Karyawan Menjadi Operator Facebook Salah Siapa ?

User Rating: / 0
PoorBest 

Karyawan Menjadi Operator Facebook

Salah Siapa ?

Bila dalam ruangan kantor, banyak staff terpaku diam di depan computer, tampaknya mengerjakan sesuatu yang sangat penting, mengetik atau menggerakkan mouse sedemikian sibuk, bukan berarti Anda bisa menilai mereka sedang sibuk dengan pekerjaan kantor. Kebanyakan mereka sedang berperan menjadi operator Facebook atau sedang membantu Yahoo untuk mengoptimalkan mesin chatting-nya.

Hahahaha, Anda tahu yang saya maksudkan. Bisa saja Anda tidak menemukan situasi itu, karena sebagai leader, Anda terlalu sibuk urusan lain yang lebih penting daripada mengawasi pegawai mengerjakan apa. Atau mereka segera menutup page Facebook begitu melihat Anda akan datang menghampiri. Memang pada intinya Anda tidak perlu menjadi pengawas melekat seperti itu. Tetapi sebaiknya tetap jangan lalai, karena situasi seperti itu akan Anda banyak temukan di lingkungan pekerjaan yang tidak banyak tugas, beban dan tanggung jawab.

Itu sekedar contoh bahwa suasana kerja yang negatif tentu disebabkan karena banyak anggota tim kerja berperilaku negatif. Orang-orang lebih banyak menggunakan saat kerja untuk urusan lain yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan mereka. You can’t blame them! Karena bisa jadi itu adalah hasil dari ketidakpedulian Anda. Lho kok bisa?

Tentu saja bisa. Justru, dari berbagai kajian diketemukan bahwa perilaku negatif orang-orang dalam tim kerja sebagian besar diakibatkan oleh lalainya pimpinan dalam memberikan penugasan, feedback, monitoring, controlling dan motivasi. Gambarannya seperti ini, seandainya Anda sebagai leader memberikan beban pekerjaan yang sesuai, sehingga staff di jam kerja hanya memiliki kesempatan untuk benar-benar bekerja, bukankah perilaku negatif itu tidak terjadi? Contoh, bagaimana mungkin seorang teller bank bisa sedang bekerja sambil nyambi menjadi operator Facebook? Sebagai leader sebaiknya Anda refleksikan diri apakah benar Anda sendirilah yang menjadikan penyebab dari negatifitas dilingkungan kerja. Sebaiknya, meskipun Anda sudah sedemikian berpengalaman, namun karena dunia psikologi dan manajemen HRD sudah sedemikian maju, maka tidak ada salahnya bila Anda konsultasikan dengan direktur atau manajer HRD. Sebelum konsultasi, ada baiknya Anda periksa sendiri 9 hal penting berikut ini:

  1. Adakah perilaku Anda pribadi yang abai untuk memuji bila Anda menemukan Anda berbuat baik?
  2. Adakah perilaku Anda pribadi yang abai menegur staff berbuat tidak sepantasnya di tempat kerja?
  3. Apakah perilaku Anda pribadi yang abai menyapa staff saat bertemu dengan mereka baik formal maupun informal?
  4. Apakah beban kerja karyawan di bidang-bidang tertentu overload atau underload (misalnya penugasan sudah sesuai tupoksi, jadwal dan deadline sudah diatur sedemikian rupa? Biasanya ketidak merataan terjadi sehingga mengakibatkan potensi kecemburuan terpendam.
  5. Adakah pemahaman staff terhadap target-target dan orientasi visi misi perusahaan dengan baik?
  6. Adakah disebarluaskan dengan efektif dan intensif mengenai work ethic di tempat kerja?
  7. Adakah kecemasan staff terhadap masa depan perusahaan?
  8. Adakah tantangan karir diciptakan sehingga semua orang terpacu mengejar prestasi terbaiknya?
  9. Adakah sistematisasi reward & punishment yang aplikatif dan benar-benar dilakukan secara intensif dan diketahui semua orang di perusahaan?

Nah itu 9 hal dasar yang cukup penting Anda observasi. Tentu sebagai leader, Anda memiliki kebijaksanaan sehingga orang-orang yang bekerja memiliki keleluasaan cukup agar mereka bisa melakukan berbagai aktifitas pribadinya dengan baik diluar waktu kerja mereka. Maka, tidak perlu menugaskan seseorang yang bertugas sebagai robot pengawas untuk mengontrol semua staff melakukan apa pada jam kerja.

Bila, observasi Anda terhadap situasi pekerjaan itu memang sudah cukup berorientasi pada staff, tetapi tetap ada juga staff yang negatif dan mengkhawatirkan karena bisa menyebar ke staff yang lain. Bila ini yang terjadi, maka sebaiknya dilihat secara kasus per kasus.

Bisa juga terjadi hal demikian karena memang perilaku si staff itu yang negatif sehingga ia tetap akan menjadi seorang negatif meskipun dengan aturan apapun. Untuk ini pendekatan personal melalui bagian atau departemen terkait dengan pembinaan staff bisa dilakukan. Bila tahap-tahap pembinaan sudah dilakukan dan ia tetap tidak berubah maka, terminasi sebaiknya dilakukan.

Well, itu sebagai sebuah pembuka diskusi. Bagaimana menurut Anda?

DanG

mod_vvisit_counterHari ini95
mod_vvisit_counterMinggu ini519
mod_vvisit_counterBulan ini7796
mod_vvisit_counterTotal702773

We have: 3 guests, 2 bots online
Your IP: 38.107.179.237
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next