Bila dalam ruangan kantor, banyak staff terpaku diam di depan computer, tampaknya mengerjakan sesuatu yang sangat penting, mengetik atau menggerakkan mouse sedemikian sibuk, bukan berarti Anda bisa menilai mereka sedang sibuk dengan pekerjaan kantor. Kebanyakan mereka sedang berperan menjadi operator Facebook atau sedang membantu Yahoo untuk mengoptimalkan mesin chatting-nya.
Hahahaha, Anda tahu yang saya maksudkan. Bisa saja Anda tidak menemukan situasi itu, karena sebagai leader, Anda terlalu sibuk urusan lain yang lebih penting daripada mengawasi pegawai mengerjakan apa. Atau mereka segera menutup page Facebook begitu melihat Anda akan datang menghampiri. Memang pada intinya Anda tidak perlu menjadi pengawas melekat seperti itu. Tetapi sebaiknya tetap jangan lalai, karena situasi seperti itu akan Anda banyak temukan di lingkungan pekerjaan yang tidak banyak tugas, beban dan tanggung jawab.
Itu sekedar contoh bahwa suasana kerja yang negatif tentu disebabkan karena banyak anggota tim kerja berperilaku negatif. Orang-orang lebih banyak menggunakan saat kerja untuk urusan lain yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan mereka. You can’t blame them! Karena bisa jadi itu adalah hasil dari ketidakpedulian Anda. Lho kok bisa?
Tentu saja bisa. Justru, dari berbagai kajian diketemukan bahwa perilaku negatif orang-orang dalam tim kerja sebagian besar diakibatkan oleh lalainya pimpinan dalam memberikan penugasan, feedback, monitoring, controlling dan motivasi. Gambarannya seperti ini, seandainya Anda sebagai leader memberikan beban pekerjaan yang sesuai, sehingga staff di jam kerja hanya memiliki kesempatan untuk benar-benar bekerja, bukankah perilaku negatif itu tidak terjadi? Contoh, bagaimana mungkin seorang teller bank bisa sedang bekerja sambil nyambi menjadi operator Facebook? Sebagai leader sebaiknya Anda refleksikan diri apakah benar Anda sendirilah yang menjadikan penyebab dari negatifitas dilingkungan kerja. Sebaiknya, meskipun Anda sudah sedemikian berpengalaman, namun karena dunia psikologi dan manajemen HRD sudah sedemikian maju, maka tidak ada salahnya bila Anda konsultasikan dengan direktur atau manajer HRD. Sebelum konsultasi, ada baiknya Anda periksa sendiri 9 hal penting berikut ini:
Nah itu 9 hal dasar yang cukup penting Anda observasi. Tentu sebagai leader, Anda memiliki kebijaksanaan sehingga orang-orang yang bekerja memiliki keleluasaan cukup agar mereka bisa melakukan berbagai aktifitas pribadinya dengan baik diluar waktu kerja mereka. Maka, tidak perlu menugaskan seseorang yang bertugas sebagai robot pengawas untuk mengontrol semua staff melakukan apa pada jam kerja.
Bila, observasi Anda terhadap situasi pekerjaan itu memang sudah cukup berorientasi pada staff, tetapi tetap ada juga staff yang negatif dan mengkhawatirkan karena bisa menyebar ke staff yang lain. Bila ini yang terjadi, maka sebaiknya dilihat secara kasus per kasus.
Bisa juga terjadi hal demikian karena memang perilaku si staff itu yang negatif sehingga ia tetap akan menjadi seorang negatif meskipun dengan aturan apapun. Untuk ini pendekatan personal melalui bagian atau departemen terkait dengan pembinaan staff bisa dilakukan. Bila tahap-tahap pembinaan sudah dilakukan dan ia tetap tidak berubah maka, terminasi sebaiknya dilakukan.
Well, itu sebagai sebuah pembuka diskusi. Bagaimana menurut Anda?
DanG
![]() | Hari ini | 95 |
![]() | Minggu ini | 519 |
![]() | Bulan ini | 7796 |
![]() | Total | 702773 |