

Kota Malang, di bawah kepemimpinan Walikota Drs. Peni Suparto, M.AP melesat maju secara signifikan. Berbagai inovasi terus dikembangkan Kota Dingin ini dalam meningkatkan taraf hidup dan pelayanan terbaik kepada warganya. Berbagai program dan inovasi pembangunan terus digulirkan dan dijalankan dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di kota tersebut sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Malang yaitu ”Terwujudnya Kota Malang yang Mandiri, Berbudaya, Sejahtera dan Berwawasan Lingkungan”.
Melalui Tri Bina Cita Kota Malang yang merupakan 3 (tiga) sasaran pembangunan Kota Malang, maka diharapkan Kota Malang dapat menjadi Kota Pendidikan yang merupakan persyaratan utama bagi kemajuan sebuah daerah atau bangsa dengan berbagai fasilitas pendidikan yang perlu disediakan oleh Pemerintah dalam rangka mendukung perberdayaan sumber daya manusia (SDM), sekaligus sebagai motor penggerak utama pembangunan di daerah tersebut. Pembangunan pendidikan di Kota Malang dilaksanakan secara terpadu dengan mengacu kepada visi misi Pendidikan Kota Malang yang didukung oleh semua pihak. Tanggung jawab keberhasilan pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah, namun juga menjadi perhatian dan tanggung jawab semua lapisan masyarakat Kota Malang. Kerjasama bidang pendidikan juga dibangun melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan lainnya, seperti menjalin mitra kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi (PT), baik dalam bidang pengkajian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun dalam pengembangan kualitas Kota Malang pada umumnya. Kota Malang juga berhasil melaksanakan Program Manajemen Berbasis Sekolah, penyelenggaraan gugus sekolah serta mampu mengembangkan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Kelas Layanan Khusus (KLK) yang bertujuan untuk mengentaskan permasalahan sosial masyarakat, seperti permasalahan anak- anak jalanan untuk memperoleh akses pada dunia pendidikan.
Predikat Kota Pendidikan di Kota Malang juga diperkuat dengan telah dibangunnya Kota Malang sebagai “Cyber City”. Di Kota Malang sangat mudah untuk mengakses internet dalam satu jaringan yang dipelopori VEDC dengan nama MJC (Malang Joint Campus). Berkaitan dengan Information Communication Technology (ICT), Kota Malang sering melakukan berbagai kegiatan perlombaan dan pameran IT, seperti perlombaan membuat blog, sehingga Kota Malang mendapat julukan sebagai “Kota Pintar” atau “Smart City”. Disamping dikenal di sektor perdagangan, Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Industri dengan jumlah perusahaan yang sedang berkembang mencapai 190 buah yang terdiri dari 163 perusahaan sedang (medium industry) dan 27 perusahaan besar (large industry) serta puluhan industri kecil lainnya (small/home industry), seperti industri keramik dan gerabah, keripik tempe, mebel, rotan dan saniter. Semua bahan baku untuk mendukung pengolahan industri kecil tersebut berasal dari Kota Malang.
Untuk menarik minat investasi, Pemerintah Kota Malang juga secara khusus membuat jargon “Open Door Policy” yaitu kebijakan yang membuka pintu seluas-luasnya bagi keberhasilan investasi di daerah tersebut. Salah satu kebijakannya adalah mempermudah perijinan dalam membuka usaha di Kota Malang. Upaya menciptakan iklim yang ramah investasi yang didukung dengan berbagai kemudahan prosedur perijinan, Pemerintah Kota membangun Office Block atau Kantor Terpadu sebagai pelayanan satu atap.
Sejak tahun 2006, berbagai perubahan mendasar dilakukan demi memperjelas kualitas pelayanan perijinan. Peraturan Walikota No 13/2006. Peraturan tersebut memastikan sistem dan prosedur tetap (protap) pelayanan perizinan. Regulasi ini memangkas sejumlah prosedur . Misalnya, pengurusan IMB rumah tangga dua lantai tidak membutuhkan lagi rekomendasi dari dinas terkait. Cukup jaminan konstruksi saja. Untuk pemutihan IMB, cukup rekomendasi RT dan RW saja. Padahal, sebelumnya harus melalui kelurahan dan kecamatan. Dengan perbaikan tersebut, izin gangguan (HO) yang tadinya selesai 2-3 bulan dijamin selesai dalam 8 hari kerja saja. Meski, praktiknya sering lebih cepat, antara enam sampai tujuh hari kerja izin telah keluar.
Selain menyederhanakan prosedur dan persyaratan, Dinas perizinan memperbaiki efisiensi dan efektivitas kinerja internalnya. Pertama, melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) perizinan. Yakni, berupa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pemrosesan izin.
