Moratorium PNS

User Rating: / 0
PoorBest 

 

Moratorium PNS

 

Oleh Umar Syadat Hasibuan

Tajuk harian Kompas, ”Absennya Pelayanan Publik”, (6/9/2011), menarik untuk didiskusikan kembali. Pelayanan publik menjadi persoalan serius karena birokrasi di negeri ini masih bersifat retoris dan lamban dalam bekerja.

Harus diakui, perkembangan birokrasi di negeri ini masih jauh dari ideal. Setiap tahun, jumlah calon pegawai negeri sipil (PNS) yang direkrut terus meningkat, tetapi pelayanan publik tak kunjung membaik. Padahal, perekrutan dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di berbagai bidang kehidupan.

Sementara itu, PNS kian jadi ”primadona” bagi berbagai kalangan masyarakat dan kelas sosial. PNS tak hanya dipandang sebagai lapangan pekerjaan, tetapi juga telah jadi status sosial yang ”berkelas” dan memiliki gengsi tertentu di masyarakat. Bahkan, sejumlah rumor sering terdengar bagaimana ”jatah PNS” di sejumlah daerah ”diperjualbelikan” oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Seperti puncak gunung es, di dalamnya tersimpan beragam persoalan terkait kondisi politik dan pertarungan kepentingan politik di level lokal di setiap daerah.

Penandatanganan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri terkait moratorium PNS dilangsungkan pada 24 Agustus 2011 oleh Menteri Keuangan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Dalam Negeri. Dengan penandatanganan SKB ini, moratorium PNS resmi berlaku sejak 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012.

Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah untuk membenahi segala sesuatu terkait dengan penerimaan PNS, termasuk berbagai aturan yang berkaitan dengan kepegawaian dan komposisi belanja daerah, yang saat ini umumnya tak sehat. Fakta membuktikan, belanja pegawai jauh lebih besar ketimbang belanja publik atau anggaran yang digunakan untuk pelayanan publik dan pembangunan.

Belanja pegawai di 294 kabupaten/kota lebih dari 50 persen APBD. Bahkan di 116 kabupaten/kota justru lebih dari 60 persen. Tidak hanya itu, di sejumlah daerah juga ditemukan adanya alokasi belanja pegawai lebih dari 70 persen dari APBD.

Pemerintah mengambil kebijakan tegas berupa moratorium karena melihat masifnya pola perekrutan PNS tak lagi didasarkan pada kebutuhan pelayanan publik di daerah, tetapi justru kian ”terjebak” dengan berbagai arus kepentingan politik lokal.

Meskipun demikian, kebijakan tersebut menjadi ”bola panas” di sejumlah daerah. Benar bahwa kebijakan moratorium tidak meliputi perekrutan calon PNS tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga ahli lainnya yang dibutuhkan. Akan tetapi, masa berlaku moratorium calon PNS selama 2011 ini tentu menyisakan ”beban politik” yang cukup serius bagi sejumlah daerah. Pasca-otonomi daerah, birokrasi daerah justru tidak menentu karena tekanan politik kepala daerah.

Ada tiga jenis tekanan politik yang kian tak terhindarkan. Pertama, kepentingan personal para kepala dan wakil kepala daerah terkait dengan biaya politik mereka. Kedua, kecenderungan tekanan politik dan tarik ulur kepentingan parpol penguasa. Ketiga, tekanan politik dari penyandang biaya politik.

Reformasi birokrasi

Agenda penting yang masih terlupakan di balik kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah pasca-reformasi adalah absennya desain yang komprehensif dan integratif antara desentralisasi politik, desentralisasi fiskal, serta desentralisasi administrasi. Jelas sekali bagaimana arus desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia lebih mewujud sebagai ”desentralisasi politik” daripada kecenderungan menuju ”desentralisasi (pembangunan) ekonomi”, sebagaimana yang sukses dilakukan China. Akibatnya, desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia justru masih diwarnai dengan inefisiensi kinerja birokrasi dan rendahnya kualitas pelayanan publik.

Kebijakan moratorium PNS merupakan langkah strategis dalam menuntaskan reformasi birokrasi di daerah. Dua persoalan mendasar dalam reformasi birokrasi pascadesentralisasi terkait dengan penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada KKN dan inefisiensi birokrasi yang berujung pada pemborosan anggaran. Sayangnya, perekrutan PNS pasca-reformasi ternyata belum sepenuhnya mampu mengatasi kedua hal ini.

Persoalan ini sebenarnya bisa diatasi jika reformasi birokrasi dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Jane E Fountain (2007) dalam Bureaucratic Reform and E-Government in the United States: An Institutional Perspective menyebutkan, sejak tahun 1993, pada era pemerintahan Presiden Bill Clinton, reformasi birokrasi di Amerika Serikat (AS) telah bergerak ke arah e-government. Bahkan, dua masa periode pemerintahan di AS kemudian tampak memfokuskan pada reformasi birokrasi berbasis e-government (Fountain 2001, 2006).

Seiring dengan perkembangan internet, awal 1990-an Pemerintah AS mulai mengembangkan informasi pemerintahan berbasis laman dan sistem pelayanan publik berbasis teknologi, informasi, serta komunikasi. Sejumlah institusi pelayanan publik terus dipacu untuk mengembangkan model pelayanan secara online, terutama di bidang kesehatan, perumahan, pertanian, transportasi, dan lingkungan (Fountain, 2007:6-7).

