggap hal yang mustahil dapat diraih dan tidak memiliki nilai tantangan
Menjelaskan tanggung jawab dan tugas – tugas
Siapa yang dapat bekerja secara tim? Jawaban dari pertanyaan itu penting sekali untuk kesuksesan
perform dari tim. Menjelaskan tanggung jawab dan tugas–tugas dapat menghapuskan asumsi–asumsi, ketidakjelasan dan konflik
Tim dengan Perform yang tinggi
- Tugas – tugas memiliki definisi yang jelas dan tidak tumpang tindih.
- Tugas dan peraturan dapat dimengerti dan anggota tim berperan sebagai supporter.
- Angota tim dapat mendefinisikan pertanggungjawaban dengan jelas untuk tugas – tugas yang pokok.
- Anggota tim dan leader dapat menerima komunikasi yang baik dan dapat menolong satu sama lain.
Tim dengan perform yang rendah
- Tugas – tugas hanya sedikit yang didefinisikan.
- Anggota tim menghabiskan banyak waktu hanya untuk perselisihan kekuatan dan kewewenangan. Sehingga tugas pun kurang lengkap terselesaikan.
- Anggota tim tidak merasakan adanya tanggung jawab atas tugas-tugas yang spesifik.
- Anggota tim menolak untuk menerima keadaan saling ketergantungan dan mereka bersikap semaunya.