Mobokrasi Terjadi karena Pembiaran

User Rating: / 1
PoorBest 

Kekisruhan dan kerusuhan yang kerap terjadi di masyarakat akhir-akhir ini melahirkan kegelisahan. Begitu banyak asset-aset publik, kantor- kantor pemerintah yang dibakar atau dirusak, adalah simbol jatuhnya kewibawaan pemerintah dimata rakyat.

Diantara berbagai bencana alam yang sedang marak melanda bangsa Indonesia, bencana sosial melengkapi keprihatinan mendalam bangsa dan Negara Indonesia. Nasib demokrasi lambat laun menjadi mobokrasi.

Apakah benar masyarakat muak dengan perilaku aparat-aparat negara? Apakah benar masyarakat juga muak terhadap palayanan institusi-institusi pemerintah yang mustinya dihormati?

Ada sesuatu yang salah, pemerintah tak lagi peka terhadap masyarakat...!

 

Mobokrasi adalah gabungan dari dua kata yaitu ’Mob’ yang berarti gerombolan, dan ’Krasi’ yang berarti kedaulatan atau kekuasaan. Karena sebagai tempat berhimpunnya massa yang brutal, maka mobokrasi pun bersifat kontra demokrasi.

Sudah menjadi rahasia umum dimana sejak bergulirnya reformasi, pengerahan massa menjadi ciri dari proses politik yang berlangsung di Indonesia. Pelimpahan massa dianggap sebagai cara efektif untuk memberi dukungan terhadap kekuatan politik atau pihak tertentu. Dengan banyaknya massa yang berkumpul, dipandang mempunyai kekuatan melakukan tekanan psikologis terhadap pihak yang ditentang ataupun yang didukung.

Tak heran bila kekisruhan dan kerusuhan kerap terjadi pada ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau aksi demonstrasi lainnya. Padahal, aksi massa yang rusuh justru merupakan kontra produktif karena sebenarnya sudah tersedia lembaga-lembaga formal demokrasi, seperti legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Mobokrasi memang dengan nyata-nyata telah mencederai demokrasi. Pengerahan massa dalam jumlah besar sangat rentan menjadi destruktif. Potret kisruh massa bangsa ini tidak hanya terjadi dalam pilkada, tetapi bentrok antar masyarakat, bentrok antar etnis, antar pemeluk agama, kerap terjadi akibat dari akumulasi pembiaran.

Latar belakang maraknya ’pengguna jalan mobokrasi’ disebabkan oleh dua hal.

Pertama adalah eforia kebebasan. Sekian puluh tahun bangsa ini berada dibawah rezim otoriter Orde Baru, tidak memiliki kebebasan. Masyarakat hidup dibawah tekanan. Di era reformasi, seperti bendungan yang jebol, terjadi eforia, dimana kelompok-kelompok masyarakat menggunakan kebebasannya seperti tanpa kendali, kebebasan yang tidak bertanggung jawab. Begitu sering organisasi / kelompok dadakan terlahir mengatas namakanan suatu kepentingan yang melakukan tindakan-tindakan anarkis. Otoritas negara seolah tidak memiliki kuasa mencegah dan menindak anarkisme.

Kedua, adalah karena adanya kegamangan aparatur negara untuk mengambil tindakan keras kepada para pelaku mobokrasi ini. Hal ini disebabkan, ada kakawatiran para aparatur untuk bertindak keras karena takut dianggap melanggar HAM. Akhirnya terjadi proses pembiaran. Kondisi ini tak pelak kian menyuburkan aksi-aksi mobokrasi. Maka menjamurlah kelompok-kelompok yang mengatasnamakan kepentingan apapun melakukan kekerasan sekehendak hatinya.

Keterbelakangan ekonomi juga menjadi salahsatu pemicu mudahnya kerusuhan itu meletus yaitu tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat miskin bak rumput kering yang mudah terbakar. Sekali tersulut ia akan terbakar hebat. Jadi, salahsatu tugas pemerintah dalam kerangka otonomi adalah satu tujuannya yaitu meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan rakyat.

Mobokrasi harus dihentikan dengan cara menegakkan peraturan demi terwujudnya kepastian hukum. Tidak boleh ada lagi tindakan semisal sweeping orang asing atau penertiban atau perusakan tempat-tempat maksiat atau tempat ibadah yang bukan dilakukan oleh pihak berwenang.

Intinya pemerintah harus berani bertindak tegas terhadap siapa saja yang main hakim sendiri. Hanya dengan begitu masyarakat merasa ada pemerintah yang mengurus dan melindungi mereka.

Bagaimana menghentikan Mobokrasi? Tindakan tegas terhadap ormas-ormas atau kelompok apapun dan atas nama apapun, tanpa pandang bulu. Peran penting pemerintah adalah mewujudkan kenyamanan dan ketertiban bagi masyarakat. Tanpa memainkan peran itu bakal menciptakan instabilitas ekonomi dan sosial. Tatanan masyarakat bisa dengan mudah rusak dalam sekejap. Negara harus kuat dengan penegakkan hukum yang seadil- adilnya agar negeri ini terbebas dari premanisme Ormas atau kelompok!

Dalam negara demokrasi kebebasan adalah mutlak dijamin, tetapi satu hal yang harus diingat bahwa tak ada kebebasan yang tanpa batas. Kebebasan tanpa batas sama dengan merubuhkan demokrasi. Kebebasan harus ada batas, sehingga setiap orang tidak boleh seenaknya melakukan aksi-aksi yang mengacaukan ketentraman masyarakat luas walaupun dilakukan atas nama kebebasan.

Inilah yang membedakan bangsa beradab dan bangsa biadab: pilihan cara menyelesaikan masalah dan perbedaan pendapat. Tentu bahwa bangsa beradab memilih penyelesaian secara damai, prosedural dan memperkuat institusi-institusi negara, sementara bangsa biadab menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Sembari minum kopi di pagi hari...mari kita renungkan..!

HM.Lutfy Mutty

Staff Khusus Wakil Presiden RI

mod_vvisit_counterHari ini91
mod_vvisit_counterMinggu ini515
mod_vvisit_counterBulan ini7792
mod_vvisit_counterTotal702769

We have: 3 guests, 4 bots online
Your IP: 38.107.179.237
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next