Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| Seeing is Believing Jangan Percaya Sebelum Melihat |
|
|
|
| Ditulis oleh Webmaster |
| Senin, 27 Juli 2009 10:59 |
Berawal dari gagasan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Bapak Taufik Effendi sekitar setahun lalu, bahwa keberhasilan pelayanan publik di suatu daerah perlu diekspose sehingga mendorong daerah/instansi lain untuk melakukan peningkatan pelayanan publik dan good governance.Memuji keberhasilan ternyata lebih efektif daripada menghukum. Ini terbukti dengan pujian habis-habisan yang dilakukan Menteri terhadap 5 kabupaten/kota best practices pada taun 2005, mampu membuat daerah lain ‘MARAH’ dan iri terhadap daerah yang selalu dipuji. Akhirnya mereka datang ke daerah best practices, dan bertekad untuk melakukan inovasi lebih baik lagi. Buku ini menggambarkan sebagian dari daerah dan instansi pemerintah yang sudah melakukan inovasi pelayanan publik. Meliputi 32 instansi pemerintah. Puast (BPK, Ditjen Pajak, Ditjen Bea Cukai), Kedubes (Singapura dan Malaysia), 5 Polda (Metro Jaya, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan), Provinsi Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. Selebihnya kabupaten dan kota. Tampilan buku 70% gambar dan hanya 30% narasi, sehingga lebih memudahkan pembaca untuk melihat secara visual berbagai inovasi yang dilakukan instansi pemerintah maupun daerah dalam pelayanan publik. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh daerah jarang terekpose di media massa. Seeng is believing (jangan percaya sebelum melihat) pelayanan aparatur dalam gambar, bahwa sebenarnya aparatur telah berubah, aparatur negara sudah banyak berbuat, berinovasi. Buku ini merupakan gambaran nyata tidak ada rekayasa. Namun penilaian miring selalu ditujukan kepada birokrasi. Sebetulnya aparatur tidak ingin dipuji, tapi juga tidak suka selalu dimaki. Yang diinginkan adalah penilaian obyektif dan proporsional. Buku ini diharapkan mampu membawa pesan bahwa pembangunan, perkembangan, dan inovasi yang telah dilakukan di berbagai daerah, maupun instansi pemerintah. Hasil kerja keras aparatur Negara baik di pusat maupun di daerah tidah dapat dilihat sebelah mata. |