Mengelola Si Negatif dalam Tim Kerja!

User Rating: / 1
PoorBest 

Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor atau Team Leader adalah otoritas. Anda memiliki otoritas itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itulah Leadership. Masalahnya adalah, ketika Anda menemui satu orang dalam tim kerja yang terjangkit virus negatifitas, Anda tidak bisa serta merta memaksanya untuk mengubah sikap mereka. Lantas, bagaimana cara Anda melakukannya? Itulah karya seni 'Leadership Anda'.

Jika ada satu karyawan yang penuh negatifitas akan mengakibatkan seluruh tim kerja keracunan. Negatifitas adalah salah satu virus berbahaya yang bakalan menyedot motivasi, menyandera energi positif dan akhirnya membuat tim kerja itu jatuh sakit tanpa mereka sadari.

Virus negatif bisa amat sangat berbahaya bagi tim kerja.

Anda, sebagai manajer atau supervisor yang berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi perilaku ini. Jika kebetulan Anda belum memiliki pengalaman untuk mengidentifikasi ini, maka pelajarilah dengan segera. Soalnya, dengan memiliki kemampuan mengidentifikasi perilaku negatif, bisa mempermudah Anda mengambil tindakan penting sebelum virus negatif ini menjangkiti seluruh anggota tim kerja.

Mengabaikan negativity bagaikan memelihara benalu di taman. Anggota tim kerja yang terjangkit virus negatifitas bisa dikenali dengan mudah. Ia barangkali bukan pemalas, karena record kehadiran di kantor cukup baik, tetapi masalahnya itu lho, ia hadir di pekerjaan dengan muka lebih banyak ditekuk. Sangat menyedihkan.

Lantas bagaimana mengelolanya?

Para Leader, sebelum saya sharing dengan Anda mengenai bagaimana mengelola orang yang terjangkit virus semacam ini, perhatikan dulu hal ini: bagaimana mengidentikasi atau menemukan ciri-ciri orang negatif? Gampang. Contoh:

Ia lebih sering tampil letoy, tampak tidak mau menunjukkan gairah kerja.

Dalam diskusi-diskusi kelompok, lebih sering diam seolah malas memikirkan materi yang sedang dibahas.

  1. Ia lebih sering membantah ide-ide perbaikan dan tidak mau menghargai pendapat orang lain?
  2. Ia cenderung mempertanyakan kembali materi-materi yang sudah disepakati bersama atau mengkritik tanpa solusi daripada bersikap 'I can do'.
  3. Ia sering 'kedapatan' memboikot penugasan, dengan sengaja memperlambatnya atau mempengaruhi orang lain untuk memperlambatnya.
  4. Ia sering menghasut anggota team kerja untuk melawan kebijakan otoritas dengan berbagai cara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.
  5. Ia sering menunjukkan raut muka 'sinis' atau tidak ramah dan berusaha menentang otoritas.
  6. Ia sering menghabiskan waktu kerja dengan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan itu.

Para Leader, perilaku-perilaku negatif semacam ini sebenarnya adalah aktualisasi dari sikap pembangkang. Perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang semestinya tidak berada dalam tim kerja tetapi ia terpaksa berada dalam tim itu, dan seringkali perilaku semacam itu ditunjukkan oleh orang yang merasa aman akan posisinya.

Biasanya perilaku itu muncul setelah sekian lama karyawan itu bekerja dalam tim kerja. Bukan pada permulaan atau pada masa percobaan yang memungkinkan Anda mencoretnya sebelum penyakitnya menjalar ke anggota tim yang lain. Ia dulu tidak begitu. Tetapi sekarang berubah menjadi negatif. Nah, apa yang bisa Anda lakukan bila menemukan perilaku semacam ini?

Coba perhatikan beberapa tips untuk merubah sikap negatif menjadi positif berikut ini:

1. Lihat ke cermin!

Para Leader, sebelum menentukan seseorang telah terjangkit virus negatifitas, sebaiknya juga perlu evaluasi diri Anda terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda juga sudah benar-benar menunjukkan perilaku positif dalam dunia kerja. Temukan apakah Anda sendiri termasuk leader yang hanya sangat hobi mencaci maki orang lain, hobi mengkritik orang, tanpa pernahkah memuji keberhasilannya? Sikap Anda sebagai Leader, juga berpengaruh besar terhadap terbentuknya negativitas karyawan!

Maka, hal yang pertama kali Anda harus lakukan adalah memastikan bahwa Anda sudah mengadopsi perilaku positif.

Seandainya Anda telah memutuskan untuk menilai bahwa salah seorang dalam tim kerja berperilaku negatif, baik melalui kata-kata atau sikap tubuhnya, maka kemudian sebaiknya Anda lihat atmosfer (lingkungan) kerjanya terlebih dahulu. Mengapa ia berubah seperti itu? Bawaan dari rumah atau bentukan di tempat kerja? Adakah suatu yang mengganggu kinerjanya?