Dinas melakukan otomatisasi pelayanan yang terkoneksi langsung antarbagian dan dengan instansi di luar dinas perizinan. Melalui peningkatan teknologi informasi tersebut masyarakat dapat mengetahui jangka waktu proses perijinan dan besarnya biaya serta dapat mengajukan permohonan secara online serta dapat mengadukan keluhan secara online dan masyarakat pengguna pelayanan bisa mengetahui dengan mudah status izin dan prosesnya secara transparan.
Bagi petugas, SIM telah mempercepat pelayanan sekaligus memudahkan fungsi kontrol atasan. Untuk menjamin kualitas pelayanan, penerapan sistem manajemen mutu melalui sertifikasi ISO 9001:2000 dilakukan bergandengan dengan penerapan SIM. Maksudnya, untuk semakin memudahkan kontrol kualitas pelayanan dan sistematisasi prosedur. Selain itu, untuk menjaga komitmen terhadap jaminan peningkatan mutu.
Bukan itu saja, melalui Malang Single Window (e-Malang), pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) semakin optimal. Program Kantor Pengelolaan Data Elektronik (KPDE) tersebut menjadi pintu masuk utama untuk pelayanan secara elektronik. Teknologi itu tidak hanya untuk kalangan bisnis, melainkan pula untuk masyarakat umum dan aparat daerah sendiri. Khusus untuk perizinan, e-Malang sudah bisa menerapkan beberapa pelayanan, yaitu informasi perizinan, permohonan izin baru, perpanjangan izin, status permohonan, pengaduan, dan simulasi biaya perizinan.
Dalam upaya menjadikan Daerah Tujuan Wisata (DTW) unggulan, Kota Malang terus melakukan berbagai strategi pengembangan industri pariwisata melalui pengembangan kawasan wisata belanja atau souvenir, seperti pusat perbelanjaan, baik yang bersifat tradisional maupun modern yang tersebar di berbagai penjuru Kota Malang. Pemerintah Kota Malang yang didukung dengan iklim yang berhawa dingin juga membangun strategi pemasaran pariwisata baru melalui pengembangan potensi wisata MICE (Meeting, Incentive and Exhibition).
Potensi wisata ini dianggap strategis karena juga didukung dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti hotel, penginapan, restaurant, dan lain-lain. Output kemudahan dan percepatan pelayanan perijinan dan dan promosi kota melalui berbagai event memberikan kepastian dan kemudahan usaha di kota Malang. Outcome mudahnya akses perijinan, adanya sarana promosi kota dan ketersediaan infrastruktur di kota malang meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota Malang dan memberi peluang/kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Malang.

Semua kemajuan dan berbagai prestasi yang diraih Kota Malang, harus diakui tak lepas dari kepemimpinan Walikota Peni Suparto. Menjadi seorang pemimpin, sesungguhnya merupakan amanah dari masyarakat yang harus dijalankan dengan baik. Itulah prinsip yang dianut Drs Peni Suparto MAP. Prinsip itu juga yang tetap dipegangnya ketika berhasil melakukan berbagai perubahan demi kemajuan Kota Malang. Keberhasilan Peni dalam membangun Kota Malang mendapatkan apresiasi dan pengahargaan yang menempatkan Kota Malang sebagai Kota peraih prestasi terbanyak se-Indonesia pada tahun 2010. Sedikit berbicara dan banyak bekerja. Rakyat butuh bukti bukan janji. Sebagai Walikota Malang, Peni sangat paham dengan visi, tugas-tugasnya dan keinginan seluruh rakyat yang dipimpinnya. Karena itu, ia selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik pada Kota Malang.
Hasilnya Kota Malang meraih berbagai prestasi. Keberhasilan meraih berbagai prestasi tersebut seperti ditegaskan Peni, tak lepas dari semangat kegotong-royongan dan kebersamaan yang telah terjalin kuat seluruh warga Kota Malang. “Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Malang atas dukungannya, maka langkah program pembangunan dan berbagai prestasi mampu diwujudkan di Kota Malang ini’ tegasnya. “Kota Malang akan maju bila kita memiliki keberanian untuk terus membangun mimpi-mimpi dalam fondasi kreatifitas, inovasi dan progresivitas. Dan impian itu semua akan menjadi suatu kenyataan dan modal berharga dalam membangun kejayaan Kota Malang, apabila kesatuan gerak, semangat gotong royong dan kebersamaan mampu terus dijalin dan diperkuat” jelasnya lagi.
