Manager = Motivator atau Diktator? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Webmaster   
Selasa, 21 Juli 2009 14:15
Jangan salah ya. Tidak semua manager mampu menjadi motivator, bahkan sebagian besar dari para manager justru menjadi diktator. Para manager diktator adalah boss kecil dalam perusahaan. Mereka ini suka banget memerintah bahkan bukan demi tugas itu sendiri tetapi demi mendapatkan pengakuan bahwa mereka punya hak untuk memerintah.
Tentu saja yang paling menyedihkan dari performa para manager diktator macam ini, biasanya hanya tahu cara menuntut hasil dari anak buah, tetapi mereka tidak ahli untuk memotivasi anak buah agar mencapai hasil seperti yang ditargetkan. Mereka senang sekali menugaskan anak buah untuk terjun ke hutan belantara tanpa kompas. Dan senang sekali menemukan situasi yang membuat anak buah kesulitan. Ia akan bersiap-siap menjebak anak buah yang kedapatan melakukan kesalahan.
Lantas, bagaimana sebaiknya? Sebelum terlanjur menjadi diktator, para manager sebaiknya menguasai seluk beluk motivasi karyawan. Lho kok motivasi? Ya, soalnya, dengan memiliki kemampuan motivasi dan melakukan agenda-agenda motivasi, seorang manager akan dipersepsi dekat dengan karyawan. Yang pada akhirnya membangkitkan rasa tanggung jawab untuk memenuhi tugas dengan baik.
Biasanya para manager yang dapat memotivasi anggota tim kerja mengetahui betul cara mengembangkan kemampuan mereka. Tapi yang diketahui dalam teknik-teknik motivasi biasanya rahasia umum, apapun yang Anda butuhkan untuk meningkatkan produktivitas dari karyawan Anda sebenarnya adalah mengetahui isi dari beberapa teknik simple untuk meningkatkan efisiensi dari bagian departemen, pelayanan, bisnis.
5 hal penting yang harus diketahui oleh manager.
  1. Motivasi – Setiap karyawan memiliki keunikan, oleh karena itu motivasi untuk performa lebih baik disampaikan berbeda2 ke setiap individunya. Kenali staff Anda dan juga motivator untuk setiap karyawan dan tawarkan kesempatan yang dapat mendorong ketertarikan serta performa kerja mereka menjadi lebih maksimal.
  2. Letakan tujuan / goals – yakinkan bahwa Anda memiliki visi untuk ‘mengapa Anda membutuhkan bagian / insatansi Anda, pelayanan atau bisnis untuk mengoperasikan saat ini dan masa depan. Komunikasikan visi Anda kepada karyawan sehingga mereka pun dapat menggunakan energy mereka untuk mencapai tujuan. Sehingga Mereka akan merasakan kalau mereka pun terlibat dan menjadi bagian dalam bisnis itu dan lebih meningkatkan performanya.
  3. Pujian – ambilah keuntungan dari kesempatan yang besar atau yang kecil untuk emmuji karyawan Anda atas pekerjaanya yang terselesaikan dengan baik. Penilaian Anda terhadap performa mereka sangat berarti dan penting sebagai pengakuan atas usaha yang telah mereka lakukan.
  4. Timbal-balik – jangan pelit untuk memuji namun jangan pul terlalu egois. Tawarkan kata2 yang baik sebagai hasil timbale balik yang dapat membuat karyawan Anda merasa dihargai dan memiliki nilai.
  5. Managemen – Anda harus selalu siap menjadi sumber bagi karyawan Anda. Mereka harus dapat merasa nyaman ketika mendekati Anda denagn pertanyaan, urusan bisnis, dan not feel as if they are imposing on your time. Mereka harus dapat bergantung dengan kepemimpinan Anda dan sebagai as a model of what excellent performance is all about.
Akhir kata..
Seperti yang Anda lihat, tidak ada rahasia untuk dapat meningkatkan tingkat performa dari karyawan. Anda bisa memulai tips simple diatas di tempat anda bekerja setiap harinya. Setelah itu karyawan dan bisnis Anda pun akan pantas dapat berkembang dan tumbuh lebih pesat lagi.