2. Berikan contoh perilaku yang lebih spesifik

Maksudnya adalah, sebagai Leader Anda musti rajin mengamati. Temukan pola-pola perilaku tim Anda. Sehingga ketika Anda menemukan perilaku-perilaku negatif yang dilakukan oleh salah seorang anggota tim, bisa menunjukkan dengan tepat seperti apa perilaku negatif itu atau membuat ilustrasi akurat yang menggambarkan bagaimana perilaku negatif itu, dan kemudian membahasnya secara berdua dengan anggota itu.

Dengan cara itu, Anda bisa meyakinkan anggota tim kerja itu untuk mengubah perilakunya sebagaimana yang diperlukan. Tunjukkan dengan praktis, seperti apa kata-kata atau kalimat negatif, seperti apa sikap tubuh yang menunjukkan kesan menyepelekan atau mengabaikan orang lain.

3. Bicarakan impak perilaku negatif

Sewaktu bicara dengan si negatif ini, fokuskan juga pada akibat buruk yang akan terjadi bila ia tidak mau merubah sikapnya. Jelaskan dengan contoh praktis, berikan contoh misalnya: jika sedang dalam meeting dan ia menarik nafas berat acuh tak acuh dengan orang lain.

Tunjukkan bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang lain jika ia selalu menanggapi ide-ide orang lain dengan kata- kata 'no' atau 'imposible'.

Jika Anda memberikan feedback, katakan dengan praktis misalnya, "Andi, saya mengamatimu dalam meeting tadi, kamu cenderung menggelengkan kepala dan menunjukkan muka tidak ramah ketika orang lain menyampaikan ide-idenya. Mengapa kamu lakukan itu? "

Biarkan dia menjawab. Dan ambil sesaat untuk kembali menekankan: "Mungkin tidak kamu sadari, kebanyakan orang melihat sikapmu itu, mereka merasa kamu sepelekan. "

Anda bisa mengeluarkan kalimat itu dalam coaching dengan ia secara pribadi. Berikan contoh, bukalah diskusi, dan mintalah komitmen ia untuk mengubah sikapnya.

4. Pastikan

Apapun yang dihambat atau menjadi terhambat karena terjadi oleh terjangkitnya virus negatifitas, Anda sebagai Leader harus memastikan bahwa: tugas tetap bisa dilakukan dengan baik. Karena itu, Anda musti memastikan setidaknya dua hal penting yaitu motivasi.

Salah satu tugas para Leader, adalah memotivasi seluruh anggota tim kerja, artinya bukan sekedar delegasi, sinkronisasi, monitoring pelaksanaan sampai tugas itu terselesaikan dengan baik. Anda perlu mendorong secara tatap muka, melakukan dialog motivasional. Cobalah untuk mendapatkan masalah dia secara pribadi, dan yakinkan dia bahwa posisinya dalam pekerjaan di tim kerja tidak akan bisa membantu memecahkan masalah pribadinya jika dia tidak berusaha untuk mengubah dirinya sendiri.

Tidak semua orang dalam tim kerja bisa dimotivasi dengan cara face to face, karena itu Anda juga sebaiknya melakukan pendekatan atmosphere yang motivasional. Cara ini bisa dilakukan dengan memperbanyak atau mempersering kegiatan-kegiatan off office, family gathering, outbound, dan lain-lain. Tetapi, di dalam lingkungan kantor, anda juga bisa menciptakan semangat kompetisi agar dan memastikan agar dia ikut dalam pusaran kompetisi tersebut.

5. Amputasi jabatannya

Seandainya empat poin itu sudah Anda lakukan, dan ternyata tidak menghasilkan perubahan apapun dari perilakunya itu, apa yang bisa para Leader lakukan?

Salah satu saran terbaik adalah minta bantuan ke Manager SDM atau pejabat yang lebih tinggi lagi untuk mendiskusikan pencarian solusi alternatif. Tindakan-tindakan bisa diambil secara formal oleh divisi atau pejabat yang berwenang untuk mengupayakan perbaikan perilaku anggota tim kerja tersebut, tetapi bila tidak berhasil juga, maka divisi atau pejabat yang berwenang bisa melakukan amputasi (pemotongan) kewenangan jabatan, mutasi pemindahan, sampai ke terminasi (pemecatan).

Tiga hal tersebut adalah hal yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini. Salam Leader

DanG

mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterMinggu ini519
mod_vvisit_counterBulan ini7796
mod_vvisit_counterTotal702773

We have: 3 guests, 2 bots online
Your IP: 38.107.179.239
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next