Peni Suparto, Pria kelahiran Kediri, 14 Agustus 1947 ini juga dikenal sebagai sosok dengan banyak kemampuan atau talenta. Suami Dra Heri Pujiutami MAP ini mengawali pendidikannya dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Bebekal itu ia mengawali kariernya sebagai guru SD di Blitar Selatan pada 1965. Lalu melanjutkan kuliah di Insitut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang pada 1966 lulus tahun 1970 dan mendapat gelar Sarjana Muda. Usai lulus, pria yang gemar bercocok tanam ini kembali mengajar sebagai guru. Namun saat itu tidak lagi mengajar sebagai guru SD, melainkan guru di SMEA Srengat Blitar selama empat tahun, 1970 hingga 1974. Saat memasuki tahun 1974, sempat menjadi Asisten Dosen di IKIP Malang selama dua tahun hingga diangkat menjadi dosen di IKIP pada 1 Oktober 1980.
Pada tahun 1999, ayah Titis Sinta Dewi, SE MM dan Tatas Sakti Wibowo ini akhirnya terjun ke dunia politik dengan mengawali karier sebagai anggota DPR Komisi VII di Panitia Anggaran (Panggar). Usai merampungkan tugasnya sebagai anggota parlemen, ia balik lagi ke Kota Malang. Tidak berhenti di situ, tahun 2003, Dia dipilih dan dilantik oleh DPRD Kota Malang untuk menjadi Walikota Malang sampai dengan 2008. Selama menjabat sebagai Walikota Malang ini, ia tercatat menuai banyak keberhasilan dalam memajukan Kota Malang. Karena itu, Peni kembali dipercaya oleh masyarakat Kota Malang untuk menjabat kembali pada periode keduanya, yakni tahun 2009- 2014.
Meskipun meraih kursi jabatan Walikota Malang dengan dukungan politik PDIP, Peni selalu menempatkan dirinya sebagai pemimpin masyarakat. Sebagai Walikota, Peni mampu melepaskan diri dari kepentingan politik praktis partai tertentu yang mendukungnya menjadi Walikota. Dia melayani segenap lapisan masyarakat tanpa melihat latar belakang partai politik, golongan, ras, suku dan agama.
“Ini komitmen dan prinsip, jika kita ingin membangun bangsa ini. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekatunggalikaan, sebagaimana cita- cita pendiri negeri ini, harus tetap kita implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara apalagi sebagai pemimpin,” tegasnya.
Dia melayani dan merangkul segenap lapisan masyarakat untuk secara bersama-sama membangun Purwakarta dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasif serta berkelanjutan demi terwujudnya pemerintahan berprestasi tingkat nasional. “Karena pemerintahan kita jalankan secara transparan dan akuntable, partisipasi warga untuk terlibat dalam pembangunan juga meningkat. Ini otomatis. Lambat laun, ini berjalan dan menjadi sistem,” ujarnya.
Hal pertama yang dilakukan Peni untuk menjalankan pemerintahan secara transparan dan akuntable adalah dengan membangun kesolidan di eksekutif yang dipimpinnya. Pendelegasian tugas secara penuh dengan pengawasan berkala diberlakukan untuk seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Pendelegasian tugas kepada pegawai (SKPD) dengan memberikan kesempatan berkreasi yang lebih banyak. Dan ini sudah lama berjalan. Kalau sekarang, umpama kita tinggal satu bulan pun, tidak ada persoalan karena sistem sudah tertata,” jelasnya.
Namun, kata Peni, pada awalnya tidak mudah bagi dirinya untuk membangun sistem pemerintahan yang berjalan dengan baik. Dibutuhkan kejelian tersendiri untuk menempatkan personal yang kompeten pada satuan kerja yang tepat. “Untuk membangun manajemen yang tersistem seperti itu, harus bongkar pasang pegawai lebih dulu. Saya butuh waktu 1,5 tahun untuk itu,” ungkap Peni.
Walikota Kota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. Selain memegang jabatan sebagai Walikota. Peni Suparto juga dikenal sebagai seorang sejarawan, penulis, seniman, dan budayawan. Dengan multi talenta yang dimilikinya, banyak pula karya yang lahir dari tangannya, mulai dari lukisan, buku, hingga lagu. Sebagai seorang sejarawan, ia sangat menggemari kisah perjuangan dan sejarah bangsa. Dari kepiawaiannya menulis buku, ia sempat menerbitkan beberapa buku lain, yakni Merajut Masa Depan Kota Malang (2004), Menatap Globalisasi, Bagaimana Terhindar dari Krisis Global (2007), Malang 1000 Bunga (2008), dan Demokrasi di Bumi Arema (2008).
Inilah Walikota “langka” berbekal multitalenta dan kemampuannya dalam memimpin dan menjadi pemimpin yang selalu memegang amanah dan konsiten. Drs. Peni Suparto, M.AP bersama seluruh lapisan masyarakat, jajaran pemerintah daerah dan birokasi yakin Kota Malang masih bisa lebih maju dari kondisi sekarang.

![]() | Hari ini | 91 |
![]() | Minggu ini | 515 |
![]() | Bulan ini | 7792 |
![]() | Total | 702769 |