‘Enemy At The Gate’
Sebuah flm yang menceritakan tentang perang Dunia II yang mengambil sudut cerita kekacauan perang yang berlangsung di Stalinrad, sebuah kota di Uni Sovyet, September 1942. Dalam perang yang penuh kekacauan itu, di bawah kepemimpinan jenderal- jenderal Uni Sovyet malahan memerintahkan pasukan garis belakang untuk menembak mati pasukan garis depan yang terpaksa mundur berlindung dari hujan peluru pasukan Jerman. Kehancuran luar biasa yang meruntuhkan moril seluruh pasukan Sovyet.
Sampai akhirnya dengan penuh perhatian ‘ala militer Sovyet’, Nikita Sergeyevich Kruschev turun ke medan perang, mencari tahu penyebab kekalahan mereka dan mendengar seorang kameradnya berani berseru: “Give them hope! Theres another way, the way of courage! We must give them hope, a pride, a desire to fght..! What we need…are heroes.”
Kruschev menyetujui pendapat itu.
Sang kamerad telah menemukan seorang voluntir pemuda dari desa, Vassili Saitzev, penembak jitu, yang kemudian dipropagandakan sebagai snipper, pembunuh maut para Jerman. Strategi yang mampu mengobarkan semangat kompetisi seluruh pasukan Sovyet. “Berapa dog tag (kalung yang biasa dipakai prajurit) bisa kamu dapatkan hari ini?” Kalimat itu menjadi motivasi pasukan untuk memerangi serdadu Jerman. Vasili menjadi icon sukses pasukan Sovyet.
Sampai akhirnya pasukan Jerman terpaksa mendatangkan seorang snipper jagoan, Major Konig untuk menandingi kepiawaian Vassili. Konig menghabisi partner-partner Vassili satu persatu, yang membuat Vassili runtuh mental dan merasa tidak berguna lagi. Sampai akhirnya pada suatu kesempatan si Kamerad bilang: “Kamu harus bisa selangkah didepannya.” Dengan berbagai kejadian yang banyak menghancurkan mental Vassili, akhirnya ia menemukan kembali semangatnya dan berhasil menghabisi Konig.
Jerman kalah dalam perang itu. Tetapi kekalahan itu jelas bukan karena kehebatan Vasilli menembak mati beberapa puluh tentara Jerman, tetapi kontribusi kecil si Vassili itu sangat berharga membangkitkan moril seluruh pasukan Uni Sovyet.
Tentu flm itu diskenariokan sedemikian rupa dari sebuah kisah, sehingga bisa sangat menyentuh emosi, konfik cinta segitiga, pengorbanan persahabatan, keberanian bertindak, dan perhatian dari orang lain yang begitu tulus. Begitu banyak nilai yang berharga, yang dimunculkan dalam bentuk icon-icon perhatian dan harapan yang akhirnya menguatkan semangat juang dari seorang pemuda desa yang rendah hati, namun menemukan kegairahan hidupnya di medan perang.
Well, my dear friend, atensi pada seluruh detail akan mempermudah menemukan fokus kemenangan perjuangan Anda.
Tentu, Anda perlu memberi perhatian pada orang lain dalam lingkungan Anda. Saling memperhatikan membuat kehidupan menjadi lebih nyaman untuk dilakoni. Coba rasakan, ketika seseorang lain memberikan dukungan kepada Anda, ketika orang lain menyuntikkan semangat pada Anda, ketika orang lain menunjukkan jalan pada Anda. Apa yang muncul dalam perasaan Anda? Bukankah itu membuat hidup lebih hidup?
Bandingkan ketika seseorang acuh tak acuh, tidak peduli keberadaan Anda atau mengesampingkan kontribusi Anda. Apa yang Anda rasakan menghadapi orang lain seperti itu? Mungkin dalam hati Anda muncul bayangan setan dengan sepasang tanduk runcing dikepalanya.
Sikap penuh perhatian, jelas diperlukan untuk mengembangkan kecakapan relasional. Coba perhatikan, hotel-hotel terbaik kelas dunia mengeluarkan investasi besar untuk mengembangkan data base tamu-tamu. Lihat, bagaimana cara staff front offce bisa menyebut nama tamu yang datang check in di hotel? Bagaimana staff restoran bisa menyambut: “Mister Harris, selamat datang, apakah hari ini Bapak akan memesan Oxtail Soup kesukaan Bapak?”
Apakah semua staff itu bisa menghapal nama ribuan tamu, hapal menu kesukaan mereka? Jelas tidak. Tetapi staff-staff front offce yang berhubungan langsung dengan tamu dibekali sebuah komputer yang terhubung dengan kamera CCTV, yang memiliki kemampuan face identifer yang bisa diperbandingkan dengan memori data base yang telah tersimpan berisi lengkap dengan nama, foto, hobi, menu kesukaan, kamar favorit, kantor, nama istri dan anak-anaknya, tanggal ulang tahun. Bila ada staff yang belum tahu, maka si manajer berkewajiban membisikkan sesuatu sebelum ia menyapa si tamu. Mekanisme penting yang bisa membuat setiap tamu merasa diperhatikan.
Anda bisa memanfaatkan pengetahuan itu. Perhatikan, nomor-nomor yang Anda simpan di HP-mu. Check apakah Anda simpan nama dan nomor telpon saja? Kalau itu yang Anda lakukan, Anda masih sama dengan kebanyakan orang-orang lain. Ingat pesan si Kamerad: “Kamu harus bisa selangkah didepannya”. Untuk bisa selangkah didepannya,
Anda harus lebih dulu memperhatikannya. Anda bisa memasukkan data- data penting lain misalnya, nama lengkapnya, tanggal lahirnya, hobinya, alamat emailnya, asal daerahnya. Mengapa? Bukankah Anda senang bila orang lain (yang bukan kekasih atau sahabat dekat Anda) mengucapkan selamat ulang tahun? Bukankah orang lain juga senang mendengar hal yang sama keluar dari mulut Anda?
Ketika bertemu dengan seseorang relasi, sembari ngobrol saya sempatkan membuka HP melihat catatan tentang relasi itu, dan menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan pribadinya, misalnya “Sebentar lagi seseorang akan ulang tahun perkawinan. Kapan pestanya nih?” Saya sering mendapati relasi terkejut, “Kok masih ingat?” Tentu saja saya tidak bisa mengingat detail ribuan relasi, tetapi E90 saya jauh lebih piawai menyimpan memori. Terima kasih pada tehnologi.
Mengapa Facebook memiliki menu selengkap itu, bahkan ia menambahkan menu yang bisa untuk sekedar menyampaikan status sederhana ‘lagi ngapain saat ini?’ Bukankah itu hanya untuk membuka kesempatan bagi orang lain untuk menyambung perhatian kepada Anda dan teman-teman Anda? Siapapun yang mempersiapkan sukses dimasa depan mustilah membangun relasi dan salah satu cara membangun relasi adalah kemauan memperhatikan orang lain. Orang lain itu adalah siapapun, baik itu teman atau orang yang bakal Anda perlukan demi kepentingan Anda bersama.
Perhatikan: “Your attitude determines your altitude”. Sikap Anda menentukan derajat kehidupan Anda. Benar bukan? Anda bisa percaya dengan peribahasa itu, tetapi untuk mempraktekkannya segampang itukah? Maka menjaga sikap attentive perlu Anda miliki. Salam Leader
Danang Girindrawardana
Dari buku MOU (Maximum Of You)
![]() | Hari ini | 93 |
![]() | Minggu ini | 517 |
![]() | Bulan ini | 7794 |
![]() | Total | 702771 |