Dengan dukungan regulasi dan kontrol yang baik melalui pengembangan e-government, potensi inefisiensi kinerja birokrasi, ”politisasi birokrasi”, dan penyalahgunaan wewenang tentu dapat diminimalkan. Maka, kebijakan moratorium perekrutan PNS diharapkan benar-benar jadi titik awal menuju agenda reformasi birokrasi secara total.

Umar Syadat Hasibuan Dosen IPDN

berita: http://m.kompas.com/news/read/2011/09/15/04054730/Moratorium.PNS

gambar: http://www.pemiluindonesia.com/berita-pemilu/jelang-pemilu-pns-harus-netral.html

 

mod_vvisit_counterHari ini91
mod_vvisit_counterMinggu ini515
mod_vvisit_counterBulan ini7792
mod_vvisit_counterTotal702769

We have: 4 guests, 6 bots online
Your IP: 38.107.179.237
 , 
Today: May 21, 2012

Pendapat anda mengenai Leadership Park





Popular News

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LEARNING ORGANIZATION

LEARNING ORGANIZATION  

LEARNING ORGANIZATION Anto Rohmawan Diretur Pengembangan LEMBAGA KONSULTASI PEMUDA & WIRAUSAHA The best thing in the Learning Process is “ Learning Together “ Perkembangan dunia bisnis dalam era saat ini dihadapkan pada proses perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Lingkungan global yang semakin kompetitif dan beraneka ragam menuntut kebijakan strategis…

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang MENGACAUKAN KINERJA TEAM 

PERILAKU-PERILAKU NYEBELIN yang  MENGACAUKAN KINERJA TEAM Sebuah team kerja menghadapi hari terakhir sebelum deadline. Mereka sedang duduk di ruangan rapat untuk progress review meeting. Satu persatu staff menyajikan hasil tugasnya. Akhirnya, sampai pada giliran salah satu staff……… tetapi tidak ada presentasi apapun…karena staff itu tidak datang. Maka, pimpinan memutuskan, bahwa…

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ?

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? 

Cara Menghadapi Karyawan yang Tidak Komunikatif ? Anda pernah menemukan karyawan pendiam? Karyawan yang tidak banyak bicara. Ia seolah berada dalam dunia lain, dunianya sendiri. Fisiknya ada di kantor, tetapi isi kepalanya tampak berada diluar. Bila dalam suasana meeting, ia lebih banyak duduk tidak memperhatikan apa yang terjadi. Ia tampak…

mengelola si negatip !

mengelola si negatip ! 

Mengelola Si Negatif ! Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor adalah authority. Anda, para Leader memiliki authority itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itu adalah Leadership. Anda tidak bisa serta merta meminta orang mengubah sikap mereka sendiri. Tetapi Anda bisa memaksa orang berubah dengan niatnya sendiri. Bagaimana…

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda 

Dr. H. Dani Firnanda, MM Siap Menjadi Pelayan Warga Samarinda Berbicara seorang Dani Firnanda berarti kita tengah membicarakan pengabdian seorang anak bangsa kepada daerah asalnya. Sepak terjang yang dilakoni Dani, tertata dengan baik. Ia memberikan keahliannya untuk membantu meringankan beban warga Samarinda yang hidup dalam keterbatasan. Coba simak antrian masyarakat…

“SEC SEC” Secretary in a SECRET

“SEC SEC” Secretary in a SECRET 

“SEC SEC” Secretary in a SECRET Kita ketemu kembali dalam ulasan topic “Sec Sec” (membacanya sambil menutup bibir dengan satu jari telunjuk seperti ada sebuah pembahasan yang tidak boleh dibicarakan lebih lanjut kepada orang lainnya). Ini seperti sebuah dilemma karena menambah beban rahasia di hati yang ingin sekali bergossip menceritakan…

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA 

ARSITEKTUR RUANG BERCINTA “Ruang yang romantis, warna ruang dengan nuansa lembut, lampu remang-remang, di sertai wewangian dengan aromatherapy dan  musik yang mengalun lembut, di tambah kaca di seluruh ruangan……”, sejenak dia terdiam, matanya menerawang membayangkan ruang bercinta imajinasinya , ”Tempat tidur yang cukup luas dan  tidak menimbulkan suara gaduh, sebuah…

Memimpin di tengah kesulitan

Memimpin di tengah kesulitan  

Memimpin di tengah kesulitan Sebuah kepemimpinan tidaklah selalu berjalan mulus, kadangkala waktu sulit mampir untuk menguji kesabaran dan ketekunan Anda. Apabila Anda merasa diri Anda sebagai pemimpin yang berkualitas tinggi, dan ketika waktu sulit hadir untuk menguji kualitas total dari kepemimpinan Anda, maka disitulah Anda harus berdiri tegar dan super…

Kredibilitas Pemimpin

Kredibilitas Pemimpin 

Kredibilitas Pemimpin Ketika suatu organisasi akan mengadakan perubahan maka faktor kredibilitas dan kepemimpinan menjadi hal utama. Kredibilitas merupakan hal paling potensial kalau perusahaan mau unggul dalam persaingan pasar. Kedudukannya sebagai sumber enerji positif dari dalam seorang pemimpin. Di dalamnya ada beragam nilai seperti kepercayaan tinggi, kepemimpinan mumpuni, karakter pribadi, kompetensi,…

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtu 

Hutan Bakau, benteng yang terancam runtuh.. Istilah  “Hutan Bakau” mungkin tak asing lagi ditelinga para leaders. bahkan sesekali kita mungkin berkesempatan untuk melihatnya, walau hanya dari kejauhan. Tapi pernahkah kita menyadari betapa besarnya fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi kelestarian lingkungan kita? Seringkali kita lupa akan hal itu. Peran dan…

Pre 1 2 3 4 5 Next